Mei 062018
 

Jet tempur F-35. (pixabay.com)

Jakartagreater.com – Awalnya, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Wess Mitchell memperingatkan bahwa pembelian Rudal S-400 dari Rusia dapat secara negatif mempengaruhi keputusan Washington untuk memasok jet tempur F-35 ke Turki, dirilis Sputniknews.com, 6 Mei 2018.

Namun, Turki akan membalas terhadap AS jika Washington memblokir pasokan jet tempur F-35 ke Ankara, kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu. Cavusoglu mengatakan bahwa proposal oleh anggota parlemen AS untuk menghentikan sementara penjualan senjata, termasuk jet F-35, ke Turki adalah salah, tidak logis dan tidak cocok dengan aliansi antara sekutu NATO.

“Minggu depan saya akan pergi berkunjung ke Amerika Serikat. Ini tentang fakta bahwa pembatalan penjualan F-35 tidak dapat diterima, dan jika itu (pembatalan) terjadi, maka mereka (AS) akan menerima tanggapan yang tepat dari Turki, “kata Cavusoglu.

Ankara telah berkomitmen untuk membeli 116 jet tempur F-35A di bawah program Joint Strike Fighter multinasional yang dipimpin AS. Baru-baru ini, Senator AS Lankford mengatakan bahwa “Keputusan strategis Turki sayangnya tidak sejalan dengan, dan kadang-kadang berbeda dengan, kepentingan AS.”

Menurut dia, kerja sama geopolitik Ankara dengan Moskow dan keputusannya untuk mengajukan perintah untuk sistem pertahanan Rudal S-400 Rusia yang canggih dapat menyulitkan rencana pembelian F-35.

Pada bulan Desember 2017, Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman untuk penyediaan sistem S-400 ke Ankara. Menurut sebuah pernyataan oleh sekretariat industri pertahanan Turki, Ankara mengakuisisi 2 baterai dari sistem ini, yang akan dioperasikan dan dilayani oleh personil militer Turki. (Sputniknews.com).