Jun 102019
 

Birokrasi keamanan Turki telah memiliki rencana alternatif jika Amerika Serikat menghentikan pengiriman jet F-35 atas keputusan Ankara yang membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Turki bisa mempertimbangkan pesawat tempur siluman Su-57 Rusia atau J-31 China sebagai opsi yang memungkinkan, tulis media pro-pemerintah Yeni Safak pada hari Minggu.

Sebagai langkah terakhir dari meningkatnya tekanan Washington pada Ankara untuk membatalkan kesepakatan S-400 dengan Moskow, Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada hari Kamis yang merinci bagaimana partisipasi Turki dalam program F-35 akan sepenuhnya ditangguhkan pada 31 Juli, kecuali jika Turki menarik diri dari rencana pembelian sistem pertahanan Rusia.

Pada bulan April, Amerika Serikat membekukan program manufaktur F-35 bersama dengan Turki, yang memproduksi 6-7 persen suku cadang untuk jet tempur, sementara ada dukungan dari Kongres AS untuk menghentikan pengiriman 100 jet tempur F-35 Turki dari Amerika Serikat, jika Ankara melanjutkan rencana akuisisi S-400.

Media CNBC melaporkan bulan lalu bahwa Washington telah mengatakan kepada Ankara untuk memutuskan pada awal Juni untuk membatalkan akuisisi sistem rudal S-400 Rusia dan membeli sistem Patriot buatan AS atau akan terkena risiko pengusiran dari program jet tempur AS, sanksi AS dan kemungkinan blowback dari NATO .

Menurut Yeni Safak, Pentagon membuat langkah terakhir dengan mengirimkan surat itu pada hari Kamis, sehari sebelum batas waktu yang ditetapkan 7 Juni.

Ankara memprioritaskan S-400 dibandingkan jet tempur F-35 karena sistem rudal dipandang sebagai kebutuhan mendesak karena ketegangan regional, tulis harian itu.

“Rencana B, C, D siap jika proyek F-35 masuk ke kotak karena pembelian S-400,” kata Yeni Safak. Turki akan mempertahankan kekuatan udaranya dengan meningkatkan pemeliharaan pesawat yang ada, sementara itu akan meningkatkan upaya untuk memproduksi jet sendiri, menurut surat kabar pro-pemerintah.

“Duduk di meja bersama Rusia untuk pesawat militer adalah beberapa pilihan. Birokrasi keamanan juga mengeksplorasi J-31 China, bersama dengan Su-57 Rusia, ”katanya, menambahkan bahwa opsi-opsi itu juga lebih hemat biaya dibandingkan F35.

“Ankara sudah berpikir bahwa bahkan jika F-35 dikirimkan, akan menciptakan risiko keamanan serius bagi Turki karena F-35 langsung diperintahkan oleh Amerika Serikat. Karena itu, tidak ada yang menyesali ‘kehilangan’ F-35, “kata harian itu.

Mehmet Barlas, kolumnis harian pro-pemerintah Sabah, pada hari Minggu juga menyarankan segera memesan jet Rusia, tanpa menunggu sanksi AS yang dapat dikenakan di bawah Undang-Undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Tyler Rogoway dan Joseph Trevithick mengatakan dalam sebuah artikel yang mereka tulis untuk situs web otomotif The Drive bulan lalu bahwa Moskow telah menyatakan siap untuk bekerjasama dengan Turki dalam ekspor dan produksi jet tempur canggih Su-57 untuk mengisi kekosongan AS.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada bulan April bahwa Turki dapat membeli pesawat tempur di tempat lain, ketika ditanya tentang kemungkinan pengusiran Ankara dari program F-35.

“Ada Su-34, Su-57 dan lainnya. Saya benar-benar akan memenuhi kebutuhan dari suatu tempat sampai saya dapat memproduksinya sendiri, ”kata Cavusoglu.

Ahvalnews

 Posted by on Juni 10, 2019

  22 Responses to “Turki Pertimbangkan Su-57 Rusia Atau J-31 Tiongkok Jika Gagal Dapatkan F-35”

  1.  

    Menarik disimak pernyataan “Ada Su-34, Su-57 dan lainnya. Saya benar-benar akan memenuhi kebutuhan dari suatu tempat sampai saya dapat memproduksinya sendiri, ”kata Cavusoglu. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah akan terus menerus mamanuhi kebutuhan alutsista nya dr negara lain?

    •  

      Tenang bro, langkah awalnya projek KFX/IFX, selanjutnya tinggal gimana pemerintah aja

      •  

        Ya semoga saja pertisipasi kita dalam pembuatan ifx/kfx tidak dikurangi dari 20% menjadi 15%
        Dan semoga saja partisipasi kita bisa ditingkatkan sampai 50% agar mendapatkan transfer teknologi penuh plus pengalaman produksi dan pengembangan bersama

        •  

          Kita sudah kuasai rancang bangun pesawat tempur dr pengembangan ifx/kfx oleh sebab itulah kita kurangin partisipasi kita menjadi 15%, sebab yg kita butuhkan sebenernya hanyalah ilmu theknis rancang bangun pesawat tempur’ ada alasan kuat kenapa kita kurangin partisipasi kita yaitu desain yg kita inginkan tidak sesuai dengan prototype yg akan dibangun, kita memenginginkan pespur yg sedikit lebih besar sehingga otomatis bisa membuat tanki bahan bakar internalnya lebih besar yh mampu membawa bahan bakar jauh lebih banyak sesuai kebutuhan luas wilayah kita, jd kedepannya ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya akan lebih besar dr kfx oleh sebab itu indonesia mengurangi partisipasi kita sehingga kewajiban kita membeli ifx/kfx bisa lebih sedikit dr rencana awal, hal ini ada benernya jg sebab buat apa beli banyak2 kalau ifx versi produksi bersama tak sesuai dengan yg kita inginkan yg ujungnya toh nya jg kita kembangkan lg ifx yg sesuai kebutuhan luas wilayah kita, ifx/kfx produksi bersama panjangnya 15 m dan rencana versi ifx pengembangan indonesia selanjutnya 17 m – 18 m’ ifx pengembangan versi indonesia nantinya berfokus pada tanki bahan bakar internal yg lebih besar yg mampu membawa bahan bakar sesuai luas wilayah kita sehingga tidak perlu membawa tanki bahan bakar external, tanpa tanki bahan bakar external akan membuat ifx bisa membawa senjata jauh lebih banyak’ pengembangan ini otomatis akan membuat ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya jauh lebih besar ketimbang ifx/kfx produksi bersama.

          •  

            Benar sih ifx/kfx desainnya kecil
            Hanya saja yang kita butuhkan itu jeroannya seperti mesin, EW, LWR, RWR, MAWS dan bahan bahan kompositnya, soalnya aku nggak yakin mereka mau membagikan ilmu bahan bahan komposit pembuatan pesawat tersebut
            Juga seandainya ikut produksi bersama kemungkinan nanti kita dapat keuntungan dari penjualan pesawat tempur selain pembelian dari korea dan indonesia
            Dan untuk joint development juga agar kita tau cara mengolah rare earth untuk pembuatan pesawat tempur hehe…

          •  

            Masalah bahan kompositnya kita sudah kuasai dan pt.ludin siap membantu, masalah mesin udah ada negara yg kita loby untuk memberi lisensinya dengan mendirikan pabrik bersama di indonesia dengan sistem joint produksi dan sistem avionik sudah positif arahnya ke saab swedia jg dengan sistem joint produksi,,,jd intinya rencena pengembangan ifx versi indonesia selanjutnya udah matang oleh sebab itu kita berani negoisasi partisipasi kita agar kewajiban membeli bisa dikurangin, ya itu terserah korea selatan mau atau tidak dengan negoisasi ini dan mereka jg tau sebenarnya kenapa indonesia mengurangi partisipasinya, yg kita kejar emang theknis ilmu rancang bangun pespur aja dan kita mengurangi partisipasi kita karena pespur ifx/kfx produksi bersama ini emang gk sesuai dengan spek kebutuhan luas wilayah kita, kalau orang yg bener2 paham dengan masalah ini bukannya mencibir indonesia tp justru respek dengan indonesia sebab meski ilmu sudah didapat indonesia masih mau bertahan meski mengurangi partisipasinya dan indonesia tetep membuktikan bahwa indonesia sangat menghormati pihak korea selatan dengan tetep melanjutkan proyek2 kapal selam dengan korea selatan, jd ini murni masalah spesifikasi ifx/kfx produksi bersama emang tidak sesuai dengan kebutuhan luas wilayah dan strategi pertahanan udara kita, kalau untuk korea selatan ifx/kfx produksi bersama ini cocok karena luas wilayahnya tidak sebesar indonesia, meski begitu indonesia tetep lanjut kok demi menghormati pihak korea selatan meski nego mengurangi partisipasinya’ kalau negara lain pasti udah keluar.

          •  

            Ouuh saya kira dikurangi krna ga ada duit ,buat bayar cicilan membengkak.he

          •  

            Mungkin juga indonesia tertarik dengan tawaran turki tentang joint developmet program tfx

          •  

            Tidak semudah itu Ferguzo. Indonesia itu baru dilibatkan dalam tahap Technology Development Phase (TDP) dalam pengembangan KFX/IFX. Itu aja bukan dari Feasibility Studies (FS). Akan sangat lama bagi Indonesia untuk mampu melakukan rancang bangun pesawat tempur. Indonesia setidaknya harus bisa bikin chip multi layer dulu,minimal 4 layer aja dulu. Kalo bodinya dan avioniknya sih mungkin.

            Indonesia aja butuh puluhan tahun dulu buat ngerakit CN-235 baru bisa buat N-250 dan N-219, apalagi untuk pespur. Jadi pendapat Ente yg bilang kalo Indonesia mengurangi keterlibatan dalam pengembangan KFX karena sudah bisa rancang bangun sendiri itu terlalu ngibul bin ngawur.

          •  

            IFX sendiri sebenarnya sudah mengakomodir kebutuhan spesifikasi tempur yg dibutuhkan TNI. Karena KFX/IFX dibuat untuk melebihi F-16 maka spesifikasi yg dimiliki sangat baik bahkan dalam beberapa indikator lebih baik dari Sukhoi generasi keempat.

            IFX sudah mengusung double engine, jangkauan terbang hingga 65.000 kaki atau hampir 20 km, Mampu membawa senjata sekitar 5-6 ton. Jangkauan hingga 4000 km dan khusus untuk Indonesia mampu melakukan air refueling.

          •  

            Oalah…angan-anganmu berlebihan coi…Indonesia ndak dpt apa2…duit amblas pasti iya, Korea yg untung….mending bikin kaprang/kasel ajah, di jamin wujudnya ada.

          •  

            To agatopret oon dipelihara, eh tiong apakah karena sudah duble engine sudah sesuai kebutuhan indonesia, apakah karena sudah melampaui f16 berarti sudah sesuai kebutuhan indonesia??? Pespur yg gimana sih yg diinginkan indonesia sesungguhnya dan kenapa indonesia kesemsem ame flanker???? Emang kalau duble engine positif bisa menghendel luas wilayah indonesia tanpa tanki external??? Gk usah bawa2 selera barat ente kalau bicara ifx, pespur yg diinginkan indonesia emang pespur yg menghendel cakupan sesuai luas wilayah indonesia tanpa tanki bahan bakar external’ boleh ditelusuri kok pespur keiinginan TNI Au, tunjukin link datamu soal cakupan kemampuan ifx/kfx yg ente bilang itu’ gk usah banyak cincong cuap2 tanpa data, kalau cakupan dengan tanki external iya yg artinya kemampuan mengusung senjatanya jauh lebih sedikit dr su30 yg kita punya,,,hanya orang2 otak cekak yg terlau pesimis dengan kemampuan insyiur2 indonesia dan PT.DI, yg dibutuhkan indonesia emang cuman ilmu theknis rancang bangun pespur’ indonesia emang bener2 belum ada pengalaman ilmu theknis rancang bangun pespur, setelah sudah dapat ya pasti mampu’ kalau bicara instal sistem avionic dan istal mesin kerancangan pesawat yg dibuat indonesia ini masalah kecil bagi insyiur2 indonesia dan PT.DI, jd kalau ada orang indonesia yg pesimis dengan kemampuan indonesia berarti tu orang pengetahuannya nol.

        •  

          Alasan gk ada uang itu alasan merendah karena kalau blagu sok kaya entar banyak yg jegal2, pura2 miskin adalah jurus jitu tuk menjalankan roda ekonomi negara kita yg masih tahap berkembang’ kita jg harus bisa memainets pengeluaran, dengan mengurangi partisipasinya kan lumayan biaya pengurangan wajib beli ifx produksi bersama dialihkan ke pengembangan ifx versi indonesia’ seandainya ujungnya cuma 32 unit ifx produksi bersama yg kita beli dr 48 unit rencana awal kan biaya 16 unit pengurangan wajib membeli bisa dijadikan biaya pengembangan ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya,,,masalah tawaran TFX turki untuk kerjasama dengan indonesia udah ditolak secara halus dengan indonesia, turki jg sudah tau rencana pengembangan ifx versi indonesia selanjutnya sehingga loby turki untuk merayu indonesia ikut tfx pun terhenti, kalau bayanganku ifx versi pengembangan indonesia akan bener2 tangguh bila semua rencana berjalan mulus, avionicnya akan memakai sistem avionic gripen E dan mesinnya saturn AL-31FP, berat pespur yg lebih ringan dr su-30 akan membut ifx sangat2 gesit dan bermanufer tinggi untuk ukuran pespur kelas generasi 4,5,,,kuncinya tinggal di loby mesin, bila jd pengiriman su35 maka fix kita dapatkan lesensi mesin saturn AL-31FP dengan sistem joint produksi bersama dengan mendirikan pabrik mesin pespur bersama di indonesia, inilah alasan menhan dan pemerintah ngotot pertahankan pembelian su35 sebab cuman inilah peluang kita tuk dapatkan lisensi dan ilmu teknologi pesawat tempur, dr teknologi mesin pespur ini akan banyak manfaatnya untuk pengembangan rudal balistik dan roket satelit’ mudah2an semua lancar dan us tdk mengganjal rencana2 ini termaksud pengadaan su35, aku yakin rusia bersedia memberi lisensinya dengan sistem joint produksi karena mesin saturn AL-31FP tidak akan digunakan rusia lg untuk produksi su30 selanjutnya dan beralih ke mesin saturn AL-41FP yg digunakan su35, rusia pun akan diuntungkan dengan lisensi ini sebab masih digunakan negara lain yg artinya masih memberi pemasukan yg panjang bagi rusia dan lagian mesin saturn AL-31fp ini teknologinya sudah lama dicuri china jd gk ada ruginya bila rusia memberi lisensinya ke indonesia dengan joint produksi dan ini akan membuat persaingan produk mesin pespur dikawasan asean, asia tenggara dan asia selatan makin ketat dengan kehadiran pabrik mesin pespur saturn AL-31FP di indonesia.

  2.  

    Selamat buat Turki jangan mau disetir didikte negara lain, kalau boleh memilih saya lebih pilih rudal mematikan canggih dan multifungsi dibandingkan dengan pesawat canggih sama2 mahal tetapi lebih mahal pesawat, anggap Turki tidak memasalahkan biaya pesawat, toh masih bisa dapatkan pesawat canggih lain semisal Su-34/Su-35 atau bahkan Su-57 dan tidak ada jaminan juga F-35 sangat supremasi saat diudara, tetapi dengan baterai rudal S-400 standby di darat terbukti lik SAM and the gank sampai over acting dan alergi berat, artinya daya gentar S-400 mengalahkan F-35. Begitu S-400 meluncur dijamin target yg sudah dikunci hancur sedangkan jika F-35 yg meluncurkan rudal masih ada kemungkinan rudal bisa ditangkis dan bahkan pesawatnya sendiri sudah ditarget utk dihancurkan pula….inti dari semua sebenarnya melulu masalah politis bukan bisnis murni, lik SAM berupaya mematikan ekspor Rusia, ibaratnya kalau kita tidak bisa berdagang jualan tidak ada penghasilan kita buat nafkahi keluarga maka matilah kita. Turki akan cari alternatif lain yang masih terlalu banyak sebaliknya lik SAM malah mempersulit diri sendiri dengan membatalkan rencana 100 unit F-35 yang akan dibeli Turki.

  3.  

    Beli SU-57 aja, teknologinya terupdate. Ketimbang beli kalkun terbang yg ssh nyata tinggal disembeleh lawan aja tanpa perlawanan….xicizicixicixi

  4.  

    Silahkan borong su 57
    😆 😆

  5.  

    f35 ga usah di lock nanti juga nyemplung sendiri kelaut.
    saking silumannya kmrn baru ketemu pilotnya.
    benar2 silukman.hmpir 2 bln radar canggih manapun blm bisa mengendus keberadaan silukman f35.

  6.  

    SU 57 bagus,SU 35 cakep J31 jangan!!!

  7.  

    sudah saatnya semua negara yg tahu kelicikan si pendengki beralih ke dagangan rusia yg bebas pakai.

  8.  

    Ngapain jga elu repot2 nyari silukman…..silukman drmah bini mudanya kok.

  9.  

    @Raden Situngkir, gini ya Dik. Kalo mau link ane kasih Linknya
    https://id.wikipedia.org/wiki/KAI_KF-X
    https://www.militaryfactory.com/aircraft/detail.asp?aircraft_id=1035

    Tapi yah itu data dari perkiraan. Indonesia memang menginginkan pespur yg bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia dari tengah (sebagai asumsi Indonesia akan mampu melakukan serangan balasan saat wilayah terdepan jatuh). Walaupun mesin F-414-400 pilihan KFX tidak sekuat Saturn AL-31, tapi dg kemampuan Air refueling itu akan sangat membantu dalam pelaksanaan misi tanpa mengurangi beban senjata yg bisa dibawa. Mengapa Indonesia berpatokan pada F-16? Karena pespur tersebut sudah sangat lama menjadi tulang punggung penjaga Udara kita dan sistem pada KFX sangat kompatibel dengan infrastruktur alutsista udara Indonesia yg sebagian besar menggunakan produk dan lisensi dari Barat.

    Sedangkan pemilihan Flanker sebetulnya secara murni agar terhindar dari kemungkinan embargo yang sebenarnya saat ini sangat kecil kemungkinan terulang kecuali pemerintah dan atau TNI dianggap melanggar HAM kembali. Kenyataannya kita sudah profesional dan masalah seperti itu sudah bisa dicegah dan dihindari.

    Mesin Al-31 sekalipun bagus akan sangat sulit dipasang di IFX Blok 2 Karena itu akan membutuhkan riset lagi, penyesuaian sistem on board lagi. Kalopun bisa, akan sangat mahal dalam produksinya mengingat itu butuh pembangunan manufaktur yg mahal sedangkan kebutuhan kita cukup 100-200 pespur sedangkan lisensi ekspor KFX/IFX belum kita peroleh. Skala ekonominya akan jadi sangat besar dan mahal.

    Kalo mau, ya mulai produksi mesin Propelan buat N-219 aja dulu.