Mar 262018
 

Peluncur sistem rudal taktis MIM-104 Patriot. © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Turki pada hari Jumat, 23 Maret mengatakan bahwa pihaknya sedang melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah AS mengenai rencana pembelian sistem rudal Patriot, seperti dilansir dari Yeni Safak.

“Saya dapat mengatakan bahwa diskusi kami dengan AS mengenai sistem rudal Patriot terus berlanjut”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam konferensi pers di Ankara, saat membahas sistem pertahanan NATO yang terintegrasi.

Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Umit Yalcin akan segera berkujung ke Washington DC, “mungkin minggu depan”, sebagai bagian dari grup kerja yang dibentuk antara Turki dan AS, tambah Aksoy.

Turki dan AS telah mencoba untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan, terutama mengenai teroris YPG/PKK di Suriah, sebuah kelompok yang telah bekerjasama dengan AS, menyebutnya sebagai “sekutu yang dapat diandalkan” dalam perang melawan Daesh.

Menjelang itu, Turki dan AS telah membentuk grup kerja untuk membahas sejumlah masalah termasuk stabilisasi wilayah Manbij, Suriah dan mencegah bentrokan yang tidak diinginkan.

Aksoy mendesak agar AS untuk dapat melanjutkan diskusi grup kerja untuk dapat membangun hasil yang “konkret”. Pada kunjungan Yalcin, Aksoy berkata: “Penilaian hasil dari grup kerja akan dilakukan, dan pemahaman bersama diproyeksikan”.

Menggarisbawahi bahwa Turki tengah berupaya untuk membangun sistem pertahanan yang terintegrasi dengan NATO terus berlanjut, Aksoy mengatakan: “Jadi, konsorsium kami dengan Perancis dan Italia atas [sistem pertahanan udara] Eurosam masih terus di lakukan dalam kerangka ini, selain pembicaraan Patriot dengan AS”.

Pada bulan Januari Sekretariat Industri Pertahanan Turki bersama dengan produsen pertahanan Prancis dan Italia Eurosam menandatangani perjanjian sistem pertahanan anti-rudal.