Aug 172018
 

ANKA-S, pesawat terbang tanpa awak jenis MALE buatan Turki © N13s013 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Turkish Aerospace Industries (TAI) menyelenggarakan acara “Kerjasama Industri TAI-Indonesia” di Ibu Kota Jakarta, untuk mempromosikan produk serta meningkatkan kerjasama dengan Indonesia.

Seperti dilansir dari Anadolu Agency, Kepala Marketing dan Komunikasi TAI Tamer Ozmen mengatakan bahwa pihaknya ingin terus mengembangkan kerjasama dengan Indonesia, khususnya dalam bidang industri pertahanan.

Ozmen mengatakan bahwa kedatangannya ke Indonesia adalah untuk berpartisipasi dalam sebuah tender proyek Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Indonesia, dimana Turki merupakan satu dari empat negara yang akan terlibat selain China, Prancis dan Israel.

Dalam acara tersebut, Ozmen menyebut bahwa pihaknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan Indonesia serta menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pertahanan untuk bersama-sama mengambil keuntungan dan terus meningkatkan kerjasama.

Ozmen juga mengatakan bahwa kedatangannya ke Indonesia untuk membahas cara untuk membangun kerjasama dengan Indonesia dalam mengelola industri pertahanan dengan berbagai keahlian dan pengalaman perusahaannya, terutama produk-produk yang mencakup Anka (PTTA yang diproduksi TAI), helikopter serang Atak, pesawat latih turboprop Hurkus dan sistem satelit ruang angkasa.

Lebih lanjut, Ozmen pun menuturkan bahwa pihaknya telah mendemonstrasikan Anka dalam acara tersebut. Selain itu, dia juga menunjukkan kelebihan lain yang dimilikinya termasuk produk-produk yang lain.

Acara tersebut, kata Ozmen, sangat menarik perhatian para peserta yang hadir, dan mereka terbuka untuk bekerjasama dalam semua bidang. Ozmen mengungkapkan, Indonesia sedang mencari negara sahabat yang dapat diandalkan dan ramah untuk bekerjasama dalam jangka panjang.

“Indonesia menginginkan sistem bersayap tetap tanpa awak di ketinggian menengah, dan pesawat kami dapat memberikan jawaban langsung atas kebutuhan yang dimaksud. Kami memiliki platform nyata guna memenuhi kebutuhan yang sebenarnya diinginkan dalam tender tersebut. Meskipun saingan terbesar dari negara-negara dikawasan ini adalah China, tapi kami merasa bahwa mereka tidak terlalu tertarik dengan sistem milik Tiongkok”, ujar Ozmen.

Ia menambahkan bahwa Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan bahwa Turki menduduki posisi terdepan diantara sistem-sistem saingan lainnya.

Indonesia, ungkap Ozmen, adalah negara prioritas TAI. “Kami berharap saat tender nanti dapat menarik partisipasi perusahaan lokal pada tingkat memuaskan sehingga kami dapat memenangkan tender tersebut”, tambahnya.

Turki, China, Prancis dan Israel juga akan berpartisipasi dalam tender proyek pesawat terbang tanpa awak di Indonesia yang dijadwalkan akan diumumkan pada 24 Agustus mendatang.

  6 Responses to “Turki Hingga Israel Akan Ramaikan Tender PTTA Indonesia”

  1.  

    Pilih buatan Turkey aja. Sdh jelas kerjasamanya. Mending beli UAV bisa di pasangin rudal buat menghancurkan musuh Dr pd beli F-35 yg katanya diciptakan buat nakut nakuti anak2 kecil doank bisanya…hehehe

  2.  

    saya sangat memilih kerjasama dengan negara turki sj.
    buat apa kerjasama dengan isroil.
    suatu negara yg tdk di akui sebuah negara.

  3.  

    Mendingan sama turki sudah jelas sama2 menguntungkan. Dan mempererat hubungan tot

  4.  

    gimana kalo ini:

    beli dari isroil, embel2 TOT diganti Palestina merdeka he…he..

 Leave a Reply