Jan 032019
 


Su-35 (foto : Common Wikipedia)

Rusia sampai saat masih belum memproduksi secara massal pesawat tempur generasi lima Su-57, dan sepertinya menjadikan Su-35 sebagai fighter penting di Angkatan Udara Rusia.

Pada 29 Desember 2018, pabrikan Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO) menyerahkan dua pesawat tempur Su-35 kepada Angkatan Udara Rusia.

Pesawat tempur Su-30SM sebelumnya menjadi pesawat tempur utama dan paling banyak diproduksi oleh pabrikan pesawat Rusia, kini sepertinya peran itu secara bertahap sedikit digantikan oleh Su-35.

Selama tahun 2016 – 2017 Angkatan Udara Rusia hanya menerima 20 unit pesawat tempur Su-35S. Namun pada tahun 2018 jumlah ini melonjak menjadi 60 unit, sehingga jumlah total pejuang Su-35 yang diterima Rusia menjadi 80 unit pesawat.

Para jenderal Rusia mengklaim, disaat Su-57 belum benar-benar siap bergabung bersama Angkatan Udara Rusia, Su-35 saat ini yang menjadi pesawat tempur kunci yang memenuhi semua persyaratan perang udara modern, bahkan melampaui pesawat tempur pesaing buatan AS, Inggris dan Eropa.

Sensor utama Su-35 adalah radar radar pasif pindai elektrolis Irbis dengan jangkauan deteksi target hingga 400 km, dikombinasikan dengan perangkat pemindai dan penjejak infra merah OLS-35 yang mampu mendeteksi jejak panas pesawat tempur siluman.

Su-35 juga dilengkapi dengan mesin dengan kontrol vektoring 3 dimensi (3D TVC) AL-41F1S untuk manuver dan pergerakan yang sangat fleksibel.

Selain itu Su-35 juga dapat dilengkapi dengan sebagian besar persenjataan rudal udara ke udara dan udara ke permukaan paling kuat yang dimiliki Rusia.

 Posted by on January 3, 2019

  3 Responses to “Tunggu Su-57, Rusia Jadikan Su-35 Sebagai Fighter “Kunci””

  1.  

    Su35 seperti mimpi yang indah aja..

  2.  

    – Dengan daya mesin yang besar, Su-35S mampu melaju hingga Mach 2.3 juga memampukan Su-35 melaju sedikit diatas kecepatan suara (sekitar Mach 1.1) tanpa menggunakan afterburner atau fitur yang dikenal dengan supercruise, walaupun dalam waktu yang terbatas. – Airframe mengalami perkuatan dengan material baru, sehingga usia airframe menjadi lebih lama. – Su-35S yang juga berjuluk Super Flanker juga dilengkapi dengan sistem jaringan pipa bahan bakar tambahan sehingga mampu membawa bahan bakar eksternal (drop-tank) dibawah sayap, satu fitur baru dalam keluarga Flanker…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.html

  3.  

    when i wake up, wow… SU-35