Oct 262018
 

Sistem rudal pertahanan udara mutakhir, S-400 Triumf © Sergei Malgavko via TASS

JakartaGreater.com – Sekitar 100 personel militer Turki akan menjalani training untuk operasional dan pemeliharaan sistem rudal S-400 Triumf di pusat pelatihan militer di Rusia pada musim gugur 2019, menurut sumber militer seperti dilansir oleh TASS.

“Direncanakan ada sekitar 100 personel militer Turki akan tiba di pusat pelatihan Kementerian Pertahanan Rusia di Gatchina, dekat St. Petersburg, pada bulan September atau Oktober 2019, dimana mereka akan menjalani training selama 5 bulan untuk mengoperasikan dan pemeliharaan sistem S-400 Triumf, yang akan dikirimkan ke Turki hampir bersamaan dengan dimulainya pelatihan mereka”, kata sumber itu.

Sistem pertahanan udara S-400 itu akan dilengkapi dengan interogator teman-atau-lawan (IFF) yang diproduksi Rusia, yang akan menjamin operasional mereka dalam pertahanan udara NATO, jelas sumber itu.

“Atas permintaan Turki, sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf yang disediakan akan dilengkapi dengan IFF manufaktur Rusia yang kompatibel dengan standar NATO. Ketika sistem dikirim ke Turki, spesialis Turki akan memasukkan blok kode dengan huruf dan frekuensi yang ditunjuk NATO”, kata sumber itu.

Menurutnya, kesepakatan itu tidak termasuk produksi rudal berlisensi oleh produsen pertahanan Turki.

“Kesepakatan S-400 hanya mencakup pengiriman, tidak ada ketentuan mengenai transfer teknologi atau produksi berlisensi di Turki. Peralatan akan dikirim dalam keadaan jadi”, kata sumber itu.

Sumber itu menambahkan bahwa rudal S-400 akan dilengkapi dengan transponder yang disetujui NATO yang memungkinkan penyelarasan dengan sistem pertahanan udara NATO.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar sebelumnya menyatakan bahwa Ankara akan memulai pengerahan sistem pertahanan udara S-400 pada Oktober 2019, Akar juga menambahkan bahwa Turki telah memulai perekrutan personel militer yang akan di tugaskan untuk kompleks S-400 tersebut.

Seorang diplomat militer sebelumnya bahwa perusahaan pertahanan asal Rusia telah ditugaskan untuk menyelesaikan produksi sistem S-400 untuk Ankara pada Mei 2019. Turki telah menjadi pembeli asing kedua untuk sistem rudal S-400 setelah China.

Pengumuman resmi tentang penandatanganan kontrak pengiriman sistem S-400 itu dilakukan pada bulan September 2017. Rencana awal mengatakan bahwa sistem akan diserahkan ke Turki pada awal 2020 namun pihak Ankara meminta pengirimannya untuk dipercepat.

S-400 Triumf (NATO menyebutnya SA-21 Growler) adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh tercanggih yang mulai beroperasi pada tahun 2007. Sistem dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan balistik, termasuk rudal jarak menengah, itu juga dapat digunakan terhadap sasaran darat. Kompleks S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

Bagikan:

  8 Responses to “Training S-400, Turki Siapkan 100 Personel Militer”

  1.  

    S-400 Triumf – Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=q4ncll2gNps&t=83s

  2.  

    RI kapan?

  3.  

    Hebat nih turkiye, alokasi dana utk pertahanan negaranya serius bgt.
    2 unit S-400 = $2.5 miliyar
    30 unit F-35 = $3 miliyar

  4.  

    sebagai pemrakarsa nonblok,seharusnya NKRI,bebas memilih semua tergantung petinggi negara ini,alih,alih kira” mencongnya ke arah mana&semua pembaca taulah sejarah,siapa yg merasa sok mengatur dunia,tdk tau ada yg lebih bisa mengaturnya.

  5.  

    turki adalah pembeli s-400 yg kedua setelah china, loh..bukannya ajazair pembeli pertama?

 Leave a Reply