Aug 152019
 

File:BAZ-6909-022 chassis for S-400 syste, From Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow   –   Jakartagreater.com,  Ankara mengharapkan Skuadron S-400 kedua akan dikirim ke Turki pada Agustus atau September 2019, kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada hari Senin 12-8-2019, sebagaimana dikutip oleh surat kabar Hurriyet, dirilis TASS pada Senin 12-8-2019.

“Skuadron S-400 kedua diharapkan akan dikirim pada Agustus atau September 2019,” katanya. Menurut Akar, “sejak Perjanjian Nuklir Jangka Menengah telah berakhir, Turki akan memiliki kebutuhan yang meningkat untuk sistem S-400.”

Menteri Pertahanan Turki menambahkan bahwa selama pembicaraan baru-baru ini, Amerika Serikat telah menawarkan kesepakatan baru ke Ankara. Namun, dia tidak memberikan detail apa pun.

Kesepakatan S-400

Berita pembicaraan Rusia-Turki tentang pengiriman sistem S-400 pertama kali datang pada bulan November 2016. Rusia Rostec State Corporation Sergei Chemezov mengatakan pada Desember 2017 bahwa kesepakatan itu bernilai $ 2,5 miliar.

Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan awal pengiriman S-400 pada 12 Juli 2019. AS mengatakan bahwa pembelian S-400 membuat Ankara tidak mungkin untuk terus berpartisipasi dalam program F-35, sementara NATO menolak untuk memasukkan S-400 Turki ke dalam sistem pertahanan udara Aliansi.

S-400 Triumf (nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal anti-pesawat jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi pada tahun 2007. S-400 Triumf dirancang untuk menghancurkan Rudal pesawat, jelajah dan balistik, termasuk jarak menengah yang, dan juga dapat digunakan terhadap tujuan dasar. Sistem S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 35 km.