Feb 052019
 

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa kemungkinan pengiriman militer AS ke Venezuela adalah salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh pemerintahannya. Pernyataan Trump ini diinformasikan dalam sebuah wawancara dengan CBS.

“Tentu saja, ini adalah salah satu opsi,” katanya.

Pada saat yang sama, presiden menolak untuk menjawab pertanyaan, dalam hal ini ia dapat mengirim militer AS ke Venezuela.

Juga, Trump mengatakan bahwa “beberapa bulan yang lalu,” Presiden Venezuela Nicolas Maduro ingin bertemu dengannya, tetapi pada saat itu Trump menolak untuk bertemu karena waktu yang tidak sesuai.

Sebelumnya, Nicolas Maduro menyarankan bahwa perang saudara dapat dimulai sebagai akibat dari krisis politik di Venezuela. Dia menceritakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Spanyol, lapor DW.

“Semuanya tergantung pada tingkat kegilaan dan agresivitas kekaisaran utara dan sekutu baratnya,” kata Maduro.

Menurut Maduro, pejabat Caracas tidak ingin ada yang ikut campur dalam urusan internal Venezuela.

“Kami siap membela negara kami” dan “kami tidak akan menyerahkan Venezuela,” tambahnya.

Pada Mei 2018, pemilihan presiden diadakan di Venezuela. Menurut Komisi Pemilihan Umum, 68% pemilih memberikan suara untuk Presiden Maduro saat ini. Untuk saingan terdekatnya, pemimpin partai Progressive Vanguard memberikan suara tiga kali lebih sedikit.

Pihak oposisi menyatakan bahwa banyak pelanggaran dilaporkan selama pemungutan suara, tetapi pada 10 Januari, Maduro mengambil sumpah kantor kepresidenan. Sebagian besar negara di Amerika Barat dan Amerika Latin tidak mengakui pemilihan. Belakangan, Majelis Nasional Venezuela mengakui Nicolas Maduro sebagai perampas kekuasaan.

Pada saat yang sama, selain perubahan politik, ada banyak masalah serius lainnya di Venezuela: pada tahun 2016, negara tersebut diliputi oleh krisis energi, pada tahun 2017 terjadi default, pada tahun 2018 tingkat inflasi mencapai 82.766% pada dasar tahunan. Produksi minyak telah runtuh satu setengah kali, harga tumbuh dengan kecepatan panik, dan mata uang nasional, Bolivar terus terdepresiasi dengan cepat, ada kekurangan makanan. Menurut berbagai perkiraan, 2-4 juta orang telah meninggalkan Venezuela.

Pada 23 Januari 2019, pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara. Dia didukung oleh banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Sumber: 112.international

 Posted by on Februari 5, 2019

  4 Responses to “Trump Pertimbangkan Kirim Militer ke Venezuela”

  1.  

    Tuh lihat aksi demo rakyat Venezuela pada dukung Maduro di situs luar sampai yg hadir berjubel penuh, saking banyaknya sampai2 tidak terlihat bokongnya

    😎

  2.  

    Mau dikirim ke Venezuela untuk bertemu Rudolfo dan Agato… Ya kan? 😆 wkwkwkwwk