Jan 112018
 

dok. Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Selatan (commons.wikipedia.org)

Washington, Jakartagreater.com – Presiden Amerika Serikat  Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Selasa 9 Januari 2018, yang mengarahkan beberapa departemen pemerintahan mencegah bunuh diri di kalangan veteran militer dengan menangani masalah kesehatan jiwa sebelum menjadi lebih parah.

Perintah Donald Trump itu mengarahkan Departemen Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Veteran untuk memastikan semua anggota dinas berseragam militer memiliki akses terhadap perawatan kesehatan jiwa dan sumber daya pencegahan bunuh diri pada tahun pertama setelah mereka keluar dari dinas militer.

“Mereka keluar dari militer dan mereka tidak punya orang untuk diajak bicara,” ujar Donald Trump saat menandatangani perintah tersebut, “Keadaan itu sangat menyedihkan,” tambah Presiden Donald Trump.

Menteri urusan Veteran David Shulkin mengatakan bahwa Gedung Putih ingin mengatasi kecenderungan mengkhawatirkan bahwa dari 20 veteran per hari menjalani hidup mereka sendiri.

“Masa 12 bulan setelah anda meninggalkan dinas militer adalah ancaman tertinggi untuk bunuh diri,” kata David Shulkin kepada wartawan. Sekarang ini, hanya 40 persen anggota militer memiliki cakupan kesehatan jiwa, ujar Menteri urusan Veteran David Shulkin.

Perintah baru tersebut akan menelan biaya sekitar 200 juta dolar AS dalam setahun untuk penerapannya, yang merupakan uang yang akan dialihkan dari anggaran sekarang ini, kata pejabat tinggi pemerintah. (Antara/Reuters)

  12 Responses to ““Bantuan Kesehatan Jiwa Mencegah Veteran Militer Bunuh Diri”, Trump”

  1.  

    kayanya byk tentara Amrik yg stress stlh berperang di negeri orang neh …

  2.  

    Wah, pasti para Awak Donald cook yg kemaren kena santet Su-24 termasuk juga nih wkkkk…

  3.  

    Sangat wajar seorang prajurit setelah ditugaskan di Medan operasi kadang ada yg terkena PTSD, bahkan termasuk prajurit TNI kita waktu ditugaskan dalam operasi militer di Aceh dan Papua sana. Ketegangan yg tinggi karena harus selalu siaga menghadapi ancaman bisa menjadi pemicu stress tersebut.

    Bahkan bagi seorang pekerja sekalipun yg suka dituntut dg ketelitian tinggi macam teller, mekanik hingga tukang las di Offshore. Mereka butuh jadwal cuti berkala yg berbeda dg pekerja pada umumnya.

    •  

      Itu sdh resiko dr setiap pekerjaan bung,,,klo yg nrk kerjakan berdasarkan hobbi atau kesukaan mrk ya asikw aja kan,,,,beda hal jika mrk dipaksakan,,,,suata pekerjaan yg besar pasti dikuti dgn resiko yg besar pula,…

  4.  

    Stress sebab gak ada yg bs diajak bicara dgn mereka pasca pensiun dr dinas militer, ya pasti gitu wong gak pake ba bi bu dgn kebrutalannya lgsg maen tembak, main rudal dan bom bagi masyarakat sipil sekalipun didaerah dmn mereka ditugaskan, dan kekejaman itu menghantui jiwa mereka di kehidupan sehari2.!

 Leave a Reply