Turki dan Tiongkok Bersaing untuk Pengadaan Drone Indonesia

Model skala penuh UAV Anka Turki di Indo Defence 2018, Jakarta

Jakartagreater.com    –    Indonesia dalam waktu dekat akan membeli pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan ada sejumlah perusahaan yang telah mengikuti tender pengadaan UAV tersebut, dirilis situs Anadolu Agency, 16-1-2019.

Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan Indonesia, Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut perusahaan asal Turki dan Tiongkok telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau Drone.

Dia menyebut dari 5 perusahaan yang mengikuti tender pengadaan Drone sejak tahun lalu yakni, Amerika Serikat, Israel, Prancis, Turki dan China hanya 2 perusahaan yang memasuki tahap akhir.

Model UAV Anka di Indo Defence 2018

“Tinggal 2, satu Turki [Turkish Aerospace Industry], satu Tiongkok belum menang tender. Nanti akan diperbandingkan TOTnya, speknya, garansi, suku cadang dll,” jelas Agus Setiadji di Kementerian Pertahanan RI saat ditanya Anadolu Agency.

Menurut Laksda Agus Setiadji, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari 2019 nanti mengenai pemenang tender pengadaan Drone tersebut.

“Penawaran masih 2 [Turki dan Tiongkok], Nanti akan memasuki tahap reverse auction. yang 2 ini diadu lagi,” ujarnya.

Drone CH-4 Irak buatan Tiongkok. (

Laksda Agus Setiadji menegaskan pesawat tanpa awak yang diinginkan oleh TNI yakni memiliki spesifikasi Medium Altitude Long Endurance (MALE), memiliki Wingspan sepanjang 18 meter dan mampu terbang hingga jarak 200 km.

Kementerian Pertahanan kata dia menyiapkan anggaran 110 juta USD atau sekitar Rp 1 triliun jika dikonversikan dengan kurs dolar AS saat ini. Nantinya kata dia, Indonesia akan membeli 6 pesawat tanpa awak (UAV) dengan 2 hanggar di wilayah Natuna, Kepulauan Riau dan Papua.

Tinggalkan komentar