Jan 222019
 

Model skala penuh UAV Anka Turki di Indo Defence 2018, Jakarta

Jakartagreater.com    –    Indonesia dalam waktu dekat akan membeli pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan ada sejumlah perusahaan yang telah mengikuti tender pengadaan UAV tersebut, dirilis situs Anadolu Agency, 16-1-2019.

Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan Indonesia, Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut perusahaan asal Turki dan Tiongkok telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau Drone.

Dia menyebut dari 5 perusahaan yang mengikuti tender pengadaan Drone sejak tahun lalu yakni, Amerika Serikat, Israel, Prancis, Turki dan China hanya 2 perusahaan yang memasuki tahap akhir.

Model UAV Anka di Indo Defence 2018

“Tinggal 2, satu Turki [Turkish Aerospace Industry], satu Tiongkok belum menang tender. Nanti akan diperbandingkan TOTnya, speknya, garansi, suku cadang dll,” jelas Agus Setiadji di Kementerian Pertahanan RI saat ditanya Anadolu Agency.

Menurut Laksda Agus Setiadji, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari 2019 nanti mengenai pemenang tender pengadaan Drone tersebut.

“Penawaran masih 2 [Turki dan Tiongkok], Nanti akan memasuki tahap reverse auction. yang 2 ini diadu lagi,” ujarnya.

Drone CH-4 Irak buatan Tiongkok. (

Laksda Agus Setiadji menegaskan pesawat tanpa awak yang diinginkan oleh TNI yakni memiliki spesifikasi Medium Altitude Long Endurance (MALE), memiliki Wingspan sepanjang 18 meter dan mampu terbang hingga jarak 200 km.

Kementerian Pertahanan kata dia menyiapkan anggaran 110 juta USD atau sekitar Rp 1 triliun jika dikonversikan dengan kurs dolar AS saat ini. Nantinya kata dia, Indonesia akan membeli 6 pesawat tanpa awak (UAV) dengan 2 hanggar di wilayah Natuna, Kepulauan Riau dan Papua.

  7 Responses to “Turki dan Tiongkok Bersaing untuk Pengadaan Drone Indonesia”

  1.  

    Dengan anggaran 1T untuk 6 unit Uav atau sekitar 155 Milyard unit , mungkinkah Indonesia memberi Sejenis Drone Tempur ( Drone bersenjata ) ?
    Semoga saja hal itu menjadi kenyataan .

  2.  

    Mudah2an turkey yang menang tender …
    Kalau bisa hindari Beli Alutsista dari China..
    Tidak mungkin dapat ToT yang masuk akal Dan spare parts nya biasanya sulit.

  3.  

    Drone urgent ya yang bisa nenteng rudal. Klo drone biasa ya buat apa?

  4.  

    Pastinya ucav dong kalo cuma drone sudah bisa bikin kita

  5.  

    mending kerjasama dengan turki.
    kan bs dipastikan bs kerjasama kyk bikin tank harimau.

  6.  

    Belajar dari pengalaman soal janji TOT dari negeri tiongkok soal rudal.
    Layaknya jgn percaya lagi dengan janji tiongkok.
    Sebaliknya dgn Turkey. Medium Tank adalah pembuktian janji yg Turkey tepati kepada Indonesia.
    Sebaiknya, selayaknya, juga sepantasnya bagi Indonesia untuk langsung mengeliminasi tiongkok dari tender.
    Aslinya tidak enak bgt kena PHP…

  7.  

    Ini banyak orang gagal paham semua…medium tank itu kita kerja sama dengan turki…bukan seperti anda semua pikirkan dengan tat tet tot…!!!
    Masa ngak bisa bedain mana tot mana kerja sama…!!!
    Contoh Ifx kfx itu kerja sama…juga…dek…jangan pula diangap tot…!!!