Des 232018
 

Rudal hipersonik “Zircon” buatan Rusia. © Pravda via Youtube

Moskow, Jakartagreater.com  – Rusia telah melakukan lebih dari 10 uji coba peluncuran Rudal Hipersonik berbasis laut Tsirkon terhadap target Angkatan Laut pada jarak lebih dari beberapa ratus kilometer sejak awal uji coba, ujar sumber di industri pertahanan Rusia kepada TASS pada hari Jumat, 21-12-2018.

Uji coba Rudal dimulai sekitar 4 tahun lalu dan sekarang sedang berlangsung dari wilayah pantai, kata sumber itu.

“Secara keseluruhan, lebih dari 10 peluncuran uji coba telah dilakukan terhadap target di laut pada jarak beberapa ratus kilometer,” kata sumber itu.

Rudal Hipersonik “berulang kali menghancurkan target Angkatan Laut yang didisain, dengan kecepatan Hipersonik,” tambah sumber itu, menolak memberikan tanggal uji coba terbaru. TASS belum memiliki konfirmasi resmi mengenai informasi ini.

Seperti sumber lain di industri pertahanan sebelumnya mengatakan kepada TASS, ada rencana untuk memulai uji coba negara atas Rudal Tsirkon pada 2019 baik dari kapal permukaan dan kapal selam.

US CNBC TV Channel melaporkan pada hari Jumat 21-12-2018 bahwa Rusia telah berhasil meluncurkan uji coba Rudal Hipersonik berbasis kapal Tsirkon pada 10 Desember 2018. Rusia telah melakukan 5 uji total Rudal Hipersonik berbasis kapalnya sejak 2015, kata CNBC.

Rudal hipersonik Tsirkon

Rudal Hipersonik Tsirkon telah dikembangkan oleh Asosiasi Penelitian dan Produksi Pembangunan Mesin. Menurut sumber terbuka, Tsirkon memiliki jarak tembak sekitar 400 km dan dapat mengembangkan kecepatan Mach 4-6, seperti yang disarankan oleh berbagai data.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Rudal Tsirkon akan diluncurkan dengan bantuan sistem peluncuran vertikal universal kapal laut yang saat ini digunakan untuk Rudal jelajah Kalibr dan Oniks. Sistem semacam itu dipasang, khususnya, pada korvet Project 20380, fregat Project 22350, dan kapal selam kelas Proyek 885 Yasen.

Juga, menurut sumber TASS, Rudal Tsirkon diperkirakan akan dipasang pada penjelajah Rudal bertenaga nuklir Rusia Pyotr Veliky dan Admiral Nakhimov.