Oct 142017
 

S-400 Rusia (Ministry of Defence of the Russian Federation )

Jakartagreater.com. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan pembelian sistem anti-pesawat S-400 Rusia, dan menambahkan bahwa Ankara juga mengadakan pembicaraan mengenai S-500, sebuah sistem tipe THAAD, yang saat ini dalam pengembangan, dirilis RT.com, 13/10/2017.

“Dalam pembicaraan kita dengan [Presiden Rusia Vladimir] Putin, kita tidak berpikir untuk berhenti dengan S-400s. Kami juga memiliki pembicaraan mengenai S-500, “kata Erdogan, berbicara kepada wartawan saat kembali dari perjalanan ke Ukraina dan Serbia, seperti dikutip oleh surat kabar HabertĆ¼rk dan Reuters.

Menurut presiden Turki, tidak akan ada produksi gabungan pada tahap pertama pembelian S-400.

“… tapi di tahap kedua, InsyaAllah, kita akan mengambil langkah produksi bersama,” kata Erdogan.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Rusia mengkonfirmasi bahwa mereka menerima uang muka dari Turki untuk pembelian rudal canggih S-400.

“Ya, kami sudah menerimanya [uang muka]. Kami belum bisa menyebutkan tanggal pengirimannya. Mereka menginginkannya lebih awal dari tahun 2019, tapi masalahnya masih dalam pembahasan, ” ujar ajudan presiden Rusia untuk kerja sama teknik militer, Vladimir Kozhin pada saat itu.

Kesepakatan Turki-Rusia yang banyak dibahas bisa mengindikasikan hubungan yang lebih erat antara kedua negara, serta keretakan antara Turki dan sekutu NATO-nya.

Pada bulan Juli, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa sistem anti-pesawat S-400 “tidak akan dapat dioperasikan dengan sistem NATO”.

AS menyampaikan “kekhawatirannya” kepada pejabat Turki mengenai kemungkinan pembelian S-400, ujar juru bicara Pentagon Michelle Baldanza kepada RT awal pekan ini.

“Sistem pertahanan rudal NATO tetap menjadi pilihan terbaik untuk mempertahankan Turki dari ancaman penuh di wilayahnya,” kata Baldanza. “Kami memiliki dialog terbuka mengenai masalah ini, dan telah menekankan pentingnya mempertahankan interoperabilitas NATO pada pengadaan sistem pertahanan utama manapun.”

Erdogan mengecam kritikan tersebut, dengan mengatakan bahwa Turki tidak mau menunggu perlindungan sekutu NATO-nya.

“Apa yang kamu harapkan? Haruskah kita menunggumu? “Katanya.

Pada hari Selasa Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa keputusan Ankara untuk membeli S-400 dari Moskow tidak membahayakan kepentingan aliansi tersebut.

“Saya berbicara dengan Presiden Erdogan saat saya bertemu dengannya di bulan September. Saya mengatakan bahwa jenis kemampuan yang ingin dicapai oleh beberapa negara berbeda adalah keputusan nasional, “kata Stoltenberg.

Sistem rudal S-500, yang dikembangkan oleh produsen Rusia Almaz-Antey, akan mulai beroperasi di tahun-tahun mendatang, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan awal tahun ini.

Menurut majalah National Interest, S-500 akan menjadi analog dari Sistem Pertahanan THAAD dan akan “lebih efektif melawan pesawat siluman”.

  18 Responses to “Turki-Rusia Bahas Pembelian Sistem S-500”

  1. S-500… cerdas…

  2. Ternyata turky masih ingin menambah lg kebutuhan pertahanannya udaranya yaitu S500 gaya baru

    Hahhahaaaa

    • Boleh saja beli, tapi Turki jangan harap akan dibolehkan mengetahui kode elektronik sistem identifikasi kawan-lawan. Itu rahasia.
      Negara teman Rusia pun nggak akan dikasih tau. Apalagi Turki itu anggota Paguyuban NATO.

      • Kalo dr mami rika apa boleh mengetahui…? Bukankah pilihan S-400 Turki krn d tinggalkan mami rika…? Kalo skrng turki lbh memilih S-400 stlh rudal pertahanan mami rika d tarik dr Turki apa yg salah…. masak Turki hrs merengek2 trs untuk meminta perlindungan… rengekan itukah yg d harapkan mami rika dr turki…?

  3. Lalu kapan RI menyusul untuk membeli S400 jg S500 dr Rusia? Klu dr AS agak gak mgkn dikasi Patriot dan THAAD harganya jg kemahalan.

  4. RI dimata kemenhan,,Shorad dan VShorad.Myanmar aja punya buk. Memalukan.

  5. eleh sekali beli pengen yg lebih jos terbaru s500, turki gitu loh mantap..

  6. Test Test Test 157 Komenku Ngeweh… šŸ˜†

  7. Hahaha… Belum Di Jual Sampe Kebutuhan Russian Armed Force Terpenuhi Tapi Katanya ‘Si Hitam Dari GUNDUL’ “Money Is Everything And All Can Happen With Rubels” šŸ˜†

 Leave a Reply