Turki dan Rusia Bahas Produksi Bersama Peralatan Militer

File:S-400 Triumf From Wikimedia Commons, the free media repository

Moskow, Jakartagreater.com  –  Ankara dan Moskow sedang mendiskusikan berbagai masalah kerja sama di sektor pertahanan, termasuk kontrak pasokan dan produksi bersama, ujar Fahrettin Altun, Direktur komunikasi Presiden Turki, menulis di Twitter pada hari Senin 8-4-2019, dirilis TASS.

“Kami sedang mengadakan diskusi luas dengan Rusia mengenai kerja sama kami di sektor pertahanan. Kami sedang membahas masalah mulai dari pasokan timbal balik peralatan militer hingga kemungkinan produksi bersama.

Kerjasama bilateral di bidang pertahanan memiliki cakupan yang luas dan terus berkembang,” Fahrettin Altun mengatakan menjelang pertemuan di Moskow pada hari Senin 8-4-2019 antara Presiden Turki dan Rusia, Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin.

Berbicara tentang situasi di Suriah, Fahrettin Altun menekankan bahwa “kedua negara berbagi sikap tentang masalah integritas teritorial Suriah dan perang melawan teror.” “Kami menyerukan kepada semua negara yang mendukung teroris, yang mengancam integritas Suriah, untuk menghentikan ini dan membuat kontribusi mereka (untuk penyelesaian),” tulisnya.

Pada hari Senin, Erdogan dan Putin akan mengambil bagian dalam sesi kedelapan Dewan Kerjasama Tingkat Tinggi Rusia-Turki. Pembicaraan akan fokus pada Suriah, pasokan sistem Rudal S-400 Rusia ke Turki, implementasi pipa gas TurkStream dan masalah-masalah vital lainnya.

Masalah pada kontrak pasokan S-400 telah menjadi masalah mendesak dalam hubungan Turki-AS. Amerika Serikat menuntut agar Ankara melepas perjanjian dan memilih apakah S-400 atau NATO. Turki bersikeras bahwa mereka dapat memutuskan secara independen untuk membeli persenjataan dari negara mana pun, dan masalah dengan S-400 adalah bab tertutup dan akan diimplementasikan.

S-400 ‘Triumf’ adalah sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan Rudal balistik pesawat, jelajah dan balistik, termasuk Rudal jarak menengah, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi ground. S-400 dapat menghajar target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

Tinggalkan komentar