Tranformasi Pembangunan Era Presiden Jokowi

16
22
Dok. Presiden Jokowi mengendarai motor trail menyusuri jalan Trans Papua sepanjang kurang lebih 6 km yang belum diaspal Kemen PU (Sekretariat Kabinet)

Jakarta – Deputi IV Staf Kepresidenan Eko Sulistyo mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan transformasi pembangunan dengan banyak melaksanakan kunjungan ke daerah perbatasan.

“Presiden Jokowi tengah melaksanakan transformasi besar khususnya dalam kebijakan pembangunan. Presiden Jokowi tidak melihat Indonesia hanya fokus pembangunan di Jawa , tapi visi pembangunannya lebih diperluas, yakni dengan visi Indonesia-sentris,” ujar Eko Sulistyo pada Rabu 3 -8-2017 di Jakarta.

Eko Sulistyo menjelaskan dengan melaksanakan pembangunan di daerah perbatasan, maka diharapkan daerah perbatasan tidak kalah dibandingkan negara tetangga.

” Ini perubahan besar dan penting. Sekarang setelah ada jalan Trans Papua, Pasar Mama-Mama, Dry Port dan sebagainya. Presiden bahkan dapat setahun 4 kali berkunjung ke Papua. Tentu bukan dalam rangka tamasya, atau dalam rangka pesiar, Presiden Jokowi ini memang mempunyai kebiasaan untuk memonitor langsung pekerjaan-pekerjaan di lapangan,” ujar Eko Sulistyo  .

Dalam buku yang ditulisnya berjudul “Joko Waw”, model kepemimpinan ini yang dikupas oleh Eko Sulistyo. Karakter seorang Presiden Jokowi yang selalu suka melihat langsung proses pembangunan di lapangan, dengan didampingi langsung oleh Menteri.

” Beliau kemudian memastikan berapa bulan dapat selesai, kemudian dicatat oleh Presiden Jokowi, nanti kemudian datang lagi untuk memastikan selesainya pengerjaan,” ujar Deputi IV Staf Kepresidenan.

Deputi IV Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.

Eko Sulistyo pun punya cerita menarik, yaitu kisah Presiden Jokowi menaiki motor “trail” di Papua. Menurut Deputi IV Staf Kepresidenan itu, Presiden Jokowi bisa saja menggunakan Helikopter untuk melihat dari atas jalan Trans Papua. Tetapi Presiden Jokowi lebih memilih naik motor “trail” untuk mengecek secara pasti, apakah masih ada jalan berlubang di Trans Papua atau tidak.

Selain ke Papua, Presiden Jokowi juga sering mengunjungi daerah perbatasan lain. Deputi IV Staf Kepresidenan mengatakan, hal itu dilaksanakan Presiden Jokowi untuk memastikan pemerintah dan negara hadir di wilayah terpencil dan perbatasan. Pemerintah menemukan fakta, warga Indonesia yang tinggal di perbatasan ternyata bercita-cita ingin menjadi warga negara Malaysia supaya memiliki akses pendidikan dan fasilitas sosial yang memadai. Halini mengakibatkan warga-warga di perbatasan mengalami krisis identitas.

“Secara fisik mereka jadi WNI. Tapi secara mental tidak lagi Indonesia, bahkan patok-patok perbatasan itu warga yang menggeser, bukan pemerintah Malaysia. Presiden Jokowi melihat itu, kemudian beliau datang mengunjungi, selain untuk melihat progres pengerjaan pembangunan, juga ingin memberikan pengaruh kekuasaan disana,” kata Eko Sulistyo lagi.

Deputi IV Staf Kepresidenan Eko Sulistyo menegaskan bahwa visi Nawacita adalah membuat semua warga Indonesia merasakan kehadiran negara. Dirilis Antara 3 Agustus 2017.

16 KOMENTAR

  1. Terima Kasih mantan presiden.
    Karna di era tsb lah Pesawat Pribadi Presiden lahir dan menghasilkan Opersional ‘tamasya’ Presiden2 selanjutnya ini lebih pengeluaran dana MURAH.
    Jd sejalan Presiden sebelumnya menghasilkan, presiden sekarang memakai.
    Lanjutken. 😆

    • Lhaa….emang begitu kenyataannya. Presiden yg sekarang melanjutkan pembangunan apa yg telah dicanangkan oleh presiden sebelumnya dan begitu juga presiden sebelumnya meneruskan pembangunan yg telah diwariskan oleh presiden yg lalu. Faktanya memang harus spt itu. Kalo toh masalah kebijakan, bisa berbeda dan diperbaharui.
      Kalo toh ada yg klaim itu keberhasilan presiden sekarang dalam membangun infrastruktur, tolong buktikan mana yg produk infrastruktur hasil murni ide pemerintah sekarang.? Jalan trans papua.? Rel kereta api di sulawesi.? Bendungan .? Jalan tol.? Dikira membangun itu bisa sim salabim selesai dlm 2 – 3 tahun.? Lalu perencanasnnya kapan.? Pembebasan lahannya kapan.? Pembukaan lahannya kapan.? Ground breakingnya kapan.?
      Lalu emangnya presiden dan pemerintahan sekarang gak kerja.? Lhaa…itu semua warisan infrastruktur dr pemerintahan yg lama sdh dijerjakan oleh pemerintahan yg baru kok. Lalu ada penangkapan kapal ikan asing, ada satgas pungli, ada poros maritim, dimulainya pembangunan kilang minyak baru. Dan masih banyak lagi sampe berakhirnya masa penerintahan skrng di 2019.
      Jadi gak usahlah memperdebatkan keberhasilan sepihak tanpa menilai keberhasilan pihak lain. Itu hanya menjadikan kita berpikiran kerdil sebagai bangsa yg besar.
      Salam NKRI