Jul 182014
 
Presiden SBY memberi kejutan ulang tahun ke-61 Presiden Rusia Vladimir Putin dengan memetik gitar di, Nusa Dua, Bali, 7/10/2013. Photo: Abror/Presidenri.go.id

Presiden SBY memberi kejutan ulang tahun ke-61 Presiden Rusia Vladimir Putin dengan memetik gitar di, Nusa Dua, Bali, 7/10/2013. Photo: Abror/Presidenri.go.id

“TRUE STORY”

Jilid 9

Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan berdasarkan pengalaman saya sendiri, Khusus untuk Jilid ini saya ingin mencoba menggambarkan pengadaan alutsista kita yang dari Rusia pengadaan tahun 2004 s/d 2009 yang lalu dan Archipelagic Warfare, sebagai sedikit gambaran untuk Warjagers semua. Dan enggak lupa dengan munculnya tulisan ini berarti “True Story” dengan ini saya nyataken TAMAT !, hahahaha… (mohon maaf buat Warjagers soale kesibukan saya makin bertambah ke depannya).


Hubungan diplomatik Indonesia-Uni Soviet secara resmi sudah terjalin sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno dan pimpinan tertinggi Uni Soviet pada masa itu, Nikita Khrushchev. Dinamika hubungan kerjasama terus berlanjut, Uni Soviet menganggap Indonesia sebagai sekutu yang signifikan di Asia- Pasifik. Rusia mulai bangkit sebagai negara penerus Uni Soviet di bawah pimpinan Mikhail Gorbachev. Pada Saat Indonesia diembargo oleh kongres Amerika Serikat dalam pembelian senjata, dan hubungan kerjasama Indonesia-Rusia kembali terjalin seiring dengan bangkit kembali Federasi Rusia.

Hubungan kerjasama Indonesia dengan Rusia terjalin diberbagai bidang, seperti dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, olahraga, dan pertahanan militer. Dalam bidang pertahanan militer, Rusia memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia. Pada saat operasi pembebasan Irian Barat, Uni Soviet memberikan dukungan militer bagi Indonesia. Kekuatan Angkatan Laut (AL) meningkat 5 kali lipat, dengan didatangkannya peralatan tempur dari Rusia seperti: kapal penjelajah, Destroyer, kapal selam, termasuk Tank Amphibi PT-76.

Sementara itu Angkatan Udara (AU) memiliki 160 pesawat tempur, diantaranya: pesawat pembom jarak jauh TU-16 KS, MIG 21, MIG-19 dan MIG-17. Dalam bidang pendidikan, kedua kepala negara sepakat untuk mendirikan Universitas Persahabatan Bangsa Bangsa di Moskow, yang kemudian berganti nama menjadi Universitas Patrice Lumumba. Nikita Khruschev juga mengundang mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu di Uni Soviet dengan beasiswa dari pemerintah Uni Soviet.

Kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Rusia dimulai ketika pemerintah Rusia menawarkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia pada tahun 2005. Indonesia dan Rusia sepakat untuk membentuk Komisi Kerjasama Teknik Militer (KKTM). Pembentukan KKTM ditandatangani dalam Sidang Komisi Pertama di Rusia pada tanggal 22 September 2005.

Penentuan dan pelaksanaan kerjasama pertahan militer Indonesia dengan Rusia pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sangat dipengaruhi oleh kondisi pertahanan militer negara yang mencakup perkembangan alutsista indonesia saat ini. Walaupun Amerika telah mencabut embargo terhadap Indonesia, hal ini tidak menutup Indonesia tetap melakukan kerjasama pertahanan militer dengan Rusia . Kerjasama pertahanan ini juga bermanfaat bagi Indonesia selanjutnya,karena Indonesia tidak hanya tergantung pada satu negara saja dalam hal pengadaan peralatan teknik militer dan penyediaan persenjataan.

Kerjasama dengan Rusia bukan berarti Indonesia telah mengubah kebijakan luar negeri yang selama ini cenderung ke Barat. Tetapi, menunjukkan bahwa membuka kerjasama dengan Rusia adalah upaya pelurusan kembali praktek kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif. Indonesia tidak pernah memusuhi barat dan Amerika Serikat. Tetapi Indonesia menjaga keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan yang besar agar tidak selalu terhambat, baik oleh hambatan politik atau hambatan lainnya. Di mata negara-negara Asia Tenggara, Indonesia disebut sebagai bangsa yang besar. Besar karena luas wilayah darat dan perairannya, besar juga karena jumlah penduduknya.

Jumlah alutsista (alat utama sistem senjata) untuk melakukan pengamanan, tidak sebanding dengan luas wilayah NKRI. Untuk menghadapi situasi dan perkembangan ancaman maupun bentuk perang yang tidak lagi konvensional, penguasaan atas teknologi bagi TNI merupakan suatu keharusan. Tetapi kondisi riil alutsista TNI masih sangat memprihatinkan, karena sebagian besar alat utama sistem pertahanan mereka adalah warisan peralatan tahun 1960-an, 1970-an dan 1980-an.

Sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia terutama setelah hampir empat belas tahun diembargo oleh sejumlah negara produsen khususnya Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang sudah tidak layak guna. Sudah seharusnya pemerintah meremajakan secara bertahap semua alat utama sistem senjata (alutsista) tidak layak pakai yang dapat membahayakan keselamatan prajurit. Hanya 40-50% kesiapan operasional minimum sistem persenjataan TNI saat ini diseluruh matra angkatan, persentase tersebut jauh di bawah persentase kesiapan minimal operasional TNI.

Dapat dikatakan separuh kekuatan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) TNI tidak sanggup beroperasi maksimal. Penyebabnya, baik karena faktor usia peralatan maupun terbatasnya pengadaan komponen dan suku cadang. Alutsista yang dipakai TNI AL dan AU sampai sekarang 70 persen buatan Amerika Serikat. Kesenjangan antara kebutuhan dan alokasi anggaran yang ada mengharuskan Indonesia melakukan kerja sama teknologi alat-alat militer dengan negera-negara yang memiliki kemampuan teknologi kemiliteran yang jauh lebih maju daripada Indonesia.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009), merupakan saat yang cukup bagus untuk melanjutkan kembali kerjasama strategis dengan Rusia yang dulu lebih dikenal dengan nama Uni Soviet. Dalam perkembangan politik luar negeri Indonesia saat ini, penting untuk memperluas mitra strategis di seluruh dunia. Rusia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi besar, diantara potensi itu adalah di bidang kerjasama pertahanan militer dan keamanan.

Kerjasama strategis Indonesia-Rusia di bidang militer dan keamanan bisa menjadi “pintu pembuka” untuk terjalinnya suatu kemitraan strategis di bidang lain di luar bidang politik dan militer. Seperti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Secara geografis, Indonesia sangat luas, mencakup ribuan pulau dari Sumatera sampai Papua, yang menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan tentara modern yang kuat untuk menjamin keamanan nasional.

Pada pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Vladimir Putin pada tanggal 29 November 2006 di Rusia, disepakati bentuk kerjasama di bidang militer, politik, dan ekonomi. Di bidang ekonomi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong investasi Rusia agar masuk ke Indonesia, karena Volume perdagangan kedua belah pihak pada tahun 2005 dengan perkiraan pendahuluan mencapai 680 juta Dollar AS, angka tersebut melebihi 42% hasil tahun 2004 (480 juta dolar AS).

Indonesia memiliki kepentingan untuk membuka kerjasama soal energi nuklir, untuk mengatasi krisis energi yang masih terus terjadi di dalam negeri. Sedangkan di sisi lain, Rusia mempunyai kepentingan untuk mengimbangi dominasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia terutama sektor pertambangan yang sudah meraih keuntungan sangat besar. Sedangkan di bidang militer disepakati mengenai implementasi kerjasama militer 2006-2010.

Pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani tujuh nota kesepahaman di bidang pertahanan, politik, ekonomi dan hukum. Ketujuh nota kesepahaman yang ditandangani yaitu, kerjasama eksplorasi luar angkasa untuk maksud damai, kerjasama penggunaan energi atom untuk maksud damai, kerjasama antar kejaksaan agung, perlindungan intelektual dalam kerjasama teknik militer. Selain itu ditandatangi juga nota kesepahaman dalam bantuan implementasi militer Rusia-Indonesia 2006-2010, pembebasan visa kunjungan singkat untuk dan kepentingan dinas dan diplomatik, dan kerjasama bidang pariwisata. Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Vladimir Putin di ruang Malachite Fuyet, Istana Kepresidenan Rusia.

Pada tanggal 6 September 2007, Presiden Putin mengadakan kunjungan resmi ke Indonesia. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan terhadap kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Desember 2006, dan merupakan kunjungan pertama dari Presiden Rusia sejak tahun 1991. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Putin ingin mengkaji ulang hubungan kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2003, terutama di bidang militer dan ekonomi perdagangan. Kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding dan Perjanjian Kerjasama, di Istana negara. Terdapat 8 MoU dan perjanjian kerjasama yang ditandatangani,yaitu:

1. MoU pemerintah RI dan pemerintah Rusia mengenai kerjasama di bidang pembatasan dari dampak negatif pada lingkungan, ditandatangani oleh Meneg LH Rachmat Witoelar dan Head of Rostechnadzor K.B Pulikopsky.

2. MoU antara Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Agen Federal mengenai Fisik, Budaya, dan Olahraga Federasi Rusia, tentang kerjasama pelatihan fisik dan olahraga, ditandatangani oleh Menneg Pora Adhyaksa Dault dan Head of Rossport V.A. Fetisov.

3. Perjanjian antara pemerintah RI dan pemerintah Rusia dalam promosi dan perlindungan investasi, ditandatangani oleh Ketua BKPM M. Luthfi dan Deputi Menteri Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi V.G Savalyev.

4. Perjanjian kerjasama antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan The Accounts Chamber of The Russian Federation, ditandatangani oleh Anwar Nasution dan Ketua Badan Audit Rusia S.V. Stephasin.

5. MoU antara pemerintah RI dan pemerintah Rusia kerjasama melawan terorisme, ditandatangani oleh Dirjen Amerika dan Eropa, Departemen Luar Negeri RI, Eddi Hariadhi, dan Deputy Menteri Departemen Luar Negeri Federasi Rusia A. Losyukov.

6. Kerjasama Pemerintah RI dan Pemerintah Rusia dalam perpanjangan utang negara kepada Pemerintah RI, ditandatangani oleh Dirjen Manajemen Utang Departemen Keuangan RI Rahmat Waluyo dan Deputy Menteri Keuangan Rusia A.A Storchak.

7. Program kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Agen Federal Bidang Kebudayaan dan Sinematografi Federasi Rusia, ditandatangani oleh Sekjen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar dan Duta Besar Rusia untuk RI Alexander Ivanov.

8. Kerjasama teknik antara Departemen Keuangan RI dan Bank Kerjasama Negara untuk Pengembangan dan Ekonomi Luar Negeri (Vnesheconombank) di bidang prosedur teknik dalam hal settlement dan keeping accounts, ditandatangani oleh Dirjen Manajemen Utang Departemen Keuangan RI Rahmat Waluyanto dan Deputi Menteri Keuangan Rusia A.A. Storchak.

Perjanjian internasional di bidang militer pada kurun waktu 2004-2009:

1. Minutes of Meeting Between the Republic of Indonesia and the Russian Federation to Promote Bilateral Cooperation in Defense and Security. (Catatan Pertemuan Antara Republik Indonesia dan FederasiRusia Mengenai Peningkatan Kerjasama Bilateral di BidangPertahanan dan Keamanan) Jakarta, 17 September 2004).

2. Memorandum of Understanding Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Russian Federationon Assistance in Implementation of the Program of the Indonesia Russian Military-Techincal Cooperation for 2006-2010. (Memorandum Saling Pengertian Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Mengenai Bantuan Dalam Rangka Pelaksanaan Program Kerjasama Teknik-Militer Indonesia-Rusia Tahun2006-2010). Moscow, 1 Desember 2006.

3. Agrement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Russian Federation on Mutual Protection of Rights to the Results of Intellectual Activity Applied and Obtained in the Course of Bilateral Military-Technical Cooperation. (Persetujuan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia Mengenai Perlindungan Timbal Balik Atas Hak-Hak Hasil Aktifitas Intelektual yang Diterapkan dan Diperoleh Dalam Rangka Kerjasama Bilateral Teknik-Militer.) Moscow, 1 Desember 2006.

Bentuk kerja sama pertahanan yang akan dilakukan dengan Rusia berupa penjualan senjata dan alat pertahanan buatan Rusia kepada Indonesia. Selain itu, juga diusahakan peningkatan kemampuan manajemen perwira dengan bersekolah setingkat Lemhannas di Indonesia atau sebaliknya. Serta peningkatan kemampuan pasukan khusus, misalnya pelatihan spesialisasi pilot pesawat dan spesialisasi awak kapal selam. Rusia memberikan pinjaman state credit 1 miliar dollar AS bagi pengadaan persenjataan Indonesia untuk masa 2006-2010. Kredit negara ini mempunyai keunggulan berupa efisiensi, karena tidak memakai management fee dan syarat lainnya. Kementerian pertahanan RI menggunakan pinjaman yang diberikan Rusia untuk pengadaan helikopter MI-17-V5 dan Helikopter MI-35P beserta persenjataannya bagi TNI AD untuk kebutuhan helikopter serbu dan transportasi; kapal selam kelas kilo dan kendaraan infanteri tempur BMP-3F untuk TNI AL; TNI AU yang menjadi prioritas, akan melengkapi satu skuadron pesawat tempur Sukhoi, dimana sebelumnya Indonesia telah memiliki 4 Sukhoi. Setelah 4 Sukhoi di persenjatai, maka akan dilanjutkan dengan pengadaan 6 Sukhoi, terdiri dari 3 unit Sukhoi SU-27 dan 3 unit Sukhoi SU-30, serta 6 paket peralatan avionic dan persenjataan Sukhoi TNI AU.

Penawaran State Credit sebesar 1 Milyar Dollar AS dari Pemerintah Rusia memiliki periode selama 5 tahun (2006-2010) yang nantinya diambil dari State Credit yang sudah disepakati Pemerintah Indonesia untuk keseluruhan kebutuhan alutsista TNI sebesar 3,7 Milyar Dollar AS sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Jadi total State Credit sebesar 3,7 Milyar Dollar yang akan diperuntukan untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan alutsista TNI periode tersebut ;

Teknis dari proses pembelian alutsista akan dilaksanakan secara bertahap dari tahun pertahun, sehingga dapat diperkirakan sekitar 250-300 Juta Dollar per tahunnya akan diambil dari State Credit 1 Milyar Dollar AS selama jangka waktu 5 tahun. Untuk pembayaran tahun pertama sekitar 220 Juta Dollar AS, uang mukanya akan dibayarkan Menteri Keuangan sebesar 16,4 Juta Dollar dan dilaksanakan tahun 2007, tergantung pencairan APBN.

Dijelaskan pula, dari sekitar 70 persen total State Credit 1 Milyar Dollar AS tersebut akan dipergunakan untuk pengadaan alutsista, antara lain pesawat tempur Sukhoi, Kapal Selam “KiloClass” dan Helikopter Serbu. Sistem kredit negara antara Indonesia dengan Rusia, dilakukan dengan cara yang sederhana tidak berbelit-belit dan tanpa perantara. Misalnya, Kemenhan ingin membeli sebuah alutsista dari Rusia, setelah mendapat persetujuan dari Kementrian Keuangan (Depkeu), maka Kemenhan RI langsung dengan Dephan Rusia yang memiliki kewenangan untuk menunjuk salah satu perusahaan Rusia yang akan memproduksi alutsista yang dibutuhkan RI, misalnya perusahaan Rosoboroneksport. Sehingga Rosoboroneksport yang akan berhadapan dengan Kemenhan RI. Rosoboroneksport mempunyai instansi pendukung lain dalam hal administrasi, seperti pengkapalan, dan angkutan.

Memanfaatkan pinjaman Rusia untuk memperkuat alat pertahanan di Indonesia memberi keuntungan bagi Indonesia di tengah tengah krisis pendanaan untuk pembaruan maupun pemeliharaan alat pertahanan saat itu, Pembelian persenjataan melalui kredit dari Rusia ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat Tentara Nasional Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan wilayah. Penambahan persenjataan tempur akan memberikan efek penghambat kepada negara-negara lain yang mencoba mengusik kedaulatan wilayah Indonesia.

Pengadaan alutsista dari Rusia merupakan pilihan rasional saat industri strategis dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan kelengkapan peralatan dan tekonologi militer. Menggunakan produk Amerika Serikat atau Eropa, selain harganya lebih mahal juga selalu ada hambatan politis yang bisa menyulitkan Indonesia di masa mendatang. Rusia umumnya tidak sulit soal lisensi, izin dan politik. Pembelian alutsista dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, umumnya dirumitkan dengan persyaratan penegakan HAM (dikaitkan masalah Aceh, Poso atau Papua), masalah lisensi, dan prosedur pembelian yang rumit. Pengalaman dengan Inggris misalnya, tank Scorpion dan panser serbu Stromer untuk operasi menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak boleh dipakai di Aceh karena terkait syarat kerjasama hanya untuk pertahanan luar.

Kerjasama pembelian perlengkapan militer dari Rusia dinilai paling menguntungkan. Selain prosesnya tidak rumit, pembelian langsung pada badan yang ditunjuk pemerintah dapat menghemat anggaran 40 persen, karena tanpa melalui pialang. Sistem pembayaran yang diajukan pemerintah Indonesia salah satunya dengan sistem imbal beli alutsista.

Imbal beli alutsista dengan komoditas batubara misalnya, adalah memberikan kesempatan bagi pemerintah dan pengusaha Rusia untuk berinvestasi dalam eksplorasi batubara di Indonesia, bukan menukar komoditas batubara dengan alutsista.

Rusia dalam menjual produk pertahanan militer sama kualitasnya dengan produk yang Rusia sendiri gunakan, tidak ada istilah downgrade. Tidak seperti Amerika Serikat, setiap produk yang dijual, beberapa fitur dikurangi karena takut kalah saing. Rusia juga tidak keberatan dalam hal transfer teknologi dan modifikasi teknologi yang dilakukan oleh Indonesia.

Sebagai contoh pada saat pembelian sukhoi oleh indonesia, pihak rusia lupa menyertakan adaptor pengisian bbm pesawat, akhirnya teknisi Indonesia melakukan sedikit modifikasi pada adaptor pengisian bbm milik A-4 skyhawk, dan akhirnya Sukhoi bisa terbang perdana dari pangkalan TNI AU. Pihak rusia sama sekali tidak keberatan dengan hal ini.

Pengadaan alutsista dari Rusia merupakan pilihan rasional saat industri strategis dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan kelengkapan peralatan dan tekonologi militer. Kerjasama dengan Rusia merupakan salah satu cara Indonesia untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Amerika Serikat dalam bidang persenjataan yang saat itu sudah mencapai 70 persen. Akibat embargo militer Amerika Serikat terhadap Indonesia hampir empat belas tahun, mengakibatkan kondisi alutsista TNI buatan Amerika Serikat sangat buruk, karena tidak adanya pemeliharaan dan perawatan suku cadang dari Amerika Serikat.

Bagi Indonesia, inovasi sistem pembelian senjata penting dilakukan untuk mengurangi beban devisa dan efek-efeknya pada neraca pembayaran, serta menstimulasi perkembangan industri pertahanan domestik. Beberapa alasan Indonesia memilih Rusia sebagai negara produsen persenjataan militer terbaru bagi TNI, yaitu :
1. Sejarah hubungan militer Indonesia-Rusia.
2. Kemudahan persyaratan kerjasama bidang pertahanan militer dari Rusia.
3. Rusia lebih fleksibel mengenai harga seperti bisa dibayar dengan komeditas yang dimiliki Indonesia.
4. Rusia memiliki tekonologi militer yang sepadan dengan Eropa dan USA.

Archipelagic Warfare

Wilayah negara Indonesia memiliki konfigurasi geografi yang khas dimana sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan dengan ditebari pulau-pulau besar dan kecil berjumlah 17.499 pulau. Dengan wilayah laut yang sangat luas apabila dikaitkan dengan tuntutan National Security yang harus diwujudkan, jelas NKRI membutuhkan Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang banyak, proporsional dan modern, karena selain untuk mempertahankan serta mengatasi serangan dari luar melalui laut, juga dibutuhkan eksistensi kehadirannya sebagai penegak kedaulatan dan keamanan negara di laut. Kondisi perairan Indonesia baik ditinjau dari geostrategik, geopolitik maupun geoekonomi memiliki peran sangat penting bukan saja bagi bangsa Indonesia, namun juga bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik bahkan global. Sejalan dengan itu, TNI AL harus memikul tanggung jawab yang sangat besar untuk dapat menciptakan keamanan di seluruh perairan yurisdiksi nasional. Laut yang luas dan kaya akan sumber daya alam sangat diperlukan bagi kelangsungan pembangunan bangsa, sehingga mutlak diperlukan pembangunan kekuatan matra laut yang optimal dan signifikan.

Kondisi Geografi Indonesia.
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri dari rangkaian pulau-pulau besar dan kecil serta dipisahkan oleh laut dan selat serta memiliki karakteristik yang bervariasi. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairan Indonesia yang terbentuk oleh dangkalan Sahul di sebelah Timur dan dangkalan Sunda di sebelah Barat.

a. Luas Wilayah. Dengan luas wilayah sekitar 7,7 juta Km2, dua per tiga dari luas wilayah tersebut, yaitu 5,8 juta Km2 adalah terdiri dari lautan, sedangkan sisanya seluas 1,9 juta Km2 merupakan daratan, sehingga menjadikan negara Indonesia disebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (The biggest archipelagic state in the world).

b. Konfigurasi Wilayah. Kondisi konfigurasi wilayah Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Posisi Geografi. Indonesia berada pada daerah khatulistiwa yang terletak antara dua benua yaitu Asia dan Australia serta dua samudra yaitu Hindia dan Pasifik. Dengan posisi ini menjadikan wilayah Indonesia dikelilingi dan berbatasan langsung maupun tidak langsung dengan 10 negara, yaitu Vietnam, Thailand, India, Malaysia, Singapura, Philipina, Timor Leste, Australia, Palau dan Papua Nugini.

2) Konfigurasi Kepulauan. Konstelasi geografi kepulauan yang tersebar sepanjang wilayah Indonesia terdiri atas gugusan pulau, pantai, pantai berbakau, karang, selat-selat sempit, laut antara dan kedalaman yang beragam. Indonesia memiliki 5 buah pulau besar, yakni Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua disamping 30 gugus pulau kecil. Pada dasarnya kepulauan Indonesia terbagai atas 3 (tiga) kelompok gugusan kepulauan, yaitu:

1) Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan terletak pada gugusan Pulau Sunda Besar (Sunda Shelf).

2) Pulau Irian dan Kepulauan Aru terletak pada gugusan Sahul (Sahul Shelf).

3) Pulau-pulau Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi merupakan gugusan pulau Sunda Kecil

3) Akses Maritim. Di wilayah perairan Indonesia terdapat banyak akses maritim berupa Selat, Laut Antara dan Corong- corong Pendekat (choke point) yang menghubungkan ZEEI dan laut pedalaman.

c. Hidro Oseanografi. Bentuk geografis Indonesia yang berupa gugusan pulau memberikan karakter/sifat tertentu pada masalah hidro oceanografi yang ada. Dengan banyaknya selat dan laut antara, akan memberikan pengaruh terhadap aliran arus yang secara langsung dapat mempengaruhi parameter-parameter karakteristik air laut seperti salinitas, arus permukaan, arus pasang surut dan arus pantai, kerapatan/densitas, transparansi dan warna air laut, suhu air laut, kedalaman laut (Bathymetry) dan karakteristik dasar laut, disamping itu juga akan memberikan pengaruh terhadap kondisi meteorologinya. Karakteristik ruang/dimensi udara di wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim laut sebagai akibat luas lautan yang lebih besar dibandingkan daratan yang tersusun dalam bentuk pulau-pulau. Demikian pula dengan karakteristik geografis kepulauan memberikan pengaruh pada parameter meteorologi seperti angin permukaan, angin lokal/pantai, pembentukan awan dan suhu udara yang memberikan pengaruh pada visibilitas, cuaca dan sea state.

Dengan mengacu pada kondisi dan konstelasi geografis serta pengaruh hidro oseanografi tersebut, maka Indonesia dapat memanfaatkannya dalam sistem pertahanan negara. Bentuk fisik Indonesia sebagai negara kepulauan akan memberikan keuntungan baik yang bersifat strategis, operasional maupun taktis bagi kita sebagai pihak yang bertahan. Pemanfaatan konstelasi dan karakteristik negara kepulauan inilah yang diwujudkan dalam bentuk konsep peperangan laut kepulauan (Archipelagic Warfare).

Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN) pada hakikatnya merupakan “strategi pertahanan negara yang dilaksanakan di laut.” Strategi ini dirumuskan berdasarkan konsep Strategi Pertahanan Nusantara yang mengacu kepada dinamika atau perkembangan lingkungan strategis dan kemampuan sumber daya nasional yang tersedia. Strategi yang digunakan dalam pelaksanaan SPLN adalah:

1) Strategi Penangkalan. Strategi penangkalan atau detterence strategy ini diarahkan untuk mencegah niat dari pihak lawan atau pihak yang ingin mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI serta mengancam kepentingan nasional RI.

2) Strategi Pertahanan Berlapis. Strategi pertahanan berlapis atau layered defence strategy dilaksanakan untuk meniadakan atau menghancurkan ancaman dari luar melalui gelar kekuatan gabungan laut dan udara di medan pertahanan penyanggah, medan pertahanan utama dan daerah perlawanan.

3) Strategi Pengendalian Laut. Strategi pengendalian laut atau sea control strategy diarahkan untuk menjamin penggunaan laut bagi kekuatan sendiri dan mencegah penggunaannya oleh kekuatan lawan.

image001

SPLN ditata untuk menghadapai serangan dari luar dengan medan juang sebagai berikut :

1) Medan pertahanan penyanggah adalah daerah pertahanan Lapis I yang berada di luar garis batas ZEEI dan lapisan udara di atasnya

2) Medan pertahanan utama adalah daerah pertahanan Lapis II mulai dari batas luar laut teritorial sampai dengan ZEEI dan lapisan udara di atasnya.

3) Daerah Perlawanan adalah daerah pertahanan Lapis III yang merupakan daerah perlawanan, meliputi laut teritorial, perairan kepulauan dan pantai yang dibangun atas dasar sejumlah daerah pangkal perlawanan sebagai intinya.

Musuh yang mengancam dan hendak menyerang masuk ke wilayah laut yurisdiksi nasional pasti akan melalui Lapis I (Medan pertahanan penyanggah) dan Lapis II (Medan pertahanan utama). Untuk memukul musuh baik di lapis I maupun Lapis II sangat diperlukan unsur-unsur KRI (Kapal Selam, Korvet, Fregat) maupun unsur Udara yang modern, canggih dan jumlah yang banyak, mengingat wilayah laut Indonesia yang sangat luas.

Mencermati dan menyadari kondisi bangsa serta kemampuan kekuatan TNI AL yang dimiliki, maka TNI AL berupaya semaksimal mungkin untuk mampu bertempur di luar Lapis I (Medan Pertahanan Penyanggah) maupun di Lapis I hingga Lapis III (Daerah perlawanan) menggunakan Strategi peperangan laut kepulauan dengan memanfaatkan kondisi geografi dan hidro oseanografi. Untuk itu diperlukan beberapa alutsista yang nilai nominalnya kecil tetapi mampu memberikan dampak perlawanan yang besar dengan taktik dan strategi yang tepat untuk digunakan, seperti KCR (Kapal Cepat Rudal), Ranjau, Pesawat udara, Kapal Selam, Radar dan Meriam/Rudal pantai.

Peperangan Laut Kepulauan. Archipelagic Warfare pada intinya adalah upaya mempertahankan kedaulatan wilayah yurisdiksi nasional Indonesia dengan kemampuan dan kekuatan TNI AL yang dimiliki serta mampu melaksanakan pengendalian laut melalui pemanfaatan kondisi dan konstelasi geografis Indonesia. Pengendalian laut dilakukan untuk menjamin kebebasan pihak sendiri untuk menggunakan laut, khususnya GPL yang ada dan dalam waktu tertentu dan sebisa mungkin menghalangi penggunaannya oleh pihak lawan.

1) Strategi Peperangan Laut Kepulauan. Penggunaan strategi pada peperangan kepulauan sangat penting dalam mengatur kekuatan dan kemampuan alutsistanya, beberapa strategi yang mendukung dan dapat diaplikasikan, antara lain:

a) Blokade (Blockade) yaitu kemampuan untuk memblokade lawan agar tidak mampu bergerak secara leluasa dan menggiring ke daerah yang diinginkan.

b) Pertempuran Menentukan (Decesive Battle) yaitu berhadapan langsung dengan kekuatan lawan bila kekuatan lawan dapat diceraiberaikan.

c) Armada Siaga (Fleet in Being) atau Gerilya Laut yaitu menghindari pertempuran yang menentukan, dan hanya menyerang bila yakin kekuatan kita telah unggul.

2) Taktik Peperangan Laut Kepulauan. Untuk mendukung pelak-sanaan dari strategi peperangan yang digunakan, maka dibutuhkan taktik peperangan yang mampu memanfaatkan kondisi dan konstelasi geografi serta kekuatan dan kemampuan TNI AL yang dimiliki, antara lain

a) Hit and Run, yaitu taktik tembak dan lari, digunakan oleh KCR apabila posisi musuh sudah yakin diketahui. Kapal cepat kecil bersenjatakan rudal yang mudah dibawa dapat memberikan perlawanan yang tidak bisa dianggap remeh oleh unsur permukaan lawan. Untuk itulah dalam mengaplikasikan unsur ini, TNI AL telah memodifikasi PC (Patroli Cepat)-36 menjadi PC-40 dengan harapan ke depan TNI AL mampu menciptakan Rudal Nasional yang akan dipasang pada PC ini.

b) Lure and Destroy, yaitu taktik memancing lawan menuju daerah yang diinginkan dan menghancurkannya bersama-sama dengan unsur lain termasuk meriam pantai.

c) Deception, yaitu taktik pengelabuhan/kamuflase yang dilakukan dengan melaksanakan penyamaran dan memanfaatkan kondisi lingkungan.

d) Peranjauan. Ranjau merupakan senjata yang „murah? tetapi memiliki daya hancur yang efektif, mudah dioperasikan dan dapat disebarkan melalui kapal atas air, kapal selam dan pesawat udara. Ranjau juga merupakan senjata yang „ditakuti? karena dapat menimbulkan dampak ketakutan baik bagi pihak militer yang menjadi lawan maupun kapal niaga yang tidak ikut dalam konflik dan pertempuran, sehingga penggunaan ranjau dapat menimbulkan dampak penangkalan (deterrence). Dengan karakteristik perairan Indonesia yang rata-rata dangkal, maka peranjauan merupakan taktik yang efektif untuk diterapkan dalam Peperangan Kepulauan. Peperangan ranjau dapat diterapkan hampir di seluruh perairan Indonesia karena kedalaman yang memungkinkan. Dan, apabila dikaitkan dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, peperangan ranjau merupakan solusi yang baik karena harganya yang relatif murah.

image004

e) Penggunaan Meriam/Rudal Pantai. Mengingat kondisi geografi Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan selat-selat sempit, maka penggunaan radar pantai, artileri pantai, rudal jelajah anti kapal serta meriam pantai jarak jauh akan sangat efektif dalam penerapan strategi peperangan kepulauan. Radar pantai bersifat mobil, sehingga radar ini sulit untuk dicari dan dihancurkan oleh lawan. Artileri pantai penggunaannya bukan untuk pertahanan pantai atau pertahanan pangkalan, tetapi justru untuk menghancurkan unsur lawan yang melalui perairan sempit/selat tersebut. Rudal jelajah anti kapal permukaan yang digunakan dapat bersifat mobil dan bergerak sendiri (self-propelled) atau tetap (Fix), tidak mudah ditemukan dan dihancurkan oleh lawan dengan menggunakan “amunisi pintar” (smart precision ammunition). Penggunaan meriam pantai untuk menyerang kapal lawan memiliki beberapa kelemahan, yaitu jarak jangkaunya terbatas dan akurasinya maksimal pada jarak 30 km. Namun meriam pantai memiliki keuntungan bahwa proyektil meriam sulit ditangkis.

f) Naval Guerilla, yaitu Taktik Gerilya Laut yang dilaksanakan dengan cara pendadakan (Surprise), Pemukulan Cepat (Quick Strike) dan Sembunyi (Hide). Dengan cara :

Operasi Kapal Permukaan tipe Korvet atau KCR.

Operasi Kapal permukaan tipe Korvet atau KCR sangat tepat bila dilaksanakan di wilayah kepulauan atau gugusan pulau dan dapat semaksimal mungkin mendekat ke pulau atau pantai serta seminimal mungkin menggunakan alat deteksi yang ada di atasnya. Bila mungkin, pendeteksian dilakukan oleh platform lainnya atau dengan menggunakan sistem deteksi akustik permanen di dasar laut untuk mencegah intersepsi musuh dengan ESM.

Kapal permukaan harus dapat bermanuver dan berpindah dengan cepat dan aman pada track yang terdekat dengan garis pantai, baik untuk menuju tempat peluncuran (launching site) berikutnya atau untuk bersembunyi. Untuk itu, diperlukan kapal dengan dimensi kecil tetapi memiliki rudal permukaan ke permukaan dalam jumlah yang memadai. Penyerangan juga dapat dilakukan dengan kapal cepat kecil yang dilengkapi peluncur rudal jarak menengah atau jarak dekat apabila kapal lawan beroperasi sangat dekat ke pulau atau pantai.

Operasi Kapal Selam.

Kapal selam dapat digunakan untuk melakukan hit and run, penggunaannya disesuaikan dengan kedalaman dan tipe kapal selam yang telah kita punyai. Dalam gerilya laut, kapal selam dapat menempati posisi tunggu dengan duduk di dasar atau berada pada jarak yang cukup jauh dari pesisir untuk menunggu unsur-unsur lawan. Namun demikian, posisi tunggu kapal selam ini harus dapat terjangkau oleh senjata anti udara kawan baik KRI atau dari darat, yang dapat memberikan perlindungan bila terjadi serangan udara musuh.

Keuntungan taktis tersebut akan menjadi lebih besar apabila kapal selam dengan pendorong diesel menggunakan sistem air independent propulsion (AIP) atau pendorongan bebas udara. Dengan kemampuan tersebut, kapal selam konvensional dapat tinggal lebih lama di bawah permukaan. Hal ini akan menyamai kemampuan kapal selam nuklir tetapi tetap mempertahankan keunggulan kapal selam konvensional. Performa kapal selam konvensional juga akan meningkat, bila dapat dilengkapi dengan kombinasi rudal-torpedo untuk anti kapal selam atau rudal anti kapal permukaan. Dengan persenjataan tersebut jangkauan pukulan kapal selam akan semakin meningkat, bila dibandingkan dengan hanya menggunakan torpedo.

Operasi Pesawat Udara

Dengan kemampuan yang terbatas, pesawat udara TNI AL dapat dioperasikan dekat dengan pesisir atau pulau pulau. Pesawat udara berbasis darat juga dapat digunakan sebagai platform untuk melakukan deteksi atau untuk melancarkan serangan terhadap unsur permukaan atau bawah permukaan lawan.

Namun demikian, dalam konsep peperangan modern, peran satuan udara armada (fleet air arm) akan semakin menonjol. Untuk itu, TNI AL harus memiliki pesud dengan sayap tetap atau sayap putar yang memiliki kemampuan deteksi dini, AKS bahkan anti kapal permukaan.

Operasi pesawat udara sendiri ini juga harus berada dalam jangkauan senjata anti udara pihak kawan untuk melindunginya dari serangan udara lawan. Jadi, terdapat suatu hubungan yang saling melindungi dari unsur udara dan permukaan dalam konsep gerilya laut ini.

Implementasi peperangan kepulauan.

a) Di wilayah pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Lepas/ Samudra. Implementasi ini diaplikasikan pada pantai-pantai di lima wilayah kepulauan besar yang berhadapan langsung dengan laut lepas/ Samudra. Struktur kekuatan terdiri atas kapal permukaan jenis PKR, Kapal selam, Pesawat udara dan Pangkalan.

image006

b) Di Wilayah Corong-corong Strategis Selat-selat/Sempitan dan Gugusan Kepulauan. Struktur kekuatan terdiri atas kapal permukaan jenis PKR, KCR, KCT, Meriam/Rudal Pantai, Pesawat udara dan Pangkalan.

c) Di perairan dangkal termasuk tempat-tempat pendaratan amfibi dengan penyebaran ranjau.

d) Di perairan dalam termasuk ALKI dengan struktur kekuatan kapal selam.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang didominasi oleh laut sebenarnya dapat dimanfaatkan bagi upaya pertahanan negara. Perairan yang dangkal dan jarak pulau yang relatif dekat dapat dimanfaatkan oleh unsur-unsur permukaan, udara maupun bawah air untuk bergerak tanpa dideteksi. Strategi Peperangan Kepulauan merupakan bagian dari strategi operasional matra laut, yang difokuskan dalam upaya melakukan pertahanan terhadap ancaman militer. Dan hal tersebut diterapkan dengan memanfaatkan bentuk dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Untuk itu, segala hal yang menyangkut sarana maupun prasarana serta kondisi alam itu sendiri harus disiapkan sejak dari masa damai.  TAMAT

“NKRI harga mati!”

by. Pocong Syereem

Bagikan :

  262 Responses to ““TRUE STORY” Indonesia Rusia (9)”

  1.  

    I

  2.  

    Selamat pagi

  3.  

    OM PS…saya terharu baca intro om di tulisan ini…om mo kemana?…seberat itukah tantangan kedepan?

  4.  

    Balik sr

  5.  

    Izin nyimak

  6.  

    Cari seat No.3 lanjut SR lagiii…

  7.  

    7 besar

  8.  

    Good story….

  9.  

    Mantap bung PS, lanjutkan!!!!

  10.  

    Alhamdulillah…artikelnye bung PS dah nongol…pantes az ayah beye ngasih kejutan ke putin sambil main gitar nyanyiin lagu selamat ultah..ane rasa para pemimpin lain pade melongo kali ya apalagi si abbot kesel bin dongkol kali ya atinye ….om putin di istimewain ama ayah beye hehehehe..ga taunye ayah beye ma om putin dah akrab banged rupanya…dari babaran bung PS diatas dah bisa ditebak cluenye,pasti alutsista gahar dah dikasih ke ayah beye ama om putin,cuman bung PS ga mau hoaxnye ditongolin kali takut banyak yg muntah…emang judulnye true story tapi alutsista yg dikasih ga dibabarin ma bung PS..gpp deh yg penting ane bangga punya pemimpin kaya ayah beye..semoga ayah beye panjang umur, sehat selalu dan trs memajukan bangsa ini dg pemikiran & ilmunye yg di punya agar jadi bangsa yg maju.. amiin..!! Nambah lagi dah jiwa nasionalisme ane..trims bung PS artikelnye..jgn lupa buat artikel Lagi yg lebih heboh & sedikit ade hoaxnye gitu..!!

    …NKRI HARGA MATI…

    •  

      Bung PS,terimakasih banyak untuk artikelnya yang dahsyat. Bung Ismed,meski gak dibabarin namun berdasarkan strategi militer NKRI dpt dikunyah jikalau gahar alutsista kita. Jika pernah main Empire Earth sudah sangat cukup untuk pertahanan. Sedikit balistik dan destroyer plus beberapa heavy fighter sudah cukup untuk masuk dan buang asap di territorial neg Musang. Yg paling penting,kuat dan tidaknya suatu negara tergantung dari rakyat dan army nya untuk NKRI. Itu yang esensial dan unik.

      Untuk semua para pinisepuh,thanks banyak ilmunya dan bakar terus SEMANGAT kebangsaan!

      •  

        nambahin dkit bung SUKROV..ditmbh dgn armada nuclear bomber untuk mghncurkn objek2 vital lawan scara cepat & mmbrikn efek yg signifikan.
        (bwt antisipasi apabila rudal balistik mmpu di intrcept hanud lawan)

    •  

      itu diatas saya menuliskan banyak clue kok Bung hehehe… silahkan dikunyah dan dicerna :mrgreen:

      •  

        @Ndan PS

        ane cuman nemu clue bahwa apa yg dipake kita, spesifikasinya sama persis dari Rusia (bahkan mungkin lebih), sama Pengadaan Kiloclass, yg jelas2 udah berenang di mari dari dulu”.

        nah kalo yang di prioritaskan TNI AU, brarti ga salah donk kalau SU35 & TU22 (bahkan mungkin pakfa) bisa kita akuisisi ya Ndan.. juga mutant” kita..

        maap analisa kuli kontruksi..

      •  

        iya mengklarfikasi beberapa hal yg masih burem selama ini he he he

      •  

        betul bung@PS
        dah banyak bocor halus sampai2 gak nyadar kalau angin dah pada keluar..he.he.he
        seperti disampaikan bung@Nara, bahwa di alinea awal & akhir banyak bocor halusnya..
        ibarat bung PS bilang makan mie diresto cina ….
        dah tentu kalau makan mie diresto cina pasti alat yang dipakai adalah “sumpit”
        nah ini jelas tergambar dari strategi yang dibabarin ma bung@PS..

        siap salah ndan..
        maklum kuli..he.h.ehhe

  11.  

    Luar biasa strategi tempur TNI salut banget…bung@pocong sereem dua jempol buat anda

  12.  

    saya kutip sdkt kt2nya yg paling kusuka,..Kerjasama dengan Rusia merupakan salah satu
    cara Indonesia untuk mengurangi
    ketergantungan Indonesia terhadap Amerika
    Serikat dalam bidang persenjataan yang saat
    itu sudah mencapai 70 persen. Akibat embargo
    militer Amerika Serikat terhadap Indonesia
    hampir empat belas tahun, mengakibatkan
    kondisi alutsista TNI buatan Amerika Serikat
    sangat buruk, karena tidak adanya
    pemeliharaan dan perawatan suku cadang dari
    Amerika Serikat….mantap

  13.  

    Ulasannya sangat komprehensif bung PS… sy ingin bertanya sedikit, apakah fasilitas state credit kita yg jumlahnya US$ 3,7 untuk memenuhi RPJM kita sudah terpakai semua?

    •  

      koreksi *US$ 3,7 milyar

    •  

      sudah Bung, hayo dibeliin apa aja? hehehe… :mrgreen:

      •  

        Dibeliin maenan buat TNI AU dan TNI AL pastinya plus karet gelang buat jepret pespur atau kaprang nyasar hehehe :mrgreen:

      •  

        Wah lontong gembrot nih agak tercium baunya :mrgreen:

        •  

          si Paus ya bung @AFN. saya juga setuju pendapat anda bung..
          juga destro”, yang termasuk udah datang beberapa waktu lalu.

          salam kenal bung AFN

          •  

            Logikanya kredit 3,7 itu banyak banget hehehe pastinya yang dibungkus gak main”.. kmrn juga ngorek info topan dr bung PS, sempet agak skeptis sih dana dari mana.. tpi klo ada 3,7 … semuanya jadi masuk akal hehehe :mrgreen:

            salam kenal juga bung pordjo

      •  

        Dari tulisan anda yg tersurat ada 2 kilo class bung PS yg masuk dlm state credit, sy tidak tahu yg tersirat dibelakang itu… tapi ok lah sy tidak perlu terlalu mengorek lebih jauh apabila memang itu bukan konsumsi publik, buat sy sebagai rakyat awam yg terpenting adalah TNI ada saat dibutuhkan dan bisa menjadi pelindung rakyatnya karena sejatinya TNI itu berasal dari rakyat dan untuk rakyat…. salam hangat dan hormat dari saya bung PS.

  14.  

    Keren banget artikelnya

  15.  

    Mata kuliah tingkat dasar lemhanas dari ndan ps….. mungkin, imho.

  16.  

    Ikut absen dulu..slmat pagi bung admin..bung ps n sspuh laenya..slam damai n smoga sjahtra slalu warga jkgr ..sehat baik cageur bageur lahir batin..amin.. Balik lgi keatas baca dulu..hee..

  17.  

    Kalo artikel yg ada bau2 rusia nya pasti rame dah :mrgreen:

    •  

      bner jg y bung…klo yg brbau RUSIA jrg da yg mghujat ato sntimen.
      pkokny appn yg tlh dibeli atw direncnakn olh pmerinth,kmenhan maupun tni,,,pstilh itu yg trbaik…krna mrk lah yg lbh tau..mrk yg lbh brkompten,&mrk lah userny.
      sbgai wrga negara kita wjib mndkung& mndoakn,,smga negara ini sllu dberi keamanan,,prlindungn & ksjahteraan..amiin
      (btw ndan PS neh da prnah bk puasa dlm laut blm y?)

  18.  

    bung ps true story hiu kencan dah selesi nih..yaaa padahal pgen tau kisah2 serem dn mistri dri awk hiu kncana..khususy pantai selatan..ap prnh ks brtemu kapal hantu miliknya flaying dactman..hehehe..mantap bung ps..salam..

  19.  

    bung PS akan semakin sibuk, pertanda apa ini ya?

    •  

      bung PS mungkin sibuk ngebungkus alutsista yang mau diborong dari Rusia ke Indonesia kali…..

    •  

      pertanda baik kok Bung hehehe… salam hangat untuk Bung berdua :mrgreen:

      •  

        Bung PS,.selamat menempati “posisi” yg baru.. jangan lupa sebelum duduk di kursi priskop mengucapkan Basmallah.. heheheh.. 😛

        #belajar_hoax_ah…hehehe.. 😀

        •  

          Wah… bung PS, bancaan dong hehehe… kerang”nya di keluarin, hoax”nya d babar d meja makan biar hoax hoex :mrgreen:

        •  

          walah posisi apa Bung PW hahaha… kalo Basmallah… Insya Allah sebelum mengerjakan sesuatu saya selalu mengucapkannya, salam hangat Bung, salam untuk teman-teman disana, selamat Bertugas :mrgreen:

          •  

            posisi-nya yg nganu itu Bung PS.. heheh.. siap L**********A.. selamat bertugas juga buat anda.. salam anda akan saya sampaikan..

          •  

            mantap bung PS, selamat kalo bgitu buat bung PS 🙂

          •  

            halah opo maneh toh iki Bung Poker hehehe… :mrgreen:

          •  

            Selamat buat bung PS! Kayaknya sdh bintang satu yah, hehehe

          •  

            Pengen sekali – sekali kopdar… ayok para pinisepuh yang mampir ke batam atau kebetulan sandar. Bisa contact saya….mari di mari…

            InsyaAllah kami berusaha menjadi sohibul bait yang baik dan benar..

          •  

            wah… selamat ya ndan PS.. moga tambah banyak bintangnya..
            salam hangat untuk anda & keluarga

          •  

            selamat bung PS, amanah yang besar. Terima kasih

          •  

            Malam warjagers

            Wah ketinggalan berita….ikut ucap selamat juga bung @ps, berhubung awam ga tahu sikon sebenarnya….tapi ikut senang, salah satu kontributor berkualitas kita mendapatkan kesempatan lebih baik untuk mengabdi pada ibu pertiwi…:D

          •  

            Malam warjagers

            Wah ketinggalan berita….ikut ucap selamat juga bung @ps, berhubung awam ga tahu sikon sebenarnya….tapi ikut senang, salah satu kontributor berkualitas kita mendapatkan kesempatan lebih baik untuk mengabdi pada ibu pertiwi…:D

            Salam sejahtera buat semua

          •  

            bung@PS..

            selamat menjalankan amanah untuk menjaga kami NKRI, sukses selalu buat bung @ PS bersama team hantu (hiu kencana)..
            Tuhan beserta bung@PS & team juga keluarga yang berada didaratan menanti / menunggu dengan doa..

            salam

  20.  

    pokoknya tak tunggu cerita yg lain yg gak kalah seru
    ndan ps sibuk krn naik jabatan ya?
    hayo ngaku,,

  21.  

    kalau kamerad PS sibuk itu artinya KS yang segede gaban udah dateng. Saya minta poto mesinnya aja ndan.

  22.  

    Mantap

  23.  

    manteb artikelnya.. terima kasih bung PS.. atas waktu dan pemikirannya dalam memberikan pencerahannya… dan ditunggu lagab jilid iii nya..

  24.  

    Seandainya Om BY nyapres lg, ane yakin, sebagian besar warga warjag akan milih beliau. Berharap banget Om BY akan maju lg periode selanjutnya. Amin…

    #ngarep bingits mode_ON

  25.  

    Strategi yg jitu. Jayalah NKRI, majulah bangsaku. Was

  26.  

    <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!!
    Mengharukan bung ps…. karena warjager gagal orgasme smua… smoga kita d beri ketabahahan dalam membaca artikel bung PS

  27.  

    @ Bung PS. Salam Kenal. Nulis nya habis sahur ya…? Setelah baca isinya kayaknya nggak nyambung sama true story sebelumnya dah. Jadi kenapa mesti TAMAT…? Itu, pantesnya yang ngeluarin Bung Jalo. Jadi ane anggap sendiri cerita “TRUE STORY HIU KENCANA” nya belum tamat ya……ditunggu seri terakhir sebenarnya. BTW, terima kasih artikel nya.

  28.  

    12 thn lebih kita kena embargo …
    apakah kita msh blm bisa menentukan siapa sahabat sejati ???

  29.  

    thank mr PS
    dtunggu artikel lainnya yg ctar membahana

  30.  

    Mantab Ndan PS@ salut…cuma sayang tamat, mudahan ada serial lainnya yg mengulas kisa-kisah heroik awak kapal bawah air lainya. Salam

  31.  

    Trims, ndan ps
    Waduh dapat promosi jabatan rupanya bung ps, semoga sukses selalu menyertai bung ps,
    Tetep dinati lho komen komen nya dan clue nya bung ps
    Salam nkri

  32.  

    malah tamat ya,mantap smua ceritanya bung hehe

  33.  

    Kok..tamat! Jadi tanda tanya ni..yg tamatnya cerita TS nya atau warjagesnya gak mau lagi nongol..atw dah kena warning! smuanya..saya harap masih ada hoax2 yg lebih seru..back to SR..

  34.  

    alhamdulillah…walau dah tamat alias khatam akhirnya muncul juga pencerahan dari bung @ ps…semoga bung ps sekeluarga sehat selalu dan lancar dalam menjalankan tugas…
    Salam hangat

  35.  

    Terimakasih atas artikel bersambungnya bung@PS, semoga bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi semua pembaca yg setia mengikuti cerita bersambungnya. Atas amal baiknya, semoga mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan Bung@PS sekeluarga selalu dalam kondisi sehat dan selamat.amin.

    •  

      Terima kasih Bung, oya ngomong-ngomong saya bisa nitip kerang ndak dilapak ayam potongnya Bung, hahahaha….. salam hangat untuk anda dan keluarga :mrgreen:

  36.  

    whooosaa… akhirnye bocor juga hehehe…. apa nggak kena toyor ndan. ampun dah bagi ane cukup clue nya.

  37.  

    kok kisahnya sdh tamat ndan PS…ditunggu kisah seru lainnya ya ndan.

    Met bertugas ndan”

    …NKRI Harga Mati…

  38.  

    Makasih Bung PS, di sela-sela kesibukan masih menyempatkan nulis artikel mantep ini.
    Sepertinya tidak ada detil yang perlu ditanyakan lagi, buat rakyat awam seperti saya secara garis besar sudah sangat jelas. Walaupun gitu, mata kuliah s1nya boleh tamat, tapi mata kuliah s2nya masih ditunggu….salam hormat bin 2 jempol!

  39.  

    Strateginya mantep..

  40.  

    True Story : Awak Hiu Kencana nya dah tamat di Episode 10..

    Ditunggu True Story ( The Epic ) : Awak Hiu Kencana NG / Next Generation nya Bung@PS 🙂

    •  

      Trs klo yg The Epic : NG nya dah tamat jg, ditunggu lg yg Serial :
      True Story : Black Shark,
      True Story : Golden Shark,
      True Story : Awak Hiu Kencana ( Return ),
      True Story : Hiu Kencana ( Forever ), dst dst :mrgreen:

      Pokoknya nie Bung@PS kerja keras deh.. :mrgreen:

      •  

        waduh, banyak amat permintannya Bung, hahaha… Insya Allah ya Bung :mrgreen:

        •  

          yang paling dirunggu kedepannya “True Strory Awak Paus” @ndan PS. hehehe

          salam hangat ndan

        •  

          masih kurang banyak ya Bung.??

          nie saya tambahin lg judulnya :
          True Story : Awak Hiu Kencana ( Tour of Duty ), jilid 1 sampe 12.
          True Story : Awak Hiu Kencana ( Modern Warfare ), Jilid 1 smpe 12.
          True Story : Awak Hiu Kencana ( Behid Enemy Line ).

          Ntar klo semua Episode ini dah kelar, kita bikin Novel aj Bung, pasti laris manis ngalahin Novel Harry Potter nya J.K Rowling.

          Dan saya jamin pasti Best Seller & saya adalah org yg pertama beli & dapet tanda tangan dari Bung@PS. :mrgreen:

  41.  

    mantabb sekali artikel nya Bung PS,….salam hormat ….NKRI harga mati

  42.  

    Jangan Lupa Jas Merah..MAN BEHIND THE GUN……yg penting berlatih terus berlatih untuk menjadi yg teruji di medan perang..

  43.  

    gile da 46…rossi dah

  44.  

    dengan belasn ribu pulau dan jutaan kilometer laut, Indonesia perlu 1000-2500 unit Kapal Perang dari berbagai varian, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sudah saatnya dari idealnya indonesia memiliki 1000-2000 kapal perang, indonesia perlu 500 unit kapal destroyer dan 600 unit kapal real fregat, dan sisanya utk PKR, Korvet, KCR 60m, 105 m dan 45 m, LPD, LST, Kapal Pemburu Ranjau, Kapal Cepat Torpedo, jumlah tersbeut di atas tidak termasuk dengan 700 unit Kapal Tangker, 100 unit kapal survei hidrografi, dan Kapal selam, untuk kapal selam indonesia perlu pengadaan 200-300 unit kapal selam. kemudian saatnya Indonesia perlu membekali angkatan laut kita dengan 200 unit pesawat tempur yang dapat terbang rendah guna menghindari deteksi radar kapal perang permukaan dan kapal selam lawan dan 300 unit heli anti kapal selam dan anti kapal permukaan, indonesia perlu mengadakan dan memperbanyak panser dan tank amphibi hingga jumlahnya ribuan dan bahkan kalau perlu sampai puluhan ribu unit. indonesia perlu 70-80 unit pesawat peringatan dini untuk disebar di seluruh indonesia. untuk TNI A.U indonesia perlu 900 unit pesawat tempur-1200 unit, Indonesia juga perlu menambah 700 unit heli angkut yg dipersenjatai dan 300 heli serang, serta 400 unit heli serbu, indonesia perlu ribuan tank MBT, puluhan ribu tank medium dan panser dng canon cal 90-105 mm, juga canon double 8 laras cal 12, 7 mm, indonesia perlu menambah dvisi marinir sampai berjumlah 12-16 divisi, 7 divisi pasukan katak, divisi kostrad sampai berjumlah 18 divisi, pasukan kopasus sampai berjumlah 8 divisi, pasukan angkatan udara sampai berjumlah 18 divisi, paskhas sampai berjumlah 8 divisi, pasukan cadangan sampai berjumlah 4 juta orang, indonesia perlu pengadaan 1700 unit juveline, 2500 unit NLAW, di tiap 200 m disepanjang garis pantai di pasang rudal pertahanan pantai dan pertahanan udara, dipasang radar, dan mercu suar, serta dibangun pos2 penjagaan.

  45.  

    asal pejabat dan pegawai di semua instansi tidak korup

  46.  

    Lha…kok tamat?mau ganti judul ya?lagi sibuk untuk antisipasi tgl 22 ya?

  47.  

    inilah intinya the true history” semuanya sudah ada dalam perjanjian kerjasama di atas.
    thanks bung ps.

    •  

      sama-sama Bung, salam hangat :mrgreen:

    •  

      Bung bima@ betul bung, itulah true story at 2004-2009 timeframe… Itupun yg dibabar jg hanya sebatas kerangka cerita tanpa detail dari kisahnya. Dari situ, kita sebagai orang awam dituntut untuk berfikir jika ingin tahu kisah dan jumlah detailnya krn itu memang bukan untuk konsumsi kita. Sedangkan untuk 2009-2014 jelas gak bakalan muncul uraian spt diatas sekarang ini, sabar aja untuk menunggu 5 tahun lg untuk dpt uraian spt artikel bungPS ini. Disinilah kebijakan kita dituntut untuk lebih arif dlm berkomentar ttg kondisi para pengawal kedaulatan bangsa ini. Janganlah kita terjebak dlm pemikiran sempit spt kaum pesimistis yg selalu menghujat dan mencela walaupun menurut keyakinan saya, sesungguhnya mereka tdk tahu apa2. Colek bung PS…. Salam

  48.  

    Padahal saya menunggu informasi tentang su 35 / 34, tu 22, s300, pantsir s1, astute, kilo class, 212, 214, rafale, typhoon, 7 provinsi, slava class, dll.
    Kenapa gak muncul lg ya??

  49.  

    Mantab

  50.  

    jadi binun, belinya kapal korea, tapi yang di banggain/agulin terus kapal rusia 😳

  51.  

    @bung sukro: apakah betul begitu? Saya rasa tidak, mungkin anda bisa berpendapat begitu krn hanya sebatas itulah yg terlihat oleh anda. Saya tidak menyalahkan anda dgn pandangan itu, tapi bagi orang lain mungkin beda lagi karena kapasitas dan kemampuan melihat yg lbh banyak lg. Tp satu hal yg perlu tetap dipelihara adalah sikap kita tentang cara pandang yg berbeda tdk menimbulkan perpecahan bangsa dan menimbulkan sentimen negatif thd para pemimpin bangsa ini. Kritik itu adalah hal biasa dlm kehidupan, tp kritik terbaik adalah kritik KONSTRUKTIF!.. Salam

  52.  

    Bung Mas PS,
    Tulisan yg bagus, mohon ijin nambahin :
    Pada choke points sangat mungkin dijaga dengan rudal Yakhont versi darat/ Bastion, suatu solusi yg sangat cost effective, tidak diperlukan kapal permukaan yg banyak lagi. Terutama cocok untuk wilayah Barat, Tengah dan Selatan. Di wilayah Timur dengan kapal selam.

    Jangan lupa masih dibutuhkan maritime strike yg secara tradisional diemban oleh TNI AU. Pesawat fixed wings utk TNI AL hanya terbatas kepada versi MPA.

  53.  

    Terharu sy membaca artikelnya bung PS, hik.hik.hik. Ternyata rusia banyak membantu indonesia dalam hal alusista, akat 10 jempol buat rusia n bung @PS yg telah berbagi cerita.

    •  

      salam hangat Bung… :mrgreen:

    •  

      Oh ya bung PS, nanya dikit nih, gimana persiapannya pernebal ampe sekarang? apa udah ada nyang di ikutin ke uncle bear sono untuk calon pengawak si cocor bebeknya bung PS ?

      •  

        Penerbal baik-baik aja Bung, mereka baru balik dari pelatihan heli AKS di negeri anggur sana, kalo untuk cocor bebek coba colek Bung Erich soale itu masih tugasnya matra udara hehehe… :mrgreen:

      •  

        oh… ic ic makasih banyak bung PS atas penjelasannya, kalo soal heli AKS ane hakkul yakin bakalan masuk dah, kira kira kapan tuh bung PS mulai di adakan peralihan dari AU ke AL khusus untuk cocor bebek. Bung Erich sih dah banyak maenan baru lagi tuh hehehehehe…… paling bung Erich sibuk untuk mempersiapkan diri jadi mentor buat junior calon pengawak maenan barunya hehehehehehe…

  54.  

    terimakasih @ bung ps atas semua artikelnya …
    @bung erich dan para pawang layangan ,ditunggu ” true story kisah awak layanganya”

  55.  

    dng jutaan kilometer persegi luas wilayah lautan dan belasan ribu pulau dalam wilayah indonesia, indonesia perlu mengadakan 1500-2500 unit kapal perang dari berbagai kelas, termasuk 250 unit kapal selam dari berbagai kelas, 400 unit kapal destroyer, 700 unit real fregate, sisanya PKR, KCR dr berbagai ukuran 40 m, 60 m, dan 105 m, KCT, LPD, LST, Kapal survey hidrografi tidak termasuk kapal perang 500 unit midget, sudah saatnya TNI A.L juga dilengkapi dengan 200 unit pesawat tempur, 140 unit heli anti kapal selam dan heli anti kapal permukaan, 50 unit pesawat peringatan dini, 70 unit pesawat patroli yang yang dipersenjatai,200 unit UAV yang dipersenjatai, msg2 8000 unit panser amphibi yg dilengkapi dng canon cal 90-105 mm, tank amphibi, 800 unit kapal dengan dilengkapi MLRS dengan jangkauan 160 km, penambahan 14 divisi marinir, 2000 unit MLRS, 100 rb truk pengangkut pasukan, 200.000 unit mobil patroli yg dilengkapi peluncur rudal mistral dan peluncur NLAW serta juveline, juga calon 6 laras cal 7, 62 mm dan cal 12,7 mm, juga pelontar granat cal 30 mm, serta pelontar granat asap

  56.  

    di tunggu mas @PS artikel-artikel yg leebbiihh serem..
    met puasa aja buat mas-mas penunggu warjager..

  57.  

    kenapa saya merasa artikel ini disisipi bagian untuk membantah komen bung jalo tentang klo belanja dengan rusia itu rahasia dan dikorupsi,klo sama amerika lebih terbuka dan bersih korupsi

    •  

      wah perasaan anda aja kali Bung, hehehe… yang perlu diingat bahaya laten korupsi itu masih terjadi di negeri ini, seabreg peraturan, undang-undang dan sanksi sudah dibuat dan diimplementasikan hanya kembali kepada mental individu masing-masing Bung :mrgreen:

      •  

        menurut saya juga gitu bung PS ada sedikit kontradiktif dengan komen bung jalo. mungkin itu juga bs disebabkan karena pekerjaan / runitinitas yang digeluti jg berbeda. bahkan sesama prajurit pun punya tugas dan bagian masing2 yg bisa menyebabkan antara satu bagian dengan bagian yg lain kurang mengetahui secra utuh bagian yg lain kecuali ditingkat pimpinan yg lebih tinggi atau paling tidak ditingkat pengambil kebijakan. IMHO maaf kalau salah. yang jelas dari pemamaparan artikel anda sudah mampu merangkum semua informasi dan clue yang sudah tercecer sebelumnya dan sangat mencerahkan

        •  

          walah mosok toh Bung, saya menulis artikel ini tidak untuk menyudutkan siapapun, niat saya hanya memberi pemahaman kepada Warjagers berdasarkan apa yang saya punya, yakini dan kerjakan, agar jangan pesimis terhadap para hulubalang kita, itu aja kok Bung hehehe… salam hangat Bung Isone :mrgreen:

          •  

            salam hangat kembali bung juga buat keluarga semoga kita selalu diberkati . alhamdulillah dengan artikel anda jilid 9 ini sudah memberi penjelasan yang cukup dan menyakinkan buat sya. ndak tahu kalo ada yg masuk angin. 🙂 perbedaan diantara warga warjag merupakan hal yg wajar asal tidak saling memaksakan aja. dengan artikel anda saya berharap dapat membangkitkan rasa percaya diri kita sebagai rakyat dalam berbangsa dan bernegara serta menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yg kita cintai dan hrs selalu kita jaga.

  58.  

    hehehe… mohon dimaklum ya Bung :mrgreen:

  59.  

    tuh kan ada yang muntah? hahaha… salam hangat Bung, hati-hati masuk angin, cuaca lagi ndak jelas sekarang hehehe… :mrgreen:

  60.  

    two thumb buat comrade PS atas artikelnya :mrgreen: sebetul nya banyak kerjasama yang TNI lakukan dengan papa bear dibidang alutsista yang tidak dipublikasikan atau barang nya sudah ada disini lama baru dipublikasikan.contoh nya rudal Yakhont versi mobile yang sebenarnya kita sudah lebih dulu memilikinya daripada vietnam cuman ga pernah dipublikasikan (anggap aja hoax ) :mrgreen:
    ngomong² dah dapet berapa ton kerang nya comrade 😀

  61.  

    He he he..jadi klo presiden ngumumin perang..ALKI totally sealed off ya ndan..salam hangar..ditunggu artikel kewiraannya ndan PS.. :mrgreen:

  62.  

    barang apa yg dikamuflase ya,,,hehehehe.masih di dempul apa dah di cat ya…sory coment oot..mklum ane tukang cat borongan,,,hehe

  63.  

    Salam kenal bung PS! Mantap artikelnya. Semoga msh tetap rajin nulis artikel utk mengobati rasa ingin tahu temen-temen warjagers ttg the other side alutsista TNI, khususnya dr sisi pelakunya. Selama ini khan kami dpt dr media mainstream, tentunya banyak sensornya, hehehe

  64.  

    lah, kok udah the end. torpedo komandannya aj belum ketemu.
    terimakasih bung @PS udah memberi bacaan yg seru sebanyak 9 jilid.
    semoga sehat dan sejahtera selalu

  65.  

    Ndan @PS, waduh ane telat baca artikel ini, tapi alhamdulillah akhirnya nomgol juga artikelnya Ndan. Ane cuma lihat2 gambarnya doang, maklum biteroom otak saya hampir penuh, gak bisa nyerna tulisan. Tapi bagi saya pics tell more, hehehe. Dari gambar terakhir (gambar pulau Sumatera dan laut di sebelah selatannya) , saya yakin di sana ada cukup alutsista untuk menjaga dan sekaligus melakukan semboyan pre-emtive strike TNI. Tapi kenapa yg ditampilkan cuma alutsista atas air KCR dan PKR aja, yang bawah air kog gak di tampilkan ndan??
    Makasih Ndan..

    •  

      hehehe… waduh mosok semuanya saya umbar blass blass didepan umum Bung hehehe… itu cuma 5% alias kulit luarnya aja lho strateginya, kalo untuk lebih detailnya mohon maaf sekali ndak bisa detail saya jelaskan disini ya Bung, cukup sebatas Warjagers paham saja hehehe… salam hangat Bung dan salam juga untuk keluarga :mrgreen:

      •  

        iya Ndan @PS, 5% aja sdh spt itu ya, puas deh ane. Clue dari jawaban Ndan PS atas pertanyaan saya di artikel lain, yaitu ” Selat Sunda kan depth nya 40-60 jadi bisa ditebak KS apa yg patrol di sana. Disini ane simpulkan kalau untuk laut selatan Sumatra yg depthnya lebih dari 60m, ya pasti yg patrol di sana ya dari jenis KS yg lebih besar dan gahar..Makasih Ndan..Salam hangat kembali

        Jayalah TNI-ku…

  66.  

    by bye bung ps selamat menempuh sekolah baru, salam juga buat bung satrio biar kasih soal kewiraannya yg gampang,

    eit jangan lupa shadow story hiu kencananya disiapin yah, kan yang true storynya sudah

    bhubye

  67.  

    banyak bacot………

  68.  

    bung PS, jumlah pulau terbaru 13 ribu lebih, bukan 17 ribu lebih CMIIW

  69.  

    Artikel yag bagus Bung PS , yg saya tangkap ada clue2 tapi yg medium untuk yg d atas itu masih kurang telanjang..hehehe. kayaknya pager pantai kita yg selatan sdah rapat ya Bung…salam hangat untuk anda.

  70.  

    mbok nek naik pangkat mbok syukuran ngajak2 mangan2 sate kerang kek,hehe

    pokoknya sukses slalu buat ndan ps

  71.  

    Bung ps maaf saya mau nanya dikit….
    Apakah ada alutsista kita yg di simpan di negara lain…

  72.  

    Salam NKRI Bung PS
    Ijin tanya , itu gambar yang ada kaprang dan kasel, maksudnya apa, dan apakah itu foto di INDONESIA atau negara lain?
    dan saya ucapkan terimakasih atas artikelnya .

  73.  

    Assalamualaikum ijin nyimak Bung PS , bagi saya keliatan sekali Bung PS ingin sekali sebenarnya berbagi kebahagiaan / kebanggan akan alutsista aturan tidak mengijinkan makanya di kasih article yang sebenarnya berbeda dari article2 seblmnya, justru inilah yang keliahatan benar2 mencerahkan . TERIMA KASIH BANYAK atas article2 selama ini ( lha ko malah kaya mau pisah heheheh…… ) di tunggu article2 selanjutnya Bung PS, semoga selalu sehat selalu & untuk semua warjager amin.

  74.  

    sdh dah tamat. @dan ps tlng dong bahas tentang alutsista marinir dong yg hoax2 kan gx mungkin marinir mainannya jdul2

  75.  

    Salam kenal Bung PS.
    Terimakasih atas pencerahannya walaupun secara tersirat Bung PS.
    Tetap ditunggu artikel dan pencerahan selanjutnya..
    Semoga Bung PS tetap diberikan kesehatan dan sukses selalu dalam karirnya.

  76.  

    bang pocong..

    cuman atu yg ane penasaran n pengen tanya, kabarnya terumbu karang punya pak kolins masih bang..kalo masih cemana perkembangan trumbunya, suka di liat kagak bang barang sekale 😀

  77.  

    Eh bung PS bener gak sekarang ada kapal induk asu nongol d perairan bali?? d awasi gak tuh kapal induk?

  78.  

    belum ada yang masuk di perairan kita Bung, tapi mereka sudah bersiap ikutan jaga mantan presidennya yang rencananya mau datang beberapa hari kedepan :mrgreen:

  79.  

    Assalamualaikum …
    Hiiks … Bingung antara bahagia dan sedih. Bahagia karena cerita ‘True Story’ dirangkum dalam satu episode pamungkas dengan banyak clue …
    Sedihnya dah tamat … Janji klingking ya bung PS cerita pempek ama lemangnya masih dibabarin …
    Janji klingking ya bung PS …

    SR Mode ON …

  80.  

    bung PS, lontongnya taruh di dasar laut didiemin dsna sambil nunggu mangsa. klo mulai macem2 sundul saja. bakal g punya alibi lg mereka ky dl.

  81.  

    Salam bung PS…
    congrat for your achievement and dedication. .
    Mau nanya bung PS..judul d atas true story hubungan indonesia rusia..tp d akhir artikel adalah strategi pertahanan tni dn bangsa..clue apakah ini?hehehe
    dn mau nanya lg..bagaimana cara tni mentransfer seluruh strategi tni tersebut kepada next president?apakah spt kursus kilat atau ada mentoryg memberikan private class?

    Salamjaya @bung PS

    ijin SR kembali

  82.  

    test

  83.  

    Atikel nya sangat menyenangkan bung PS,,,, kayaknya mulai sekarang tidurku dah mulai lebih nyenyak lepas baca artikelnya,,,, smg TNI slalu jaya,,,NKRI Harga Mati,,,!!!

  84.  

    Commandante..kalo ada strategi coastal artilery/missile, berarti alutsista coastak defences kita sudahlumayan mumpuni yah…? Berarti sea ghost, sotong, sama midget role nya untuk defence layer 3 yah bung PS..?
    Saya masih bingung dengan penerapan sistem 4 kogabwilhan dalam multi layer defences nya nih bung, terutama untuk armada besar atau komando lintas laut militernya.. apakah di patrolikan di 3 hotspot medan pertahanan penyanggah atau defense layer 1 karena komposisi kaprang yang kebanyakan adalah ocean going warships, atau di simpan di layer 3 yang kemudian bisa perbantukan pada hotspot yg dalam keadaan code red..? Kalo pinjam istilah kasino ” tukang pukul “…

  85.  

    Hmm satu hal lagi bung ps yg jadi ganjalan.. beli kaprang itu kan mahal.. so penjagaannya juga harus ekstra ketat dong untuk meminimalisir kehilangan kaprang dalam siguasi perang, kalo pinjam strategi infanteri mekanis modern kan setiap formasi mbt atau ifv, pasti ada payung udara mobile yg nemenin sekelas pantsir atau minimal Tunguska.. apa berlaku juga dalam sebuah formasi kaprang..? Kalo asu kan punya destroyer yg memiliki kemampuan aegis.. kalo dikita payung udara mobile formasi kaprangnya pake kaprang jenis apa..? Udah banyak kah formasinya..? Soalnya kalo menurut release resmi, kaprang kita minim kemampuan payung udara mumpuni, baru ada kelas usman harun yg pnya vls mica, malah sistem CIWS populasinya lebih sedikit.. tolong pencrahannya bung..

    •  

      payung udara juga sangat diperlukan Bung dalam formasi kapal perang, bentuknya bisa perlindungan dari pespur matra udara ataupun sistem pertahanan udara pada masing-masing kapal perang kita :mrgreen:

      •  

        Nah pertanyaan berikutnya.. payung udara formasi tempur laut kita udah kuat blom bung.. kalo memang blom, target untuk mencapai penguatan minimum di tahun berapa..?

  86.  

    terima kasih bung pocong syereem atas artikelnya, sangat bagus bagi saya yg awam tntng dunia militer, saya berharap suatu ketika anda membuat artikel yg lain yg juga top markotop dengan bumbu hoax sedikiiit, hehe, jika di ijinkan materi jilid 1s.d. 9 akan saya buat buku bacaan sendiri, semoga bung pocong berkenan, salam,,

  87.  

    mantap bung ps, udah punya bintang nih he he he.
    mana itu si frans yg bilang punya rusia jelek? bangga tuh sama asu cs? ha ha ha ternyata urusan dgn rusia emang lebih enak daripada si asu ,maling teriak maling.
    saya lebih setuju produk rusia daripada asu, secanggih apa pun senjata asu ane ga minat,industri senjata asu penuh lumuran darah.

  88.  

    Bung PS@ kalo clue di artikel sampean ini udah stnby, brarti bisa diumpamakan mau jotosan dari mana aja siap di ladenin… Bisa dibilang andaipun NKRI dikeroyok 3ato 4 front skaligus bisa diladenin… Apa bener bgitu bug @PS…??

  89.  

    Bung PS.. 81.3 itu apa yah ?kok meanrik tuh jajan :mrgreen:

  90.  

    bung PS prosentasenya menurut sepengetahuan anda, banyakan mana, senjata buatam rusia ap usa, yg d pakai tni sekarang??

  91.  

    Terima kasih atas artikel – artikelnya bung PS. sangat membantu saya sebagai warga sipil.
    salam kenal dari saya bung PS dan para warjager yang lainnya…
    ijin kopi tulisannya bung PS…????

    jadi lebih tenang setelah baca artikel2 di sini….

  92.  

    :bingung:

  93.  

    Kanda is back. Nanti dibacanya bung. Lagi kurang enak badan, lagian agak panjang, baru baca dikit komentarnya, tapi kelihatannya manteb. Rekor saya baca artikel JKGR terpanjang adalah tentang War Indo – Aus (fiksi). “Jana” (Y)

 Leave a Reply