Sep 152018
 

UAV Anka Turki. (CeeGee via commons.wikimedia.org)

Jakarta, Jakartagreater.com – Perusahaan Drigantara Turki, Turkish Aerospace Industries (TAI), menyatakan niatnya untuk membangun pabrik perakitan pesawat serta pusat teknologi dan logistik pesawat terbang di Indonesia, dirilis Anadolu Agency, 13-09-2019.

Vice President Corporate Marketing and Communication TAI Tamer Ozmen, kepada Anadolu Agency di Jakarta, Kamis, 13/9/2018 mengatakan keinginan tersebut dimulai melalui tender penawaran yang dilayangkan pihaknya kepada pemerintah Indonesia untuk pengembangan pesawat terbang tanpa awak bernama Anka.

“Ada peluang untuk pengembangan pesawat terbang dan helikopter dan pengembangan pasar di Asia melalui kerja sama dengan Indonesia,” jelas Ozmen.

Ozmen juga menyampaikan opsi untuk membentuk joint venture bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) selaku perusahaan dirgantara Indonesia.

Dia mengaku telah mengunjungi fasilitas yang dimiliki PTDI di Bandung dan sudah mengetahui kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan tersebut.

“PTDI bisa memimpin untuk pengembangan program pesawat terbang di Indonesia bekerja sama dengan kami,” lanjut Ozmen.

Kerja sama tersebut, menurutnya, akan membuka ribuan lapangan kerja baru untuk warga Indonesia di sektor industri dirgantara dan pertahanan karena perusahaan tersebut tidak akan membawa tenaga kerja asal Turki.

Justru, perusahaannya ingin membantu pengembangan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia Indonesia di sektor industri dirgantara dan pertahanan.

Dia juga melihat potensi kerja sama dengan PTDI bukan hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga pengembangan pesawat sipil melalui

“Perusahaan kami sudah bekerja sama dengan Boeing dan Airbus,” imbuh Ozmen.

PTDI, menurutnya, bisa menjadi original equipment manufacturer (OEM) besar yang memasok kebutuhan di Airbus ataupun Boeing dalam lingkup kerja sama ini.

Indonesia dan Turki, menurut Ozmen, sama-sama merupakan negara dengan kekuatan dan pengaruh yang terus berkembang di kawasannya masing-masing dan juga secara global sehingga kedua negara bisa mencari peluang bersama untuk bersinergi sebagai dua negara yang bersahabat.

Kedua negara juga, menurut dia, merupakan negara dengan penduduk Muslim yang besar dan memiliki kedekatan kultural.

“Pendekatan ini penting untuk bisa bekerja sama dan menghasilkan pehamanan yang lebih baik,” ujar Ozmen.

Berbagi

  10 Responses to “Turki ingin Bangun Pabrik Perakitan Pesawat di Indonesia”

  1.  

    Mantap dg Turki apa saja lanjutkeun euyyy

  2.  

    yes

  3.  

    oh yess ..oh good..thats good……lanjutken

  4.  

    Nama singkatannya aja yg bikin Ngiler…TAI.
    Coba kalau di balik saja TIA.Kan lebih keren

  5.  

    Ga perlu pikir2.. Deal lah,, dri pada ama amrik ngedumeh mlulu

  6.  

    TAI=Turkish Aerospace Industries
    Klo pakai TIA jd kacau deh grammarnya.
    .hehe
    Salam [email protected] oke

  7.  

    Hwuwuwewewuewe

    Niichh ad berita hot

    https://m.youtube.com/watch?v=MHykTY8pApw

    Turki aj yg abis dilanda ekonomi masih bisa2 nya nerbangin helikopter BUATAN SENDIRI tanpa bantuan orang, kpn indonesia bisa sprti ini?

    BTW, salut deh buat türkiye

  8.  

    membangun perusahaan dirgantara disini juga bagus. jadi ntar ada dua perusahaan dirgantara. seperti d USA ada LM, ada boeing dan northrop. di perancis ada airbus dan ada aerospatiale. di rusia ada biro sukhoi dan ada MIG, serta ilyushin.

    di indonesia ntar ada PT DI dan apa (kerjasama dg turki). atau juga mau tambah ada LAPAN.

 Leave a Reply