Apr 082018
 

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. © Gage Skidmore via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Presiden Amerika Serikat secara resmi menarik kembali komentar pekan lalu bahwa Angkatan Bersenjata AS akan segera angkat kaki dari Suriah, hingga meninggalkan lebih banyak pertanyaan mengenai misi tersebut, menurut Defense One.

Lima hari setelah mendengar misi mereka mungkin berakhir tiba-tiba, para komandan dan pasukan AS yang telah memerangi ISIS di Suriah mendapatkan pesan terbaru dari para komandan mereka bahwa “misi mereka akan berlanjut tanpa batas”.

Dilansir dari laman Washington Post, menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk melanjutkan perjuangan, menurut juru bicara kepresidenan dalam pernyataan singkat hari Rabu dan meminta kepada Departemen Pertahanan AS untuk mencari jalan keluar terhadap kondisi yang memungkinkan.

“Tugas militer untuk membasmi ISIS di Suriah akan segera berakhir, karna ISIS hampir sepenuhnya hancur. AS dan mitra tetap berkomitmen untuk menghilangkan sedikit kehadiran ISIS di Suriah yang belum diberantas oleh pasukan kami”, kata Sarah Huckabee Sanders dalam siaran pers.

Gedung Putih berusaha untuk mengakhiri spekulasi bahwa penarikan total dilakukan setelah Trump berkata pada hari Kamis, 29 Maret bahwa pasukan AS di Suriah akan “segera” pulang dan membekukan dana bantuan sipil di Suriah. Langkah itu membuat para pejabat AS dan sekutu menahan napas panjang dari Washington hingga ke Suriah.

Tapi kemudian pada hari Selasa, 3 April 2018, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia bermaksud untuk menarik pasukan keluar dari perang, namun bertepatan dengan komentar Trump tersebut, sejumlah pejabat AS yang bertanggung jawab atas intervensi AS malah mengatakan yang sebaliknya.

“Bagian yang sulit, saya kira, ada di depan kita yaitu menstabilkan daerah-daerah ini, mengkonsolidasikan hasil yang dicapai, membuat orang kembali ke rumah mereka, menangani masalah rekonstruksi jangka panjang dan hal-hal lain yang harus dilakukan”, menurut Jenderal Joseph Votel.

Ketika mereka berbicara, Trump mengatakan di Gedung Putih, dia bahwa ingin “keluar”. Dia juga mengatakan akan meminta Arab Saudi untuk membayar biaya misi anti teroris (ISIS) sebagai ganti untuk mempertahankan pasukan AS disana.

“Saya ingin membawa pasukan kita kembali ke rumah. Sudah waktunya. Kita sangat sukses melawan ISIS, kita akan berhasil melawan siapa pun secara militer. Tetapi terkadang ada saatnya untuk pulang. Dan kami memikirkan hal itu dengan sangat serius”, kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan tiga kepala negara Baltik.

Namun, Presiden AS tampaknya telah berubah pikiran saat jumpa pers hari Selasa dan saat pertemuan dengan anggota tim keamanan nasionalnya di hari itu. Sebaliknya, dia dilaporkan mengatakan kepada Pentagon untuk mulai merencanakan penarikan, tapi tidak menetapkan tenggat waktunya, seperti dilansir dari laman Washington Post.

“Kami memiliki diskusi yang signifikan tentang itu kemarin”, kata Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats kepada sekelompok wartawan pertahanan pada hari Rabu. “Saya tidak dapat menjelaskan secara detail tentang apa yang diputuskan kemarin dengan tim keamanan nasional dan presiden kami, tetapi akan segera dirilis pernyataan yang relatif berkaitan dengan keputusan yang dibuat tentang topik tersebut”.

Gedung Putih lntas merilis pernyataan beberapa jam kemudian. Sanders mengatakan bahwa “Kami akan terus berkonsultasi dengan sekutu dan para mitra kami mengenai rencana masa depan”, tetapi tidak membahas apa yang dikhawatirkan akan dilakukan oleh Arab Saudi. Juga tidak menyebutkan tentang pembekuan Trump atas bantuan non-militer untuk Suriah sebesar $ 200 juta.

Para pendukung intervensi militer, kemanusiaan dan rekonstruksi AS memperingatkan Washington pekan ini agar tidak angkat kaki dari Suriah. Penarikan pasukan yang tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas akan mengirim pesan yang menakutkan ke wilayah itu.

“Jika AS menarik diri dari Irak dan Suriah, itu hanya akan membuat masalah menjadi lebih buruk”, kata Alireza Nader. “Persaingan antara Iran dan Arab Saudi akan memanas. Mungkin terjadi konflik militer antara Iran dan Israel. Jika AS benar-benar ingin melawan Iran maka AS harus tetap di Suriah”.

Yang lain lebih berhati-hati tentang mengabaikan opini publik atau pun menghindari mencari jalan keluar jangka panjang dari perang tersebut.

“Membiarkan pasukan AS di sana untuk jangka pendek adalah kompromi tetapi mereka yang menduga kita akan tetap disana dalam jangka panjang mungkin ingin berpikir ulang”, kata Robert Ford, mantan duta besar AS untuk Suriah. “Trump akan mengingat tepuk tangan yang dia dengar di rapat umum Ohio ketika dia mengatakan dia akan menarik pasukan AS pulang. Dalam perjalanan saya sendiri di AS dan berbicara tentang Suriah, saya belum pernah bertemu dengan audiens yang ingin agar kita lebih terlibat dalam perang sipil di Suriah”, lanjutnya.

Robert Fort menambahan bahwa “Kita sudah melihat misi mencekam dengan pasukan AS di Suriah, yang tidak hanya berbaris melawan ISIS. Mereka menodong senjata untuk menghalangi Turki, sekutu NATO yang sesungguhnya dan bertarung untuk menguasai wilayah yang tidak dikuasai ISIS di Suriah utara melawan faksi Suriah-Kurdi yang kita dukung”.

“Selain dari itu, kita telah membom pemerintah Suriah dan pasukan pro-pemerintah yang mencoba merebut kembali ladang gas yang dikuasai oleh sekutu AS, faksi Kurdi Suriah, tidak ada keterlibatan ISIS dalam kedua kasus tersebut. Sebaliknya, kita semakin terlibat dalam perang saudara yang lebih luas lagi”, jelas Ford.

Kebingungan misi dari presiden ini telah membuat frustrasi pasukan operasi khusus di lapangan dan para pendukung pembangunan di Washington.

Bagikan:

  103 Responses to “Trump Meralat, Pasukan AS Akan Tetap di Suriah”

  1.  

    Dilobi lagi kalah lobi lagi
    keinginan presiden tersebut sesuai dgn keinginan sebagian besar rakyat AS sendiri
    parasit oh parasit…

    udah kaum ultranationalis traditionalis dudukin aja gedung putih.
    Osama sja ngerti kok klo AS sudah melenceng dari Gbhn bapak2 pendiri negara tersebut.

    xaxaxa

  2.  

    lho pak, bukannya isis itu dibiayai oleh amrik,,, nanti fanasboy marah lho, kan fanasboy udah koar2 klo yg biayai isis itu amrik…maklum lha sumbu pendek, meluncur dgn cara cold launch…….

    ***
    tidak ada keterlibatan ISIS dalam kedua kasus tersebut. Sebaliknya, kita semakin terlibat dalam perang saudara yang lebih luas lagi”, jelas Ford.
    ***

    •  

      Trus siapa yg membiayai isis pertama kali di irak? Apakah Wiro sableng? Malo*n? Bani saud?

      Trus yg biayai pemberontak siapa? Apakah philipina? Russia? China? Dan siapa pula yg dukung kurdi? Dan ngapain pula amrik di suriah? Jadi penjaga perdamaian kah??

      •  

        mana gw tahu, lu cari aja sono sendiri, itu mah bukan urusan gw,,,,jdi lu jgn asal tuduh amrik yg biayai isis.

        •  

          2013 ISIS mulai terbentuk…. sampai dengan 2015 ISIS semakin berkembang dengan militan yang masuk ke Suriah dan Irak melalui Turki…
          ISIS menguasai 70% wilayah Suriah dan 30% wilayah Irak pada september 2015…
          USA sudah hadir di konflik Suriah sejak 2011, aktif mendukung pemberontak Suriah (FSA) atau pemberontak demokratik…
          ISIS menjarah minyak untuk sumber dananya dari Irak dan Suriah dan di jual melalui Turki, bisa dilihat dari citra satelit yang pasti juga diketahui oleh USA yang menolak menyerang Truk tangki penjarah dengan alasan sopirnya sipil…
          september akir 2015 Suriah secara resmi meminta bantuan kepada Russia dan Russia hadir di Suriah dan mulai memerangi ISIS dengan mulai menyerang truk tangki penjarah minyak… sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh koalisi barat pimpinan USA…
          ISIS berhasil di hancurkan setelah 2 tahun kehadiran Russia di Suriah… bahkan tidak di Irak tetapi efek kekalahan ISIS sampai di Irak…
          Lalu apa keterlibatan USA dalam memerangi ISIS???

        •  

          Ketika Russia aktif memerangi ISIS, justru USA dan koalisinya beroperasi disisi yang lain yang tidak jelas juntrunganya… dimana Russia memberi istilah jika selama itu USA dan koalisinya tidak pernah menyerang ISIS “hanya menyerang padang gurun kosong”
          Di era sebelum Russia hadir di Suriah, beberapa kali bisa ditemukan informasi dimana USA dan koalisinya menyatakan berhasil membom posisi ISIS dan membunuh banyak anggota ISIS, tetapi kenyataan yang terjadi ISIS semakin kuat, memenggal orang hampir tiap minggu keluar beritanya, termasuk eksekusi orang di jatuhkan dari atap gedung, dan yang peling fenomedal perbudakan seks yang banyak di dominasi suku Yazidi Irak…
          Sampai dengan Russia ikut terlibat di Suriah, hampir tidak ada berita kekalahan ISIS sama sekali…

          •  

            Sebetulnya warjag dan dunia sdh tau bung, cuma masalahnya walau sudah dijelaskan bagaimanapun bakal membal karena apapun kelakuan AS pasti para pendukungnya membela, yg berseberangan dgn AS harus dihancurkan itu sdh prinsip mereka!he3.

          •  

            negara bukan individu bung
            bagaimanapun juga info Isis sebagai oposisi terkontrol adalah dari kaum nasionalis yg menjunjung tinggi konstitusi lama As sendiri melalui forum2 anonim, kenapa anonim karena kehidupan nyata mereka akan terancam jika tidak ngikut politik publik yg benar.
            wikileaksnya Assange yg membocorkan email hillary clinton juga jaringan mereka.

          •  

            nie sdh di jelasin sm bung yuli, para pengikut amerika biar tahu fakta, sebenarnya dlm hati kecil mereka pasti tahu tingka laku usa, cuma gimana ya kok berat sekali mengatakan yg sebenarnya.

          •  

            Rusia aktifnya di Suriah aja.

          •  

            noh bung anu sudah jelaskan kalau informasi bisa difabrikasi kan.
            jelas klaim lemah tanpa penguat syahwat disukai oleh fanasboy yg lebih suka berkutat pada russia strong…

          •  

            Agato Sugimura adalah Lol

        •  

          Perasaan sy cuma bertanya disini, belum menuduh amerika? Baca dulu yg teliti dek? Jika sy mencari bukti jejak digital dan ketemu amrik pernah dukung isis, apakah gunanya sy share disini? Anda aja melarang sy menuduh amerika kok? Hayoo 😀

      •  

        Untung wiro sableng ya….eh…,,, gua lagi tapa nih buat nemuin golok naga buat ngilangin hawa fanas

      •  

        Untung wiro sableng,,,,,,,eh gua sampe lupa kalo lagi tapa biar dapet kapak naga geni,,,,,,,,,btw yang ada rasa fanas fanas di lanjut brow seru bikin jktgrtr rame

    •  

      Arab,amrik ,yahudi yg bentuk isis ,mana pernah dia serang israel?

  3.  

    Mbs yg biayai dan trump tak tw malu nempatkan pasukan di negri orang tanpa undangan resmi dari pemerintah yg sah

  4.  

    Israel takut kalo mamarika indit ti suriah.. haha

  5.  

    Bukanlah amerika kalau tidak ngeles

    😎 huehuehue

  6.  

    Janji AS yg tdk pernah tepat semua tergantung kepentingan lobi2 yg menguasai dan mengontrol setiap kebijakan AS siapapun rezimnya!he3

  7.  

    tujuan AS adalah menggulingkan bashar assad,ok lah saya setuju,,tpi gantinya harus yang tidak pro as dan rusia,kalau masih ada negara yg ingin menggulingkan pemerintah yang tidak pro as dan rusia,disinilah bisa di ketahui siapa teroris sebenarnya

  8.  

    asu terlalu jumawa ( keki gak mau balik ) padahal klu isis yg sdh mengecil mash bsa diatasi oleh pemerintah Suriah yang sah. Sebelum Rusky masuk suriah Asu lebih dulu masuk suriah tidak ada pemberantasan yang signifikan bahkan lebih parah dan rumit karena ada tujuan politik yg ingin menjatuhkan pemerintah yng sah ( intervensi kedaulatan negara suriah ) Baru setelah rusky masuk suriah itupun permintaan dari pemerintah yang sah telah menunjukan penurunan kelompok isis secara signifikan. Alasan yng tidak logis ( akal – akalan ASU ) ygn ingin mempengaruhi melebarkan sayapnya u/menuruti kemauan secara paksa agar mau menjadi sekutu dan menguasai sumber daya alam yang ada di suriah karena suriah memiliki pandangan yng berbeda dengan ASU

  9.  

    Rusia tanpa Amerika ga asyik..

    Apapun itu semoga Suriah mampu mengusir seluruh biang kerok

    •  

      termasuk turki yg sekarang jadi temannya rusyah,,,,xixi

      ini kok kaya cinta segi err segi……..segi tu lha………xixi

      suryah punya aliansi dgn rusyah,,,
      rusyah juga punya teman namanya turke…..
      turke mendukung grup pencaplok wilayah utaranya suryah….
      turke juga temenan sama rusyah….

      rusyah bingung kgk mungkin dong putusin hubungan sama turke……….udah terlanjur basah….xixi

  10.  

    Dari pidatonya si Trump, jelas AS ingin melanjutkan operasi militernya di Suriah, dengan dalil memberangus terorisme. Beberapa pangkalan militer rahasia sudah permanen, baik di Irak (Bagdad) maupun di Suriah, namun Dasmaskus belum bisa di kuasai, karena ISIS gagal menjebol pertahanan pasukan pemerintah Suriah, oleh karena itu maka AS menempatkan militernya di kantong2 Kurdi di wilayah Suriah. Beberapa pihak mengkawatirkan, apabila Dasmaskus jatuh ke tangan AS, maka Lebanon akan mudah di kuasai. Kebijakan polar AS di timteng dan Afrika yang bersekutu dengan agenda British, telah berhasil di jalankan, seperti halnya menyerang penguasa lama, yang anti demokrasi sebagai dalilnya, dengan memasukan agenda busuk seperti yang menimpa Saddam, Kadafi dan Assad.

  11.  

    Agato Sugimura adalah Lol

  12.  

    amrik ges hayang indit ti suriah.. da udah nyeri bujur kalobaan diuk di suriah…tp di lobi deui ku si israel cs kudu diukan deui..meh ka tingali hebring ku si beruang ..
    jadi ae di lanjut duduk n..sanajan ges kababayan hayang modol….

  13.  

    Tetep aja Trump… Loe, ente, sampeyan dan para pendukung setianya itu “mustapa”, alias muka seram tapi paok…. alias “pinpinbo”

  14.  

    kok nyrempet 212?? coba ngomong di hadapan orang islam kalo anggota 212 itu sampah,apa dalilnya anda bilang anggota 212 itu sampah,mana buktinya??

  15.  

    kalo melihat dari kejadian irak dan libya, selama rezim bashar asad belum jatuh maka murica bakal terus berada di syiria. entah mau menangkan kubu pemberontak atau kubu kurdi.

  16.  

    opsi terbaik untuk amrik adalah menarik mundur pasukannya,,,,,karena asal tahu saja anggaran militer amrik sekitar 47% dari pajak rakyat amrik……

    tapi dilain pihak mundur dari siryah juga akan menjadi momok yg menakutkan bagi sekutu amrik,,,,,

    serba salah maju salah mundur salah…….ya terpaksa ikut arus saja lha……

 Leave a Reply