Agu 112019
 

Turret CSE 90. (@Johncockerill.com)

Bandung  –  Jakartagreater.com, PT Pindad bekerja sama dengan CMI Defence S.A menggelar pelatihan Transfer of Technology (ToT) Turret CSE 90 berlangsung pada 12 Juni – 21 Juli 2019, berlokasi di John Cockerill Defence, Belgia, dirilis situs PT Pindad,7-08-2019.

Pelatihan ToT Turret CSE 90 didasari oleh Surat Kontrak Kerjasama antara PT Pindad (Persero) dengan CMI Defence S.A. dengan nomor SJAN 13/P/BD/LN/IV/2017 tertanggal 19 April 2017.

Dengan adanya pelatihan alih teknologi terutama pada sektor armament, membuktikan PT Pindad selalu berupaya untuk mengembangkan kemampuan dan menciptakan inovasi produk alutsista berkualitas kebanggaaan Indonesia.

Transfer of Technology Turret CSE 90 ke Pindad. (@ PT Pindad)

PT Pindad mengirimkan 6 staf unggulan yang diberi tanggung jawab untuk mempelajari alih teknologi Turret CSE 90 di John Cockerill Defence Belgia, yaitu; Gito Suwarno, Febiantara Juanda,A.Md., Rudi Setya Budi, Ginanjar Widhaswara, Dika Wardani,A.Md, Aji Roswaji.

Pelatihan alih teknologi yang didapatkan dimulai dari perakitan (assembling) Turret CSE 90 yang terdiri dari 18 tahap, integration hingga finishing perakitan.

Melalui pelatihan alih teknologi ini, PT Pindad dapat merakit, mengoperasikan dan mengembangkan Turret CSE 90 secara mandiri.

Panser Badak Pindad. (@KKIP)

Turret CSE 90 sudah dipercaya untuk menjadi senjata utama yang diinstal pada Kendaraan Tempur Badak. Panser Badak adalah kendaraan tempur 6×6 roda buatan PT Pindad.

Selain Turret CSE 90, Badak dilengkapi juga dengan senapan mesin caliber 7.62 mm, ballistic protection – bulletproof steel plate, dan memiliki mesin diesel 340 HP yang mampu menunjang daya jelajah Badak.

Saat ini, Badak sudah armada tempur milik TNI dan dipergunakan dalam berbagai misi militer. Dengan pengembangan kemampuan melalui alih teknologi Turret CSE 90, maka PT Pindad (Persero) juga memiliki peran untuk mendukung sector pertahanan dalam negeri.

Selanjutnya, pelatihan lanjutan akan dilakukan di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat.

  9 Responses to “Transfer of Technology Turret CSE 90 ke Pindad”

  1.  

    alhamdulillah, step by step …
    sempat gagal paham , aku pikir TOT untuk semua eh ternyata 90 saja yaaa ?
    smoga untuk 105 Harimau & Kobra

  2.  

    Tolong dong dukung KS buat workshop pembuatan AS atau Tabung. Baik jenis material basa, induction, almunium atau lainnya. Karena saya kaget ketika tanya2 sama orang KS ketika survey tempat kerja saya dulu industri pembuatan hydraulic dan pneumatic. ‘Apakah PT.KS menjual AS atau TABUNG sebagai bahan baku pembuatan hydraulic dan pneumatic? mereka bilang tidak, katanya kami tidak memiliki workshop untuk hal itu. Sumpah gw kaget banget. Industri sekelas PT.KS enggak punya workshop pembuat AS dan TABUNG. Padahal kalo mau kerjasama dengan Turki atau Korsel atau Taiwan itu bisa kok.

    Itu barang strategis banget padahal. kalo udah punya ilmunya bisa buat macam2. Bisa buat tiang jembatan penyebrangan yang pake besi bulat, atau buat slongsongan senjata canon kaliber besar, buat pipa gas dan sebagainya.

    PT.KS akan hancur kalo karyawannya tidak memiliki semangat inovasi yang tinggi. Dan membuat bermacam2 jenis produk. Bukannya industri carbon Indonesia juga sudah maju? Apalagi bahan baku karbon banyak di alam Indonesia

  3.  

    setelah tekno nya dikuasai Pindad, baiknya develop jg utk versi naval 57mm se level super rapid gun lengkap dg radar nya …

  4.  

    Kereeennnn….

  5.  

    Medium tank yg kerja sama turki mana kabarnya…?
    PT Dg Korea sudah beres dg kapal salam loh…

  6.  

    Medium tank yg kerja sama turki mana kabarnya…?
    PT PAL dg Korea sudah beres dg kapal salam loh…

  7.  

    Ane kepengen kaya brasil, turki, pakistan, iran, bahkan korut di bidang armament nya. Biar negara dunia ketiga entah gimana teknoligi mereka sangat maju.