Jan 102019
 

Peralatan militer Turki dekat perbatasan dengan Suriah. (@ RT.com)

Surat kabar Hurriyet melaporkan bahwa Turki akan meminta pejabat Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan pada hari Selasa untuk menyerahkan pangkalan militernya di Suriah ke Ankara atau menghancurkan mereka, permintaan yang dapat semakin memperumit diskusi mengenai penarikan AS dari Suriah.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton bertemu dengan timpalannya dari Turki Ibrahim Kalin pada hari Selasa, beberapa hari setelah Bolton menambahkan syarat pada penarikan AS, mengatakan Turki harus setuju untuk melindungi sekutu Kurdi Amerika Serikat, milisi YPG, yang oleh Ankara dianggap sebagai kelompok teroris.

Presiden Donald Trump mengatakan pada bulan lalu bahwa dia membawa pulang 2.000 tentara AS di Suriah. Trump menjelaskan bahwa mereka telah berhasil mengalahkan ISIS. Langkahnya yang tiba-tiba memicu kekhawatiran di antara para pejabat di Washington dan sekutu di luar negeri dan mendorong Menteri Pertahanan Jim Mattis untuk mengundurkan diri.

YPG telah menjadi sekutu utama AS dalam perjuangannya melawan ISIS, dukungan yang telah lama menyebabkan ketegangan antara Washington dan Ankara. Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang telah melancarkan pemberontakan selama tiga dasawarsa di Turki, terutama di tenggara Kurdi.

“Beri mereka atau hancurkan mereka,” kata sebuah judul surat kabar Hurriyet, merujuk pada 22 pangkalan militer AS di Suriah. Mereka mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan yang mengatakan bahwa Turki tidak akan menerima Washington menyerahkan mereka ke YPG.

Seorang pejabat senior keamanan Turki mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Washington perlu mengizinkan Turki untuk menggunakan pangkalannya di Suriah.

Dalam ketegangan yang memanas karena strategi Suriah Trump, tidak jelas apakah Bolton akan bertemu dengan Presiden Tayyip Erdogan.

Juga dalam delegasi Bolton adalah Ketua Umum Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford dan utusan khusus Amerika Serikat James Jeffrey.

Kalin adalah juru bicara Erdogan dan wakil kepala dewan kebijakan luar negeri dan keamanan Turki.

Pada hari Senin, Erdogan memperingatkan bahwa penarikan AS harus direncanakan dengan hati-hati dan dengan mitra yang tepat, mengatakan hanya Turki yang memiliki “kekuatan dan komitmen untuk melakukan tugas itu”.

Dalam sebuah artikel op-ed untuk New York Times, Erdogan mengatakan Turki berkomitmen untuk mengalahkan ISIS dan “kelompok-kelompok teroris lainnya” di Suriah.

Gedung Putih berusaha untuk membuat kasus pada hari Senin bahwa Trump tidak mengubah posisinya tentang penarikan pasukan.

Sumber: Reuters

jakartagreater.com

  2 Responses to “Turki Akan Minta AS Serahkan Pangkalan Militer di Suriah”

  1.  

    setelah is is.apalagi yg amer mau ciptakan ya.
    dan di negara mana lagi yg mau di acak2

  2.  

    anggaran habis bt bikin tembok imigran, kebijakan trump emang bikin anggota senatnya makin auto bingung