Sep 072017
 

Kapal selam HS Katsonis Type 214 Yunani, aktif 2013 (HDW)

Jakarta – Pemerintah Turki menawarkan kerja sama pembuatan kapal selam dan pesawat terbang tanpa awak / unmanned aerial vehicle (UAV) dengan Indonesia.

Keinginan Turki ini disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Turki, Ismail Demir saat bertemu Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Soetrimo, di The 6th Defence Industry Cooperation Meeting, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 6/9/2017.

“Pada pertemuan tadi, Turki menawarkan kerja sama pembuatan kapal selam 214 kemudian juga menawarkan UAV kelas MALE dan control system,” ujar Soetrimo saat ditemui Kompas.com, usai pertemuan.

Kepada Kompas.com Soetrimo mngatakan pemerintah Turki berkomitmen membantu Indonesia sampai menguasai betul pembuatan kapal selam dan sistem kontrolnya. Pemerintah Turki bersedia membantu pembuatan kapal selam hingga industri pertahanan Indonesia mampu memproduksi sendiri.

Kemitraan Strategis Indonesia Turki

Kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Turki, Ismail Demir ke Indonesia merupakan tindak lanjut atas kesepakatan pemerintah Indonesia dan Turki, setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ankara, bulan Juli 2017 lalu.

Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama di bidang industri strategis.

Kerjasama yang disepakati antara lain, peluncuran tank kelas menengah Kaplan MT yang merupakan produksi bersama antara Indonesia dan Turki , dikembangkan oleh FNSS Turki dan PT Pindad Indonesia.

Selain itu, ada Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan Turkish Aerospace Industries untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan.

“Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan truk, dan ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” ujar Presiden Jokowi, kala itu.

Kerja Sama Kapal Selam

Koran Handelsblatt berbasis di Düsseldorf, Jerman, sempat melaporkan bahwa ThyssenKrupp, perusahaan yang memproduksi kapal selam dengan mitra dari Turki, sedang negosiasi untuk bermitra mengambil bagian dalam proyek kapal selam Indonesia,  dikutip oleh Dailysabah.com, 4 Mei 2017.

ThyssenKrupp Marine System (TKMS), anak perusahaan perusahaan baja yang mendirikan kantor regional di Turki, bersama satu perusahaan Turki, yang namanya belum diumumkan secara resmi, berencana mengajukan penawaran untuk proyek kapal selam Indonesia.

Langkah bersama ini dilakukan saat kompetisi dengan pesaing TKMS Prancis, DCNS, dan juga perusahaan China dan Korea Selatan yang juga diharapkan mengajukan proposal untuk proyek tersebut.

Bulan sebelumnya, Galangan Kapal Golcuk Turki di provinsi Kocaeli mengajukan sebuah proposal kepada tentara Indonesia untuk kapal selam tipe 214.

Selama hampir 50 tahun terakhir, angkatan laut Turki telah memesan kapal selam dari galangan kapal Grup Ruhr, yang saat ini beroperasi di bawah TKMS.

Turki diharapkan bisa bekerjasama dengan TKMS untuk memasuki bisnis ekspor dengan bersama-sama ingin menjual kapal selam ke Indonesia, menurut surat kabar Jerman, yang diyakini telah menerima laporan intelejin dari orang dalam industri.

ThyssenKrupp, yang beroperasi di teknologi komponen, teknologi lift, industri baja dan bahan, telah beroperasi di Turki sejak akhir abad 19, sebagai nenek moyang perusahaan Krupp yang aktif di negara ini pada tahun 1868. Apalagi Blohm + Voss, perusahaan yang membangun kapal pesiar Mustafa Kemal Atatürk, Savarona, merupakan perusahaan Grup ThyssenKrupp.

Kerja Sama UAV dan Pesawat

UAv MALE Anka Turki (Turkish Aerospace Industries)

Saat berkunjung ke Turki, pada tanggal 6 Juli 2017, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan CEO dari tiga perusahaan industri strategis Turki untuk membahas perluasan investasi di Indonesia. Pertemuan “one on one” dengan para CEO dilakukan di Hotel JW Marriot, Ankara.

 

“Di dalam one on one ada tiga CEO yang melakukan pertemuan dengan Presiden,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dilansir Antara 7 Juli 2017.

Tiga CEO perusahaan itu meliputi CEO Karadeniz Holding, Hitay Energy Holding, dan Turkish Aerospace Industries.

Adapun pertemuan dengan CEO Turkish Aerospace Industries membahas soal perluasan kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk pengembangan pesawat CN generasi terbaru.

“Dan kemudian untuk joint development antara PT DI dengan Turkish Aerospace Industries dalam pengembangan pesawat CN 235, kemudian pengembangan pesawat untuk CN 245, pengembangan pesawat tanpa awak, drone kelas medium altitude long endurance untuk patroli perbatasan,” kata Retno Marsudi, kala itu.

Kini, 6 September 2017,  Wakil Menteri Pertahanan Turki, Ismail Demir datang ke Jakarta untuk tindakan lebih jauh kerja sama pembuatan kapal selam Type-214 serta UAV canggih, Medium Altitude Long Endurance (MALE).  Dua dari sejumlah teknologi yang sedang dikejar Indonesia untuk kemandirian.

  86 Responses to “Turki Ajak RI Bikin Kapal Selam Type 214 dan UAV”

    • dilema TOT U Boat adalah :

      TOT Uboat 209 Korsel ke Indonesia sebenarnya pernah dikomplain oleh Jerman karena Korsel tidak punya lisensi untuk TOT ke negara lain. Yang punya adalah Turki.

      TOT Uboat 214 Korsel tidak bisa lakukan ke Indonesia, dan memang seharusnya Turki yang berhak memegang lisensi ini.

      Tetapi Uboat 214 Turki hanya mempunyai keunggulan AIP , sedangkan U214 Korsel saat ini selain AIP juga akan memakai VLS. Satu fitur yang sangat didambakan TNI AL, … kenapa VLS ini juga kemarin pernah kita dengar Amur masuk dalam kandidat ini.

    • kok gak heli serbu sekalian?
      heli serbu turki juga bagus

  1. bagus..moga terrealisasi,,

  2. Mamirika marah g ya ?

  3. jgn sampe gk diambil type U214 lebih canggih dr chngbogo

  4. ini yg mau dipasangin AIP

  5. Kapal selam turky cetakan jerman menggunakan AIP fuel cell, kalau punya SAAB menggunakan AIP Based Stirling Enggine, yg mana mau indonesia?.
    Kalau yg dari korsel itu cuma kasel disel blm elektrik.
    Hahhahaaaa

  6. ora dobol ora gedebus…. sama2 untung…. becik ketitik olo ora ono

  7. Mungkin aja u214 besutan tukiyem ada kendala, jdinya mereka juga pusing dipengembangannya.
    Turki sprtnya mengincar n219 & cn245.
    Sambil ngajak joinan bikin u214 & tf2000.
    Torpedo sama vds buatan aselsan bagus loh, mana tahan tni al liat goyangannya 😆

  8. Ambil,mumpung diajak tot,daripada terus-2an beli sama Korea,walau dikasih tot,kesempatan gak datang 2x!

  9. ambilllll

    • Tambah Bingung…. pilihan nya semakin banyak ….
      Bisa kebingungan Dalam memilih…
      Ada Swedia .. Yunani …Korea selatan..Germany Dan Turki …
      Kalau mau di buat Focus ..Tinggal Swedia ..Turki Dan Korea Selatan ..

  10. Bagus itu.sya mendukung bgtz.

  11. sikatttt ….!!!!! g usah akan lagi atawa di kaji… mumpung lg hoki..

  12. Bagus daripada kerja sama dengan china gk ada hasil..

  13. klo turki yakin lah bisa kasih TOT yg bukan php..ky medium tank kerjasama pindad buktinya

  14. Sikattt cuuyyyy kesemfataann nihhh

  15. Borong… Borong… Borong…

  16. saya heran negara lain tak pernah mau mengajak kerjasama dgn AISYALAM

  17. Kayaknya kedua negara memang udah sepakat deh

  18. Kerjasama dengan Turki insya Allah menguntungkan.. No tipu2..

  19. klo kita udh punya pondasi yg kuat, pasti negara lain akan datang mendekat untuk bekerja sama. saya berharap musim panen akan tiba.

  20. Bagus,stlh tank gini kapsel dan drone.

  21. Ambil aja Turki ngga php dan juga sama-sama negara mayoritas islam

  22. Jgn ditolak kesempatan emas

  23. design Turki secara penampakan bagus bagus euy….

  24. Hahaha… Kilo Where Are U?… 😆

  25. MANTAP BANGET, DI LANJUTKAN

    • Bukan ada ada saja, memang begitu dek, kalau yg namanya disel pasti berasap, seperti asap kapal permukaan, jadi asapnya dibuang ke udara saja, supaya loe enak makan ikan laut

      • Bukan ada ada saja, memang begitu dek, kalau yg namanya disel pasti berasap, seperti asap kapal permukaan, jadi asapnya dibuang ke udara saja, supaya loe enak makan ikan laut

  26. Seeep setelah abis duit belajar buat kapal selem di corsel ahirnya indonesia akan mengajar turcy buat kapal selem

  27. Gol

  28. Merapat keturki…sekalian kalo perlu mbt ….

  29. Alhamdulillah
    …mantap.

  30. Bs jd ada teknologi yg tdk dpt dr Korsel,dr Turkey diharap bs dapat TOT untuk melegkapi dan menyempurnakan ilmu ttg pemuatan Kasel. Moga aja semua terealisasi dan tdk terkendala dana dan keamanan!

  31. kalau saran saya si pilih turki saja, karena korsel sedang diambang perang, mau kerjasama juga harus lihat lihat situasi dan kondisi

  32. Udah ambil ajaaa, nanti digabungkan antara kasel turki dan korsel ditambah lagi dgn N219 biar nanti bisa terbang dan menyelam … xixi

  33. Pada seneng dapet ikan yah, burung aja belum di goreng. Keh keh keh

  34. CN 235, CN 245 dan N 219 akan d produksi jg sm PT.TAI turki, untuk mengurangi budget pengiriman sy kira itu yg langkah yg bijak serta mengurangi masa tunggu produksi mengingat kapasitas produksi PT. DI masih terbatas.

 Leave a Reply