Tu-160 BlackJack, Pembom Supersonic yang Paling Sulit Diintersep

Tu-160 adalah pembom strategis terakhir yang dikembangkan di era Uni Soviet. Pembom ini merupakan jawaban atas pengembangan pembom B-2 Spirit secara rahasia oleh AS.

Dikembangkan  pada awal tahun 1970, Tu-160 mulai operasional pada bulan April 1987. Sebanyak 35 Tu-160 saat itu berhasil dibangun.

Awal tahun 2015, Rusia mengumumkan rencananya untuk memulai kembali produksi si ‘Blackjack’ hingga tahun 2033, yang direncanakan akan menghasilkan 50 pembom Tu-160 baru.

Tu-160 varian terbaru, Tu-160m2 meski memiliki airframe yang sama, namun pesawat tersebut akan menggunakan sistem radar, avionik, sistem komunikasi dan mesin yang baru.

Berbeda dengan B-2 Spirit AS yang mengandalkan kelebihan pada kemampuan silumannya, Tu-160 mengandalkan pada kelebihan kecepatan supersonik dan kemampuan menembakkan rudal jelajah besar. Tu-160 dapat memacu kecepatannya hingga 2.05 Mach dengan menggunakan empat mesin turbofan afterburning Kuznetsov K-32.

Manuver Tu-160 yang cepat saat berpindah posisi, dan dengan cepat juga meluncurkan rudal jelajah supersonic membuat musuh sangat kesulitan untuk menghadanganya. Bahkan pilot Angkatan Udara AS dan Angkatan Laut AS mengakui, mencegat pesawat jet yang terbang tinggi dan cepat hingga 2 Mach sangat sulit bahkan walau meggunakan pesawat tempur berkecepatan tinggi seperti  F-15C Eagle.

Persenjataan utama Ti-160 adalah rudal nuklir Kh-55 Raduga, yang memiliki jangkauan 1.600 mil laut. atau versi konvensional seperti rudal Kh-555, atau yang terbaru rudal jelajah stealth Kh-101.

Leave a Reply