Apr 202019
 

Jet tempur Sukhoi Su-57 © TV Zvezda

Turki kemungkinan bisa beralih menggunakan teknologi pesawat tempur buatan Rusia jika gagal mendapatkan pesawat tempur F-35 dari Amerika Serikat.

Namun Turki masih menaruh harapan besar pada pesawat tempur siluman F-35, dan belum memikirkan opsi pengganti F-35 karena membutuhkan pertimbangan teknologi, ekonomi dan politik.

“Kami tidak bisa membiarkan F-35 tidak diganti,” kata seorang perwira tinggi Turki kepada Defense news. Dia menolak untuk mengomentari opsi penggantian, karena akan membutuhkan “pertimbangan teknologi, ekonomi dan politik.”

Dan dari “penilaian geostrategis” muncul opsi Rusia sebagai pengganti pertama. “Teknologi tempur Rusia akan menjadi pilihan terbaik pertama jika sekutu kami – AS berperilaku tidak bersekutu dan mempertanyakan keanggotaan Turki dalam program Joint Strike Fighter,” kata Pejabat Militer tesebut.

Washington sebelumnya mengancam akan mengeluarkan Ankara dari program multinasional F-35 jika Turki menyebarkan sistem rudal darat-ke-udara S-400 buatan Rusia di tanahnya.

Bukan hanya pesawat tempur F-35, AS juga akan menghentikan bagian-bagian manufaktur, pemeliharaan dan perbaikan F-35, dan akan mengeluarkan perusahaan-perusahaan Turki dari pasokan dan produksi program F-35.

Awal bulan ini, Pentagon mengumumkan pembekuan pengiriman dan kegiatan program F-35 kepada Turki karena keputusan Ankara untuk membeli S-400.

Turki menegaskan pengiriman S-400 pertama dari Rusia akan tiba pada bulan Juli dan sistem S-400 pertama akan mulai beroperasi pada bulan September.

Sumber kepresidenan Turki mengatakan bahwa potensi kerja sama Turki-Rusia dalam teknologi pesawat tempur “dibahas awal” antara pejabat pertahanan kedua negara selama kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Moskow pada 8 April.

Langkah seperti itu akan menjadikan Turki satu-satunya anggota NATO yang menggunakan pesawat tempur dan sistem S-400 Rusia secara bersamaan.

Menurut atase militer Uni Eropa yang berbasis di Ankara, pertikaian antara Turki dan AS merugikan aliansi NATO, dan bisa mendorong Turki menjadi dekat dengan militer Rusia.

Namun, Rusia bukan satu-satunya alternatif untuk program F-35. Pada 2015, otoritas pengadaan Turki merilis permintaan informasi untuk TF-X, program pesawat tempur asli buatan Turki.

Saab Swedia adalah salah satu penawar yang bersedia memasok pengetahuan untuk tahap desain awal program, tetapi Ankara memilih BAE System Inggris.

Saab Swedia bersedia memberikan transfer teknologi, tetapi menurut Pejabat Tinggi Turki, harganya mahal pada saat itu, dan berharap Saab dapat merevisi tawarannya sekarang. Opsi lain bagi Turki adalah Airbus, mitra dalam program Eurofighter yang berbasis di Belanda dan Prancis, kata Pejabat itu.

Defence News

  2 Responses to “Turki Bisa Berpaling ke Rusia Jika Gagal Dapatkan F-35”

  1.  

    Akankah turky berpaling dr f35? Mari nantikan peristiwa berikutnya
    😆 😆

  2.  

    mending beli su 57 drpd f35.