Tugas Sangat Berat di Baltik, Su-27 Kelak Digantikan Su-35

17295
Jet tempur Su-35, Su-30 dan Su-24 Rusia. © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Dalam beberapa tahun terakhir, sengketa antara Rusia dengan AS dan sekutunya memanas bukan hanya di Ukraina, Suriah, dan sekarang Venezuela yang mungkin saja bisa menjadi penggelaran teater operasi militer. Tetapi, kemungkinan besar, sengketa dan penggelaran persenjataan besar antara Rusia dan Barat justru bisa dimulai di Baltik.

Wilayah Kaliningrad, setelah runtuhnya Uni Soviet, wilayah ini merupakan posisi kantong wilayah yang diapit oleh negara-negara anggota NATO. Wilayah Kaliningrad adalah daerah yang paling termiliterisasi di Rusia, karena ini merupakan benteng garis depan paling barat dari posisi Rusia.

Posisi Baltik adalah posisi paling menguntungkan sekaligus paling rawan bagi Rusia.

Di satu sisi, berada di posisi “perut” NATO, yang mencakup Laut Baltik dan sebagian besar Eropa, dengan berbagai rudal jelajah yang dimiliki Rusia – memberikan keuntungan besar bagi Rusia.

Namun di sisi lain, posisinya yang terisolasi membuatnya menjadi sasaran paling diincar oleh aliansi NATO. Dalam skenario terburuk konflik NATO – AS dengan Rusia, maka akan lebih mudah invasi NATO dari Baltik, melalui St. Petersburg, Novgorod dan Pskov dan langsung menusuk ke Ibukota Rusia.

Tahun lalu, Wilayah Kaliningrad diperkuat dengan dukungan rudal Iskander-M. Angkatan Darat dan Pesisir Korps ke-11 dari Armada Baltik kembali diperkuat dengan resimen tank.

Lapangan terbang militer Chkalovsk ditingkatkan dengan menambah panjang landasan 500 meter, yang memungkinkan untuk mengoperasikan pesawat dari semua kelas.

Sebagai bagian dari Armada Baltik, resimen armada udara Baltik diperkuat dengan pesawat tempur Su-27.

Di masa depan, Su-27M akan digantikan oleh Su-35 terbaru. Pesawat tempur intersep ini dapat menghadang rudal jelajah, pesawat tempur dan helikopter musuh, serta jika perlu, menyerang sasaran darat dengan bom dan rudal.

Topcor

7 KOMENTAR