Jan 112019
 

Anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) menghadiri pemakaman seorang komandan yang terbunuh di kota Qamishli timur laut Suriah pada 6 Desember 2018. © AFP via Press TV

JakartaGreater.com – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negaranya akan melancarkan serangan terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang berada di Suriah utara, jika Amerika Serikat menunda rencana penarikan pasukan dari negara Arab yang dilanda perang tersebut, seperti dilansir dari laman Press TV.

“Jika ditunda dengan alasan konyol seperti Turki membantai Kurdi, yang tidak mencerminkan kenyataan, kami akan mengimplementasikan keputusan ini”, kata Mevlut Cavusoglu kepada jaringan televisi berbahasa Turki, NTV pada hari Kamis dalam sebuah wawancara eksklusif. “Kami yang menentukan dilapangan dan diatas meja… Kami akan memutuskan waktunya dan kami tidak akan meminta izin dari siapa pun”, kata Cavusoglu.

Dia juga mengatakan pengumuman Presiden Recep Tayyip Erdogan bahwa militer Turki telah mempersiapkan serangan terhadap pasukan Kurdi di Suriah jauh sebelum keputusan timpalannya dari AS Donald Trump untuk membawa pulang pasukan AS dari Suriah.

Cavusoglu mengatakan Ankara akan melawan YPG terlepas dari apakah tentara AS ditarik dari Suriah atau tidak.

Trump bulan lalu mengatakan bahwa dia membawa pulang pasukan AS yang dikerahkan di Suriah – sekitar 2.000 personel – mengklaim mereka telah berhasil dalam misi mereka untuk mengalahkan kelompok teroris Daesh Takfiri di Suriah.

Langkahnya yang tiba-tiba ini memicu kekhawatiran di antara para pejabat di Washington, dan mendorong Menteri Pertahanan Jim Mattis untuk mundur sebagai bentuk protesnya.

 

Pada hari Selasa, Erdogan mengecam sebagai “tidak dapat diterima” dan “kesalahan besar” komentar terakhir yang dibuat oleh Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton tentang militan YPG yang harus dilindungi.

“Tidak mungkin bagi kami untuk menerima dan menelan bulat-bulat pesan yang disampaikan Bolton dari Israel. “Mengenai masalah ini, Bolton telah melakukan kesalahan serius dan siapa saja yang berpikir seperti ini juga telah melakukan kesalahan. Tidak mungkin kita untuk membuat kompromi pada titik ini. Mereka yang menjadi bagian dari koridor teror di Suriah akan menerima pelajaran yang diperlukan. Tidak ada perbedaan tunggal antara PKK (Partai Pekerja Kurdistan), YPG, PYD (Partai Uni Demokrat) dan Daesh”, kata Erdogan di ibu kota Turki, Ankara.

Pemimpin Turki itu menunjukkan bahwa negaranya sebagian besar telah menyelesaikan persiapannya untuk serangan militer terhadap Daesh di negara tetangga Suriah. Turki telah menganggap YPG sebagai organisasi teroris dan perpanjangan dari PKK yang dilarang, yang telah memperjuangkan hak otonomi di dalam wilayah Turki sejak 1984.

Bagikan: