Trump Ancam Turki Jangan Serang Kurdi

0
26
Presiden AS Donald Trump. (Gage Skidmore via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Presiden AS Donald Trump mengancam akan “menghancurkan” Turki secara ekonomi jika menyerang militan Kurdi yang didukung AS di Suriah setelah penarikan mundur pasukan AS, seperti dilansir dari laman Press TV pada hari Senin, 14 Januari 2019.

“Memulai [proses] penarikan yang telah lama ditunggu-tunggu dari Suriah sambil memukul kekhalifahan teritorial ISIS yang tersisa sedikit, dan dari berbagai arah. Akan menyerang lagi dari pangkalan terdekat ada jika terbentuk lagi”, tulis cuitan presiden Trump di Twitter, Minggu.

Lebih lanjut Trump memperingatkan bahwa dia akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka memukul Kurdi, menambahkan dalam tweet kedua, “Demikian juga, tidak ingin Kurdi memprovokasi Turki”.

Presiden Amerika Serikat tersebut juga melebih-lebihkan peran Washington dalam melawan teroris ISIL Takfiri di Suriah.

“Rusia, Iran dan Suriah telah menjadi penerima manfaat terbesar atas kebijakan jangka panjang AS untuk menghancurkan ISIS di Suriah. Kami juga mendapat manfaat tetapi sekarang saatnya untuk membawa pasukan kembali ke rumah. Hentikan PERANG TANPA HATI!”, cuit Trump di Twitter.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara terbuka mengecam penasihat keamanan nasional AS John Bolton pekan lalu. Kehadiran Amerika Serikat di Suriah belum mendapat persetujuan dari pemerintah Suriah atau mandat dari PBB.

Trump mengumumkan melalui Twitter pada 19 Desember bahwa semua pasukan Amerika di Suriah akan ditarik dari negara Arab. Dia awalnya mengindikasikan bahwa penarikan akan dilakukan secepatnya tetapi kemudian menyatakan bahwa akan “lambat dan terkoordinasi” dengan sekutu.