Jun 182017
 

Qatar (Pixabay.com)

Ankara – Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk menyelesaikan keretakan hubungan dengan Qatar sebelum akhir bulan suci Ramadan, menurut sebuah wawancara dengan media penyiaran Portugis, RTP dilansir ANTARA 16/6/2017.

Erdogan juga mengatakan bahwa negara-negara Muslim seharusnya tidak menjatuhkan sanksi seperti itu kepada sesama negara Muslim.

Qatar menghadapi boikot ekonomi dan diplomatik yang parah dari Arab Saudi dan sekutunya yang memutus hubungan pekan lalu, dalam peristiwa keretakan hubungan terburuk di antara negara negara Teluk Arab selama bertahun-tahun.

Mereka menuduh Qatar mendanai terorisme dan terlalu dekat dengan Iran, dan semua tuduhan tersebut dibantah oleh Qatar.

Turki, yang mendukung Qatar, telah berusaha memecahkan masalah ini melalui diplomasi, dengan mengatakan bahwa keretakan hubungan tersebut merugikan umat Islam dunia.

“Kami ingin permasalahan ini dapat diselesaikan melalui diskusi sampai akhir Ramadan. Saat ini, raja Arab Saudi dapat mengambil langkah tersebut untuk mengatasi krisis”, kata Erdogan kepada RTP.

“Seorang Muslim seharusnya tidak menjatuhkan sanksi semacam itu terhadap Muslim lainnya, terutama di bulan Ramadan,” tambahnya.

Ramadan akan berakhir pada akhir Juni mendatang.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi pada Jumat, dalam upaya mereka untuk membantu mengatasi krisis.

  4 Responses to “Turki Imbau Saudi Sudahi Konflik Qatar Sebelum Akhir Ramadan”

  1. turki menjadi lebih dewasa setelah tragedi kudeta gagal kmaren

  2. Sesama negara mayoritas muslim gampang diadu domba! :marah :cd: :cd: :marah

  3. Negara arab paling di agung kan arab saudi, malah mudah di hasut oleh negara asing barat. Apa semua negara tetangga mau di jadikan musuh..

    Saudi No tolerant….malah turki yang harus menyabung silaturahmi. Susah memang kalo bawa2 keyakinan.

    Israel tambah tertawa sambil duduk manis manja!!!

  4. Arab saudi sebagai pusat umat islam seharusnya lebih bersikap arif. Jangan bertindak sporadis seperti anak kecil. Keliatan banget orang2 yg terlena dan manja karena uang alias lebih mementingkan keselamatan duniawi.. Takut banget sengsara. Sudah menjauh dari nilai2 yg diajarkan baginda nabi.
    Disulut untuk bermusuhan antar sesamanya paling mudah dan semangat. Seakan-akan makan nggak dikunyah dulu. Langsung ditelan. Miris melihatnya.
    Idealnya dia itu jadi penengah, pencari solusi agar umat islam tidak saling bunuh. Ini malah sebaliknya, kayak anak blo on, paling mudah dipengaruhi, dibujuk, di adu domba.
    seetttt dahh….
    palestine aja didiemin. daripada ikut campur mending beli F15 dan M1 Abram aja…
    seetttt dahh…

 Leave a Reply