Turki Memulai Pelatihan Operasional S-400

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia

Personel Angkatan Udara Turki menghadiri pelatihan sistem pertahanan rudal S-400 di Rusia.

“Pelatihan S-400 dimulai di Gatchina Rusia, dengan partisipasi personil Komando Angkatan Udara sebagai bagian dari proyek sistem pertahanan udara dan rudal jarak jauh,” kata Kementerian Pertahanan Turki pada 4 September dalam sebuah tweet, dan dilansir oleh Huriyet Daily News.

Ankara menerima rudal S-400 Rusia pertamanya pada bulan Juli, dan selesai pada 25 Juli.

Batch kedua peralatan S-400 diterima pada 27 Agustus, dan pengiriman dijadwalkan akan berlangsung sekitar satu bulan, menurut Kementerian Pertahanan Turki.

Merasa bahwa upayanya untuk mendapatkan sistem rudal pertahanan udara dari sekutu AS berlarut-larut dan tidak sukses, Turki pada April 2017 menandatangani kontrak dengan Rusia untuk memperoleh perisai anti-rudal S-400.

Menentang penyebaran sistem Rusia, para pejabat AS berpendapat bahwa sistem buatan Rusia tidak akan kompatibel dengan sistem NATO dan kemungkinan akal-akalan Rusia untuk bisa menganalisa kecanggihan jet F-35.

Turki menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO, sehingga tidak akan menimbulkan ancaman terhadap aliansi atau persenjataan NATO.

Turki bahkan meminta dibentuknya komisi untuk mengklarifikasi masalah teknis terkait pembelian S-400. Namun AS sejauh ini belum menanggapi proposal Turki.

Sistem S-400 dipandang sebagai salah satu sistem rudal paling canggih di dunia, yang mampu melacak dan menyerang beberapa target secara bersamaan.

Sementara itu, Ismail Demir, presiden lembaga industri pertahanan Turki mengatakan pada 4 September bahwa S-400 akan siap dalam kapasitas penuh pada April 2020.

“Pengadaan baterai pertama dan kedua akan selesai sampai akhir September dan kemudian, pengaturan pertama akan selesai sampai akhir 2019. Namun, dengan mempertimbangkan pelatihan dan kerja perangkat lunak, (S-400) akan menjadi tersedia untuk digunakan dalam kapasitas penuh pada April 2020 ”, kata Demir dalam sebuah wawancara dengan penyiar swasta.

Setelah pengiriman awal berakhir, pengiriman sistem kedua termasuk baterai S-400 ketiga dan keempat akan selesai pada akhir 2020, kata Demir.

Sistem rudal pertahanan udara merupakan kebutuhan penting bagi Angkatan Bersenjata Turki (TSK), tambahnya.

“Perolehan sistem pertahanan udara telah diinginkan oleh semua cabang militer Turki selama bertahun-tahun,” kata Ismail Demir.

Tinggalkan komentar