JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 312018
 

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Russian MoD

JakartaGreater.com – Tidak ada halangan bagi Turki untuk memakai sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia bersama dengan sistem pertahanan Patriot AS dan Eurosam SAMP-T Prancis-Italia, menurut akademisi asal Turki, Mesut Hakki Casin, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Turki kemungkinan akan menggunakan sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia itu untuk melindungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu, menurut Mesut Hakki Casin, pensiunan perwira Angkatan Udara Turki dan profesor hubungan internasional di Akademi Angkatan Udara Turki di Istanbul.

“Seperti yang Anda ketahui, Turki dan Rusia sedang melaksanakan proyek bersama PLTN Akkuyu. Pembangkit listrik tenaga nuklir adalah instalasi vital dari sudut pandang strategis militer. Dalam hal ini, saya yakin bahwa sistem S-400 akan secara efektif digunakan untuk melindungi pembangkit listrik tenaga nuklir ini. Turki telah memutuskan untuk membeli unit-unit S-400, dan tetap mempertimbangkannya”, kata Casin.

Casin mengingatkan bahwa Turki memutuskan untuk membeli sistem S-400 buatan Rusia bersama dengan sistem pertahanan Eurosam SAMP-T Franco-Italia.

“Turki bukan satu-satunya negara NATO yang menggunakan sistem rudal pertahanan Rusia. Saat ini sistem pertahanan rudal Rusia digunakan oleh tujuh negara anggota NATO, termasuk negara-negara bekas Blok Timur dan Yunani”, kata pensiunan perwira angkatan udara tersebut.

Sementara itu, AS berusaha untuk membujuk sekutu NATO-nya untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan rudal buatan Rusia dan membeli sistem rudal pertahanan udara MIM-104 Patriot dengan alasan ketidakcocokan antara sistem S-400 Rusia dan standar pertahanan udara NATO.

Lebih lanjut, pada tanggal 17 Maret sebuah grup anggota parlemen AS yang dipimpin oleh Senator Bob Menendez memberitahu Departemen Luar Negeri AS bahwa akuisisi sistem pertahanan udara S-400 Rusia harus mengarah pada tindakan hukuman seperti yang ditetapkan dalam undang-undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

“Jika Turki sangat membutuhkan rudal [Patriot] ini, pemerintah [Turki] akan membuat keputusan yang tepat dan rudal ini akan digunakan di Turki. Di sisi lain, baterai [Patriot] saat ini sedang digunakan diwilayah Turki sebagai bagian dari sistem NATO yang menyediakan pertahanan udara kepada Turki”, kata Casin.

Casin menambahkan bahwa jika AS benar-benar ingin menjual rudal Patriot ke Turki, lantas mengapa negosiasi yang telah berlangsung selama 10 tahun tidak jelas. Kenapa Washington ragu untuk mengambil langkah ini sebelumnya? Mengapa mereka kembali mengangkat masalah menjual Patriot setelah Turki memutuskan untuk membeli S-400 dari Rusia?.

“Mengenai menggunakan S-400 secara simultan dengan Patriot ataupun SAMP-T, itu semua tergantung pada apakah Turki menunggu ancaman di ketinggian rendah dan menengah, dan bagaimana mereka berniat untuk menahan rudal yang diluncurkan dari laut, darat, termasuk rudal jelajah”, Casin menjelaskan.

Itu juga tergantung pada satelit pengintai dan sistem radar udara kami. Turki memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk menggunakan ketiga sistem baik S-400, SAMP-T dan juga Patriot. Hal yang benar adalah bahwa situasi di perbatasan Irak dan operasi di Suriah telah mengungkapkan kebutuhan mendesak akan sistem pertahanan udara, lanjut Casin.

Moskow dan Ankara menandatangani perjanjian pinjaman untuk mengakuisisi empat sistem pertahanan rudal udara S-400 pada Desember 2017. Pengiriman awal sistem rudal canggih buatan Rusia ke Turki direncanakan pada kuartal pertama 2020. Sistem pertahanan udara S-400 ini akan dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Turki secara independen.

Bagikan :

  9 Responses to “Turki Akan Gunakan S-400 Untuk Melindungi PLTN”

  1.  

    S-400 – Air Defence Missile System

    https://youtu.be/q4ncll2gNps

  2.  

    Ehem2, ada yg gundah gulana karena Turki beli S400 dan menawarkan Patriot yg selama ini mereka acuhkan permintaan Turki atas sistem tsb.he3

  3.  

    biasaa poldun belagu

  4.  

    Wow

  5.  

    Indonesia darurat S500

 Leave a Reply