May 072016
 

Berikut petikan wawancara Majalah Angkasa dengan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena, di Markas Korphaskas, Lanud Sulaiman Bandung, Jawa Barat, usai pelaksanaan “Special Forces Gahering” 180 perwira dari Korphaskas, Korps Marinir, dan Kopassus, bulan lalu.

Dapat dijelaskan arah pengembangan Korpaskhas ke depan ?

Yang sedang TNI AU lakukan saat ini transformasi, termasuk di dalamnya Korphaskas hingga tahun 2035. Intinya kita melakukan adaptasi terhadap teknologi. Kalau bicara Singapura misalnya, AU mereka mengedepankan konsep New Generation Air Force, kita juga sama, sedang melakukan hal tersebut.

Transformasi Korphaskas, dengan mengembangkan tugas yang menyatu dengan tugas pokok Angkatan Udara. Yaitu menjaga kedaulatan dan hukum di udara, sehingga kita mengembangkan sistem pertahanan udara (Hanud).

Untuk Hanud jarak dekat (Short Range Air Defense – ShoRAD) kita sudah punya, walaupun baru enam detasemen. Kita merencanakan sampai tahun 2035, adalah 36 Detasemen Hanud (Denhanud). Hingga tahun 2024, kurang lebih 12 Denhanud. Kami juga sekarang sedang menunggu pengadaan rudal Hanud jarak menengah.

Bisa diuraikan lebih detail?

Ya, sedang dalam proses pengadaan Hanud jarak medium (Medium Air Defense – MeRAD). MerAD ini jaraknya antara 50-100 km, masuk dalam program MEF 2015-2019. sistem ini untuk pengamanan ibu kota, Jakarta. Hanud Terminal ini harus terintegrasi dengan Hanud Titik, karena kita membangun sistem yang integrated. Jadi tidak bisa terpisah antara Hanud Titik dengan Hanud Terminal, sehingga, kita sekarang akan membeli yang namanya THAAD (Terminal High Altitude Air Defense).

Beberapa produk sedang dalam proses recognition, masih tahap awal proses pengadaan. Kami melakukan kunjungan ke beberapa negara pabrikan. Pilihannya antara lain NASAMS (Norwegia), LY-80 (China), Flying King (China), dan Sky Dragon 50 (China). Korphaskas melakukan kajian dan ikut dalam kunjungan ini. Tapi kami tidak menentukan pilihan. Sebatas pada kebutuhan operasi dan spesifikasi teknis saja. Yang menentukan produk mana yang akan dipilih merupakan kewenangan Kementerian Pertahanan.

LY80 MR-SAM. HQ16's export varients

LY80 MR-SAM. HQ16’s export varients

Kebutuhan untuk MeRAD ini berapa unit ?

Tidak terlepas dari besarnya anggaran pertahanan. Kalau sekarang kan anggaran pertahanan 87,2%. Itu sekitar Rp 92-95 triliun. Tahun 2016 naik lagi menjadi Rp 112 triliun dan tahun-tahun mendatang akan bertambah terus. Kalau misalnya presiden / kabinet menaikkan 1,5% saja, artinya anggaran kita akan naik dua kali lipat. Jadi pembangunan kekuatan akan makin jelas.

Kami di Paskhas mengembangkan doktrinnya dulu. Kami juga masih menunggu Perpres (Peraturan Presiden) mengenai TNI yang sekarang, yang masih digodok di Kementerian Pertahanan. Nah di situ ada hal mengenai tugas pokok. Kalau sudah ditanda-tangani oleh Presiden, maka dengan sendirinya akan menjadi legal standing aspect buat kami. Kita membangun doktrin perang yang sekarang sudah bergeser dari area command menjadi namanya battle zone. Jadi, beberapa wilayah kita perkuat secara bertahap.

Perbedaan antara area command dengan battle zone itu lebih ke apa?

Kalau area command itu berarti pertahanan merata mulai dari Indonesia Barat hingga Indonesia Timur dan ini sifatnya tidak tajam. Itu yang disebut dengan capability base approach. Sedangkan batle zone yang kita bangun sekarang adalah menyatu dengan tugas pokok TNI AU. Artinya Lanud-lanud utama TNI AU harus kuat dulu. Setelah itu kita perkuat pangkalan aju atau pangkalan terdepan. Itu yang di peripheral-peripheral (perbatasan) akan kita perkuat. Pertahanan kita dalam masa damai kan harus defense indepth. Kita harus bangun dari tengah dulu, dari ibukota dulu sebagai center of gravity, baru berkembang ke luar.

NASAMS 2

NASAMS 2

Yang akan dijadikan battle zone wilayah mana saja ?

Itu didasarkan pada intelligence strategic analysis mengenai kemungkinan-kemungkinan potensi ancaman. Ya mungkin kita bilang 25-50 tahun ke depan, tidak akan ada perang. Tapi Indonesia ini punya potensi ancaman. Ada masalah-masalah perbatasan maupun over claimed seperti yang kita lihat di Laut China Selatan. Negara-negara yang terlibat itu sudah sedemikian ngotot. Jadi saya kira kita harus waspada.

Untuk MeRAD apakah dipilih yang permanen atau mobile ?

Istilah kita adalah transportable, bisa dipindahkan. Barat, Tengah, Timur, dan Selatan akan kita perkuat. Hanya saja, pembangunan air defence itu kan sangat sensitif, jadi tidak boleh menimbulkan ketidakstabilan kawasan. Ini terkait masalah politik juga.

See full article : Angkasa Magazine, No 7 April 2016 Tahun XXVI

Sumber : Defense-studies.blogspot.co.id

  63 Responses to “Transformasi Korpaskhas Hingga Tahun 2035”

  1. borong semua ama indo

    • Ni baru pleningnya maantap.. tapi kelamaan 30tahun ama 50tahun kedepan..LCS udah keburu perang..
      Dan teknologi bergeser pakek laser warnya..
      Pengadaannya Tolong dipercepatt pelpresnya..
      Suhu udah mulai memanass ni komandan
      Jangan berdiam diri,,planingnya harus mobile juga dong

      • soalnya ditahun2 segitu,peralatan yg mahal2 sudah datang dimari…karena peralatan mahal2 Dan canggih…maka penjaganyapun harus disesuaikan…hihihihi

    • Dan seperti biasa pemenangnya. Eng ing eng saya yakin 1000000000000000 % pasti produk kw murahan dari china hadeeeuuuhhh sudah bisa ditebak, pmerintah skr sgt takluk trhdp china.

    • TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN. Lihat China, untuk ekspanif mereka full melakukan modernisasi, apalagi kita yang hanya untuk defensif, tidak perlu takut mempengaruhi ketidakstabilan kawasan, karena kita negara defensif, hal yg wajar bagi negara sebesar Indonesia, kalau keburu tidak stabil nanti kita akan menyesal karena terlambat.

    • TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN. Lihat China, untuk ekspansif mereka full melakukan modernisasi, apalagi kita yang hanya untuk defensif, tidak perlu takut mempengaruhi ketidakstabilan kawasan, karena kita negara defensif, hal yg wajar bagi negara sebesar Indonesia, kalau keburu tidak stabil nanti kita akan menyesal karena terlambat.

  2. Keren

    • Mungkin ini keluarga nya …..marsekal..wattimena yang wakil KSAU Jaman OrLa itu …
      Anyway….kok trio BUK Pantsyir dan S300/400 …kok tidak dimasukkan ya …?
      Kira kira kenapa …?
      Mahal….atau tidak compatible…?
      Tidak compatible itu lebih sulit daripada tidak bisa beli Karena mahal….

      • “Hanya saja, pembangunan air defence itu kan sangat sensitif, jadi tidak boleh menimbulkan ketidakstabilan kawasan. Ini terkait masalah politik juga.”

        Sssttt…. Mau tau atau pengen tau bung Abyl..??
        Kah.. kahh.. kah.. kahh…

  3. siang

  4. berarti secara diam2….Dan yg dicari baru setara S300..(Russia)

  5. Semoga lancar demi menjaga kedaulatan Indonesia dari segala bentuk ancaman….!!!!
    NKRI harga mati…!

  6. NASAMS 2 sepertinya kelirnya tni, apa bener ya??

  7. NASAMS 2 sepertinya kelirnya tni??

  8. Kalau ingin nya sih s300 atau s400 tapi apadaya RUSIA pelit TOT

  9. ga ada kabar S300… 400… apa karena TOT ya?? Rusia sebetulnya ga pelit TOT buktinya India dan China… bisa bangun Rudal dan pesawat sendiri… kita aja yang hobbynya ngeteng dan terlalu takut sama ancaman ASU karena sektor ekonomi banyak yang disupport investor Yahudi macam George Soros.. sekali mereka cabut… IHSG merana, Dollar melejit, mereka punya 1001 cara untuk sekedar bikin kita terjungkal. Kenapa begitu? karena masyarakat kita masih belum disadarkan… harus perlahan namun pasti..

    • Betul banget bung Bukan Fan Boy, sangat benci bin mbleneg dg kalimat keseimbangan kawasan.
      Apalagi Singaporn itu, negara seUpil ngapain juga beli Pespur & KaSel banyak, buat apa itu???
      Yang paling tdk masuk akal itu Kapal Selamnya. Tidak ada doktrin nya, tp beli banyak. Logika nya pasti KaSel mereka melanggar wilayah kita kan??
      Rindu dg sosok kepemimpinan yg berani bilang ke barat / tetangga “Mau gue beli alutsista banyak, canggih, apa urusan kalian..??!! Go to hell wih your aid..!!!”

  10. Waduh pertanda kayak nya mau beli barang dari Barat nihh, pengen nya sih S400 tapi kalo keputusan nya membeli NASAMS atau THAAD yaa ngga apa apa lahh yang penting punya.

  11. Kalo memang akan di tempatkan di natuna, jgn beli made in china. Pertama pasti di berikan varian ekspor. Kemampuan berkurang. Kedua mereka sdh tahu kelemahannya. Kalo diliat dr nama pun, engga bgt…flying king?? Kerenan Nasams.

  12. Hmmm….masi ada statement…pembangunan air defence sensitif…Jgn sampai terjadi ketidakstabilan kawasan…argue yg aneh….tetapi ada kalimat potensi ancaman….Maka dibangun sistem pertahanan terpadu…
    Sbuah statement kontradiktif dlm satu wawancara…hehehe
    Clue menariknya….ada SAM medium range yg akan nungul….asikkk….(masuk dlm MEF 2015-2019…..krn tandatangan nya?duite sop?)

  13. harusnya sih s-400 …beli 4 buah aja…… 2 di jakarta dan 2 lagi di perbatasan

  14. Tidak perlu s300 atau s400, Bukm2/E pun tidak masuk sebagai calon. Heran juga. Tapi kalau saya lebih memilih NASAMS2 kerana sesuai dgn RADAR yg digunakan oleh Indonesia buatan barat

  15. Mantaf…
    Ni yg namanya bukan sprt katak dalam tempurung, cr ilmunya sebanyak2nya di manapun itu, buat sendiri produknya…
    Kebanyakan orang suruh melek bahwa dunia ini luas dan seru tp kt yg jadi konsumenya….
    Stop jd konsumen …
    Bangkit jd produsen…
    Semangat nusantaraku..

  16. walaupun S300/400/500 gak masuk list … pilihan NASAMS (wajib pilih seri 2) yg paling masuk akal secara tekno utk mengimbangi kemampuan negara² lain di kawasan sekitar kita …
    NASAMS 2 jg sdh punya karakteristik open architecture.
    beli yg byk buat cover objekvit.

  17. KAN TADI YANG DI BILANG MEDIUM,BUKAN JARAK JAUH SEPERTI S-300,UNTUK WAKTU JANGAN BER KECIL HATI KAN PENGADAAN NYA TAHUN 2015-2019,KALAU 2025-2030 MUNGKIN BARU BELI YANG JARAK JAUH,TAPI ITU BARU S-300,S-400/500 BARU TAHUN 2035- SELESAI. THE END

  18. Lha keseimbangan kawasan sekarang saja sudah tidak seimbang, ……………. lihat alutsista singaporn & aushit. !!!
    aneh kenapa kita masih memikirkan keseimbangan kawasan, sedangkan negara2 lain dikawasan tsb tidak memperhatikan keseimbangan kawasan, …………. bukan kah NKRI harga mati ???

    • Keseimbangan kawasan artinya gmna dulu?
      Kita pake alutsista “alakadarnya ” aja militernya udh nangkring 14 dunia…
      Gmna klo alutsista TNI pda datang rame rame yg canggih n baru apalagi sebagaian kita dah mpu bikin sendiri… hihihiii
      Seandainya tetangga kita ada yg beli senjata banyak n petentang petenteng di lingkungannya apa kita sbg tetangga dekat gak merasa khawatir n takut? Pdhl kampung aman aman saja…
      Nah, sebegitu aja analogi nya yg bisa saya tangkap…. klo yg senyatanya gmna saya gak tau…. hihihiii

  19. medium pilih Nasams atau irondome aja lainnya ngak usah.
    kalau yg long pilih S400 atau bikin sendiri aja,..

  20. mau dri manapun yg pntg ada tot nya…, soalnya cpt ato lmbat kita harus bisa.msa mau beli trus…

  21. Sebetulnya utk jarak medium Nasams merupakan pilihan yg cocok utk TNI-AU yg berasal dari blok barat tapi kelemahan nya Rudal AIM-120 AMRAAM yg jadi Amunisi utama sistem pertahanan tsb krn mau gak mau harus minta persetujuan terlebih dahulu ke amerika utk mendapat rudal AIM-120 seriesnya

  22. NASAMS 2 dan HQ 16 akan menjadi pelengkap bagi S300 ARHANUD.. sesuai doktrin, gabungan produk barat & timur..

  23. untuk pertimbangan kawasan…yah intinya…jangan sampai mereka beli raptor dulu…setahu saya pertahanan udara kedepan agar pesawat sekelas raptor saja gak bisa masuk…hanya saja sampai saat ini..kecanggihan pesawat raptor belom bisa membuktikan menrabas pertahanan udara law an…begitu juga sebaliknya anti pesawat yg dikatakan tercanggih belom ada yg menembak jatuh raptor..karena mereka berdua belom pernah bertemu Dan fight!…

  24. kenapa S-300 atau pun S-400 tidak masuk list yg mungkin akan di beli , karena club S masuk dalam Long Range Air Defense . S-300 bisa bermain di radius yg lebih jauh dari Medium Long Range Air Defense. makanya TNI mungkin belum memasukan sebagai target pengadaan.

    jika kita punya yg Medium Long Range Air Defense yg jarak 50-100 km saja sudah cukup untuk menjangkau singapura,malaysia dan natuna. makanya di katakan menjadi isu sensitip kawasan. jadi semoga untuk pengadaan Long Range Air Defense baru nanti Club S akan dilirik.

  25. ehem,

    coba lihat kalimat di atas :

    Kita merencanakan sampai tahun 2035, adalah 36 Detasemen Hanud (Denhanud).

    Detasemen adalah satuan yang lebih kecil dari batalyon (setingkat kompi).
    Baterai juga lebih kecil dari batalyon (setingkat kompi).

    coba lihat juga kalimat :

    Hanud Terminal ini harus terintegrasi dengan Hanud Titik

    Kata “terintegrasi” bisa jadi menunjukkan bahwa satu detasemen dapat mengoperasikan lebih dari satu jenis alutsista (jarak pendek, medium maupun panjang).

    Coba bandingkan dengan artikel seri 16 : “kalung”.
    Di situ disebut 34 SAM dan 32 baterai Buk (hanud jarak medium).
    Jarak panjang (SAM), jarak medium dan titik / pendek dapat dioperasikan oleh satu detasemen / kompi saja.

    angka 32 dan angka 34, keduanya lebih kecil dari angka 36.

    Jika saya menyebutkan 32 atau bahkan 34, banyak yang pesimis dan menyebut bahwa saya terlalu banyak berkhayal.

    Ini Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena bahkan menyebut angka 36 yang bahkan lebih besar daripada angka 32 dan 34 !!!!

    Berkhayalkah dia ? Berkhayalkah saya ? Ataukah anda yang pesimis lah yang justru berhalusinasi dan menganggap diri anda seorang realis ?

    Jadi tidak soal apa pun jenis dan merk alustsistanya, 36 denhanud dengan beragam jarak alutsista adalah suatu kekuatan yang tidak bisa disangkal.

  26. nyimak aja panjang banget artikelnya

  27. saya suka aset2 militer baik dr negara saya mahupun kawasan.tpi semua kebanggaan tu jika untuk kebaikan takde masalah bukan untuk mnjdi ngara yg akn mnjajah ngra lain.kerana dizaman skrng ni sedng berlomba lomba untuk mnjdi yg terbaik dn tdk memikirkn kedamaian dimuka bumi ni.mcm ngara2 besar yg canggih dn moden alat2 militer mereka dngn kesombongan yg akan merosakkn muka bumi ni,seakn manusia ni merasa pling kuat melebihi kekuatn tuhan.bacalh sejarah ulasan2 ilmuwan dunia yg mngatkan bahwasanya jika Perang Dunia Ketiga adalah berjuang dengan senjata nuklir, yang keempat akan diperjuangkan dengan busur dan anak panah.” – Louis Lord Mountbatten
    “Saya tidak tahu dengan apa senjata Perang Dunia Ketiga akan diperjuangkan, tetapi Perang Dunia Keempat akan diperjuangkan dengan kayu dan batu.” – Albert Einstein..

    • iya@tmb ini sume untuk kemajuan ummah asean , kalau mampu dimulakan dari korang malaysia dulu dengan cara membanteras mnlf yang membekalkan senjata pada pengganas sulu

  28. Aqu wis tuo nek tahun semono xixiii…?

  29. Wait and see aja dulu …

  30. S300 atawa s400 rusia, buatan china msh diragukan systemnya krn produk copy paste varian export S300

  31. dari empat kandidat 3 dari cina,weleh-weleh…cina lagi,cina lagi..

  32. Terlalu lama planingnya…?negara besar masih dininabobokan dengan Asu…Sedangkan Si Upil sedang latihan serdadunya di aussi enggak tanggung-tanggung 14 ribu serdadu latihan skill untuk mencaplok NKRI..?
    Mana tanggung jawabmu Jendral pemikir strategy perang..? Bila terjadi perang sudah terkepung dahulu…?Ada dana tapi masih mbulet antara DPR dan Pemerintahan…? Gunakan Strategy Zig-Zag seperti jaman Soekarno untuk kebutuhan Alutsista yg mendesak seperti sekarang ini…

  33. Harusnya ada kalimat…
    “Dalam tempo yg sesingkat singkatnya…”
    Spt tertuang dlm proklamasi RI dalam meraih kemerdekaan… Hal ini juga wajib dlm mhadapi keadaan skrg…

  34. malah bingung milihnya ..lanud kelas A pertahanan titiknya pake Oerlikon ori cocoknya untuk pertahanan areanya pake NASAMS…lanud kelas B/C pertahanan titiknya pake Oerlikon KW/type 90/AF902 FCS(katanya rencananya) cocoknya pake sam medium china HQ16A LY-80…..untuk sam jarak jauhnya mgkin pake rusia bukan S-300,S-400 atau S-500 tapi belinya pas udh keluar S-600 untuk menghormati legenda leluhurnya S-60 kita…

  35. Sebenarnya penjelasan di atas sdh clear!
    Hanya sj persepsi liar dan keinginan yg menggebu gebu ingin menjadi kekuatan militer yg handal secara instan melalui akuisisi alutsista yg lebih gahar tentunya tidak sesuai dengan budget tni au khususnya yg disinkronkan dgn doktrin tni dan polemik kawasan kedepannya.
    Situasi kawasan yg dinamis tentunya sdh dipetakan scara rinci sehingga terpilihnya nasam sebagai sam yg mobile sehingga dpt dikondisikan secara tepat dgn pemutakhiran lanud lanud dgn Jakarta sebagai pusat menyebar ke wilayah wilayah berdasar kepentingannya. Pengertiannya jika lanud utama Jawa sdh sempurna secara sistem dan persenjataannya tentu nasam sebagai SAM akan digeser ke lanud lanud utama wilayah armada lainnya…dan begitu seterusnya.
    Kita harus ingat doktrin utama tni yaitu pertahanan semesta, begitu banyak dan bejubelnya alutsista tni yg harus dimoderenisasi secara mutakhir, budget yg terbatas krn harus mengalah untuk ekonomi rakyat yg lebih baik, belum lg alutsista yg hrs disesuaikan dgn doktrin tni yg makin berkembang, kawasan luar yg semakin kompleks, perbaikan makan dan kebutuhan para prajurit sungguh sangat kompleks untuk internal tni sj. Jadi sangat proporsional bagi kebutuhan tni au untuk beberapa tahun kedepannya. Kasihan kasau dan jajarannya harus pintar dan cerdik dlm mengatur budget dan kesiapan alutsista serta mental para prajuritnya.
    Tetap optimis kawan!

  36. Mungkin masih senang memakai Arhanud S-70

  37. Impian untuk Nasam bersanding S-300 pupus sudah.
    gak usah di gilir-gilir bolanya pak’e. dari kemarin gedung kura-kura ngebet baget sama itu si naga langit buat program medium air defence. udah dari jaman Pak SBY itu.
    besok untuk THAADnya jangan S300 atau S400 pak. sekalian aja juga ambil HQ-16 nya. duuuuhhhh, pengen nangis gua. duit punya pasal.

    • Bukannya HQ 16A LY-80 sekelas Buk ?

      Kelihatannya medium air defense untuk AU diambil dari China.

      Sedang medium air defense untuk AD diambil dari Rusia.

      Buk, Pantsyir, S-300, S-400 ? Itu sih untuk AD.

  38. Harapan kita tdk sesuai dgn keinginan pemerintah, mrk lbh condong ke nato dan as utk pengadaan rudal hanud, sdangkan nyata2 as dan nato sgt takut dgn rudal dr rusia semacam buk, pantsir 1, iskander, s-300 smpe s-500, kita malah ingin beli thaad…. rudal yg blm trbukti keunggulannya dan kedahsytannya jauh di bawah s-500 rusia. Utk Jakarta, surabaya, medan, bandung, bali, makassar dan yogyakarta itu ga boleh main2 hanya dgn memasang thaad atau sejenisnya selain s500 rusia, smoga ada kebijakan baru mengenai pembelian s500 rusia ini 5-10 tahun ke depan drpd tdk sama skali. Salam.

  39. Gak, juga. HQ-19 copy’an dari S300. missil HQ-19 juga ada yang berjarak 300 KM. tapi, bukan itu masalahnya. masalahnya adalah, mengapa kita bermain MEMBERI MAKAN ANAK BERUANG LIAR. Kita sudah tahu suatu saat akan menjadi negara Agreaor dengan menerapkan rumus, semakin besar mereka, semakin banyak mereka makan. kenapa pula memberikan pundi-pundi untuk calon negara agresor ini.. adehhh.. Indonesia.. Indonesia..

    • b.stepanus@ itulah Indonesia yg selalu bikin puyeng bnyk pihak,jangankan orang luar rakyat sndr pun bnyk kok yg di bikin pusing tujuh keliling bung……

  40. Sekarang 6 detasemen.
    2024 ada 12 detasemen.
    2035 ada 36 detasemen.

    Detasemen lebih kecil dari batalyon.
    Detasemen setingkat kompi.
    1 kompi ada 240 orang.
    1 kompi ada 4 peleton.
    1 peleton ada 240/4 = 60 orang
    1 detasemen ada 4-6 peleton.
    4 x 60 = 240
    6 × 60 = 360
    Jadi 1 detasemen kira2 besarnya 240-360 orang.

    Jika 1 detasemen mengoperasikan :
    1. Rudal SAM jarak pendek (manpad) contoh Mistral, Chiron, QW3.
    2. Meriam penangkis udara (Oerlikon dan turunannya).
    3. Rudal jarak menengah (Nasam, HQ16, Buk).

    Rudal jarak pendek biasanya ada 6 unit per peleton alias 10 orang bergiliran bertanggung jawab mengoperasikan 1 unit manpad. 6×10 = 60 orang.

    Meriam penangkis serangan udara biasanya 1 baterai terdiri dari 4 unit meriam. 1 unit dioperasikan oleh 5 orang x 3 shift. Jadi 1 baterai dioperasikan oleh 5 orang x 3 shift x 4 unit = 60 orang.

    Rudal jarak menengah biasanya 4 kendaraan launcher per baterai dan dioperasikan oleh 5 orang per unit kendaraan launcher x 3 shift x 4 kendaraan = 60 orang.

    Sekarang 6 detasemen x 6 peleton = 36 peleton.
    36 peleton dibagi 2 macam alutsista (manpad dan meriam hanud) = 18 lanud A dan B.
    2024 12 detasemen x 6 peleton = 72 peleton
    72 peleton dibagi 3 macam alutsista = 24 lanud A dan B.
    2036 36 detasemen x 6 peleton = 216 peleton
    216 peleton dibagi 3 macam alutsista = 72 lanud.

    Lho lanud kan sekarang ada :
    9 tipe A
    13 tipe B
    29 tipe C.
    9+13+29 = 51

    Cuma ada 51 lanud, jadi 72 lanud itu kebanyakan.

    72 – 51 = 21

    21 x 3 peleton = 63 peleton lagi
    63 peleton x 60 orang = 3780 orang.

    3780 orang sisanya ini apa tugasnya ?

    Misal 180 orang berperan sebagai para komandan.

    Tinggal 3600 orang lagi.

    Mungkinkah mereka akan menghandle SAM jarak jauh ?

    Jika 1 launcher dioperasikan 5 orang x 3 shift = 15 orang per launcher.

    3600 dibagi 15 = 140 kendaraan.

    Jika diambil 2 kendaraan untuk radar dan komando maka tinggal 12 kendaraan launcher. 12 + 2 = 14 kendaraan.

    SAM jarak jauh apa yang per unitnya terdiri dari 12 kendaraan launcher plus 1 radar plus 1 command post ?

    Ada 10 unit lagi…xixixixi

    • Sorry salah ketik (maklum ngantuk) harusnya 3600 / 15 = 240

      240 kendaraan.

      240 kendaraan bisa untuk berapa SAM dan jenis apa ?

      Misal 1 unit minimum 8 kendaraan launcher plus 2 radar.

      Jadi 8 + 2 = 10 kendaraan.

      240 kendaraan dibagi 10 kendaraan = 24 sistem SAM.

      S-400 bisa lho untuk 8 launcher plus 2 radar = 10 kendaraan.

      Jadi 24 sistem S-400 untuk 24 lanud A dan B.

  41. S300,s400,buk m,pantsir hrus dmliki indonesia karena qt sdh terkepung produk barat.

  42. bukan itu bung, saya cuma sedih aja.,
    itu wakil rakyat.. kebangetan milih sky dragonnya China.
    padahal Nasamlah yang pantas buat menjaga ibu kota, ya tapi itu menurut saya. menurut mereka yang jls lain. ya mau gmn lagi.. sky dragon murah. 350 juta beserta missile. sedangkan Nasam 350 juta hanya platformnya. klo di tambah missilenya bisa +/- 500 juta dollar.

  43. sudah baca sih majalah angkasanya hehehehe,cuma terlalu lama dr shorad kek medium dan baru long range arhanud.(2016-2035)

    harusnya shorad diakusisi secara kuantitas,sekalian dengan arhanud jarak sedang,sedangkan arhanud jarak jauh s300.400 atau pac patriot dibeli secara ketengan(jg markas dijkrt,diselatan malang 1,dan terakhir dimadiun)

    jd untuk jangka pendek tidak usah banyak2 lah masak 3-4batere tidak sanggup???

    salam selalu damai selalu met siang:)

 Leave a Reply