May 292018
 

Jet tempur siluman Su-57 Rusia. (UAC Russia)

Moskow, Jakartagreater.com – Ankara kemungkinan akan membeli Jet tempur Su-57 Rusia jika Washington memutuskan untuk menangguhkan pengiriman Jet F-35 sebagai tanggapan atas pembelian sistem anti-rudal S-400 Rusia, dilaporkan surat kabar Yeni Safak, Minggu, 27-5-2018 dirilis Sputniknews.com.

Menurut sumber, kerjasama Rusia-Turki pada perangkat lunak militer dan pertukaran teknologi yang dibahas selama kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Turki pada tanggal 3 April 2018 mungkin juga termasuk pengiriman Jet Sukhoi, yaitu Su-57, pesaing langsung F-35, ujar koran Yeni Safak melaporkan.

Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman Desember 2017 lalu untuk memasok sistem pertahanan udara S-400 ke Ankara. Kesepakatan itu memicu perselisihan antara Turki dan Amerika Serikat, dengan yang terakhir mengancam untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ankara, karena Washington percaya bahwa senjata itu tidak sesuai dengan pertahanan NATO.

Pada hari Jumat 25 Mei 2018, Putin mengkritik Amerika Serikat karena mencoba memaksa Turki keluar dari kesepakatan dengan Rusia. Pada hari Kamis 24 Mei 2018, Komite Angkatan Bersenjata Senat AS merilis rincian tentang versi RUU kebijakan pertahanan tahunannya.

Rancangan tersebut, secara khusus, menyiratkan bahwa pengiriman jet F-35 AS ke Turki harus ditangguhkan sebagai tanggapan atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400 oleh Ankara.

Jet tempur generasi kelima Rusia Su-57, yang sebelumnya dikenal sebagai Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation (PAK FA), adalah pesawat “stealth” double-engine multirole yang dirancang untuk superioritas udara dan peran penyerangan.

Pesawat ini dilengkapi dengan sistem avionik canggih dan radar array bertahap yang aktif di udara serta dengan berbagai persenjataan presisi tinggi. Jet melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010 dan masih sedang diuji oleh militer.