Turki Bantah Gunakan Teknologi Inggris Pada Drone Tempurnya

JakartaGreater.com – Baykar bantah Menggunakan Teknologi Inggris pada drone tempur Bayraktar TB2.

Produsen drone Turki Baykar telah menepis laporan yang mengklaim bahwa pihaknya dapat mengembangkan drone Bayraktar TB2 yang canggih menggunakan teknologi yang diimpor dari Inggris, lansir Defenseworld.

Menurut Selcuk Bayraktar, pemimpin insinyur di Baykar dan pengembang TB2, perusahaannya tidak pernah mendapatkan teknologi dari Inggris yang mahal. Perusahaannya telah merancang dan memproduksi drone yang jauh lebih canggih dan lebih murah, tulisnya di Twitter.

Sebelumnya media Inggris The Guardian menerbitkan pada hari Rabu bahwa “bantuan vital” dari EDO MBM Technology yang berbasis di Brighton yang memasok rak rudal Hornet membantu Turki menjadi pemain utama dalam industri manufaktur drone bersenjata. Laporan tersebut menuduh bahwa Bayraktar TB2 akan gagal menembakkan rudal selama tes jika bukan karena teknologi dari Inggris.

Pada 14 Oktober, pesawat tak berawak Turki meledakkan truk Kurdi saat memuat amunisi dan bahan peledak ke dalam kendaraan.

Dalam Operasi Peace Spring di Suriah, drone bersenjata ANKA-S dan Bayraktar sedang digunakan. Drone ini juga dilaporkan digunakan oleh pasukan Turki pada misi Operations-Euphrates di Suriah dan Olive Branch sebelumnya.

5 pemikiran pada “Turki Bantah Gunakan Teknologi Inggris Pada Drone Tempurnya”

  1. Ilmu itu akan selalu berkembang dari sesuatu yang sudah ada jadi tak ada salahnya kita mengembangkan apa sudah ada dibuat yang lebih baik walaupun kadang ada kemiripan dari hasil karya orang lain tapi sesungguhnya emang berbeda

Tinggalkan komentar