Turki Menerima Undangan Resmi Untuk Pengiriman F-35

6
25
Jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II tiba di Edwards AFB. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Turki telah menerima undangan resmi untuk hadir pada Upacara Penyerahan jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II yang pertama untuk Turki pada 21 Juni mendatang, menurut harian Hurriyet yang dilansir dari laman Daily Sabah.

“Lockheed Martin akan senang melihat Anda berada disana dalam Upacara Penyerahan F-35 Turki di Fort Worth pada tanggal 21 Juni”, menurut isi surat undangan resmi dari Lockheed Martin.

Penyerahan pesawat perang pertama akan dilakukan setelah resepsi pada 21 Juni, tulis surat undangan tersebut. Jet tempur F-35A pertama Turki ini akan memasuki layanan di bulan November 2019 setelah selesainya program pelatihan pilot. F-35A yang lain akan dikirimkan secara secara berkala, sebut laporan itu.

Sementara itu, komite Senat AS baru-baru ini mengeluarkan rancangan undang-undang kebijakan pertahanan yang termasuk langkah-langkah untuk mencegah Turki membeli jet tempur F-35.

Dilaporkan bahwa amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) menurut senator Jeanne Shaheen dan senator Thom Tillis, akan menghapus Turki dari program F-35 atas penahanan Andrew Brunson, warga negara AS kata kantor Shaheen. RUU itu juga mengutip kesepakatan Turki dengan Rusia untuk membeli sistem rudal permukaan-ke-udara S-400.

Menanggapi amandemen NDAA oleh Senat AS ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan bajwa langkah terbaru AS menargetkan Turki untuk membujuknya membatalkan kesepakatan sistem pertahanan S-400 dengan Rusia dan membebaskan pendeta Andrew Brunson, yang ditahan di Turki karena punya hubungan dengan PKK dan Gulenist Terror Group (FETO).

Aksoy mengatakan bahwa Turki telah “memenuhi semua persyaratan” Program Joint Strike Fighter (JSF) multinasional untuk memproduksi jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Sekretariat Industri Pertahanan (SSM) Turki berencana untuk memasok 100 pesawat F-35A ke Komando Angkatan Udara Turki sebagai bagian dari Proyek JSF, yang mana Turki telah bergabung sebagai negara mitra, untuk memenuhi kebutuhan dari pesawat tempur Komando Angkatan Udara generasi mendatang. Selain dari Turki, AS, Inggris, Italia, Belanda, Kanada, Australia, Norwegia dan Denmark juga merupakan anggota program yang berpartisipasi.

6 COMMENTS

    • Kalau ikut hukum universal, UU pelarangan beli S400 keluar lebih akhir ketimbang perjanjian kontrak pengadaan f35, yg kuat dipakai adalah kontrak nya, itu kalau tidak diakali dgn UU antik yg baru … 😀

LEAVE A REPLY