Turki Bekukan Semua Penerbangan ke Kurdistan, Irak Utara

Pesawat Turki (commons.wikipedia.org)

Ankara- Konsulat Jenderal Turki di Erbil, Irak, mengumumkan pada Rabu 27-9-2017 bahwa semua penerbangan antara Turki dan Irak Utara dibekukan mulai Jumat 28-9-2017.

“Dinas Penerbangan Sipil Irak (IraqCAA) sudah mengumumkan semua penerbangan dari Bandar Udara Erbil dan Sulaymaniyah di Irak Utara akan dibekukan mulai pukul 18.00 waktu setempat (22.00 WIB) pada Jumat, 29 September 2017,” ujar Konsulat tersebut di dalam satu pernyataan di akun Twitter resminya.

Atas permintaan IraqCAA, semua pesawat perusahaan penerbangan itu ke dan dari Wilayah Kurdistan Irak Utara akan dihentikan mulai Jumat 28-9-2017, katanya.

IraqCAA mengeluarkan pernyataan tertulis pada Rabu 27-9-2017  pagi, untuk menuntut perusahaan penerbangan asing membekukan penerbangan ke daerah yang dikuasai oleh Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) mulai Jumat 28-9-2017.

Tindakan itu dilakukan di tengah ketegangan antara Baghdad dan Wilayah Kurdistan sehubungan dengan referendum kemerdekaan yang diselenggarakan pada Senin 25-9-2017 di daerah yang dikuasai KRG di Irak Utara.

Tapi dalam tindakan yang bertolak-belakang, Maskapai Penerbangan Nasional Turki, Turkish Airlines, pada Rabu 27-9-2017 pagi mengatakan perusahaan itu tidak ada rencana untuk membekukan penerbangan ke Wilayah Kurdi di Irak Utara.

“Semua penerbangan pesawat penumpang kami yang dijadwalkan ke Erbil dan Sulaymaniyah akan dilakukan sesuai rencana,” kata perusahaan penerbangan tersebut di dalam satu pernyataan tertulis, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara pada Kamis28-9-2017 pagi di Jakarta. (Antara/Xinhua-OANA).

Tinggalkan komentar