Aug 222017
 

CH-53D Sea Stallion USMC di Afghanistan (Cpl. Isaac Lamberth, / USMC)

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani pengiriman 4.000 tentara tambahan ke Afghanistan, dikutip Reuters dari laporan Fox News yang mendapatkan informasi dari pejabat senior AS, Senin, 21/8/2017.

Laporan tersebut muncul sebelum Trump menyampaikan pidato nasionalnya mengenai strateginya untuk Afghanistan pada Senin malam pukul 09:00 malam.

Presiden Donald Trump dalam amanatnya di pangkalan militer di Washington mengatakan tujuan dari penambahan pasukan itu adalah untuk mencegah Afghanistan tidak menjadi tempat suaka bagi kelompok militan anti-Amerika Serikat.

Presiden dari Partai Republik itu sekarang harus menghadapi sejumlah tantangan dari pendahulu yang kerap dikritiknya sendiri, termasuk di antaranya adalah pemberontakan kelompok Taliban dan lemahnya pemerintahan di Kabul.

Presiden Donald Trump memperingatkan dukungan Amerika Serikat bukanlah “kertas cek kosong” dan tidak akan terlibat dalam aktivitas memperluas kekuatan Amerika. “Kami bukanlah membangun identitas nasional (nation-building). Kami membunuh para teroris,” ujar Presiden Donald Trump.

Presiden Donald Trump juga diperkirakan berencana untuk lebih bersikap tegas kepada Pakistan. Sejumlah sumber mengatakan Presiden Trump akan mengurangi bantuan keamanan bagi Pakistan apabila negara berkekuatan Nuklir itu tidak bekerja sama dalam menangani kelompok garis keras.

“Kami tidak bisa tinggal diam soal Pakistan yang sudah menjadi suaka (bagi kelompok radikal bersenjata),” ujar Presiden Donald Trump.

Juru bicara militer Pakistan pada Senin 21-8-2017 menanggapi dengan mengatakan bahwa negaranya sudah mengusahakan semua hal untuk memberangus kelompok militan, termasuk jaringan Haqqani, yang merupakan sekutu Taliban di Afghanistan.

“Tidak ada persembunyian teroris di Pakistan. Kami beroperasi untuk menumpas mereka, termasuk jaringan Haqqani,” kata Mayor Jenderal Asif Ghafoor.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump juga memperbesar wewenang militer Amerika Serikat untuk beroperasi langsung menyerang kelompok militan dan jaringan kriminal. Presiden Trump mengatakan musuh-musuh Washington di Afghanistan “harus tahu bahwa mereka sudah tidak punya tempat persembunyian, bahwa tidak ada tempat yang tidak bisa dijangkau oleh tentara kami.” “Tentara kami akan bertempur untuk menang,” ujar Presiden Donald Trump.

Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat telah menginvasi Afghanistan dan menggulingkan rezim Taliban di negara tersebut karena menyembunyikan sejumlah anggota kelompok Al Qaeda yang terlibat dalam perencanaan serangan 11 September.

Meski sudah menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, pasukan Amerika Serikat masih belum bisa keluar dari Afghanistan dalam 5 periode kepresidenan dari George W. Bush, Barack Obama, hingga Donald Trump. Mereka harus berhadapan dengan Taliban yang kini menguasai sebagian wilayah di Utara.

Washington khawatir jika Taliban kembali berkuasa, maka Afghanistan akan menjadi tempat pertumbuhan yang subur bagi Al Qaeda dan ISIS, yang kemudian berpotensi merencanakan serangan ke Amerika Serikat.

“Ini adalah strategi yang sudah sangat terlambat dan sementara itu Taliban sudah banyak memenangkan pertempuran,” ujar Senator Partai Republik, John McCain.

Langkah terbaru sang presiden Donald Trump sebenarnya adalah kebijakan yang menjilat ludah sendiri. Pada masa kampanye tahun lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa perang di Afghanistan telah terlalu banyak menghabiskan uang negara dan nyawa tentara.

“Insting pertama saya adalah menarik pasukan dari Afghanistan,” kata Presiden Donald Trump dalam pidato pada Senin 21-8-2017, teapi kemudian menambahkan bahwa Presiden Donald Trump berhasil diyakinkan oleh anggota kabinet keamanan untuk mencegah agar Taliban tidak berkuasa di Kabul. Antara/Reuters.

  10 Responses to “Trump Setuju Kirim 4000 Tentara Tambahan ke Afghanistan”

  1.  

    Semoga mati konyol semuanya di Afganistan, …………. !!!

  2.  

    jadi ingat pengepungan pangkalan Amerika Serikat oleh taliban. Pangkalan yg terletak dilembah itu diserbu oleh ratusan anggota taliban mengakibatkan 9 prajurit Amerika tewas sisanya melarikan diri meninggalkan amunisi dan persenjataan berat lainnya di pos mereka.

  3.  

    Emang kesian tuh 4000 bini ama anak ditinggalin ke medan perang. Hanya karena perilaku agresif para pemimpin negaranya yg kerap kumat mo campur tangan urusan negara laen dgn cara kekerasan. Ujung2nya rakyat lokal alias setempat neh yg jd korban, akibat salah kaprah napsu birahi keganasan teknologi canggih yg mereka ciptakan sendiri…..

  4.  

    Mati sia-sia, mati ditanah orang, ga ada kebanggan membela tanah air orang lain……

  5.  

    Prajurit amerika kalo perang banyak omong yaaa!! Kelihatan santai banget!!!

  6.  

    Negara islam se makin di obok obok dgn dalih anti asu memerangi isis lah …

  7.  

    Terlalu banyak alasan yg dibuat2, sudah banyak terbukti toh gak ada malunya dan PBB jg timpang!

  8.  

    Negara yg dicampuri AS semoga jd kuburan massal bg tentaranya

  9.  

    Mereka sudah belajar banyak dari perang Vietnam, tetapi hanya mengurangi korban yang jatuh di pihak USA saja… selebihnya, perang lama tidak berkesudahan dan sebenarnya mereka mengulangi kejadian di Vietnam… USSR (Russia sekarang) meninggalkan Afganistan dengan status kalah perang, mirip seperti Prancis yang hengkang dari Vietnam, tetapi ini malah USA dan NATO malah berusaha mengulang kejadian perang Vietnam… perang di Afganistan tidak akan pernah selesai, sebelum negara bentukan USA ini kalah dan diruntuhkan oleh Taliban…

 Leave a Reply