Jul 092017
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia. © Sputnik

ANKARA – Turki mengumumkan bahwa aspek teknis dari kesepakatan S-400 buatan Rusia saat ini telah selesai dan hanya masalah keuangan yang masih terus dibicarakan, seperti di lansir dari laman Daily Sabah.

Berbicara kepada stasiun siaran negara TRT kemarin, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan bahwa baik Rusia maupun Turki telah menyelesaikan rincian teknis kontrak tersebut.

“Di pihak Rusia dan juga Turki, pembahasan teknis telah selesai, sekarang kita berada di tahap akhir, kami sedang mengerjakan masalah keuangannya, yang saya yakini akan selesai dalam beberapa hari mendatang”, kata Isik.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Vladimir Putin sebelumnya pun menyatakan kesediaan mereka untuk bekerjasama dalam mengatasi kesepakatan sistem pertahanan udara S-400.

Wakil Presiden Rusia Vladimir Kozhin mengatakan pekan lalu bahwa Moskow dan Ankara menyetujui pengiriman sistem mobile S-400 namun Kremlin tidak menyetujui pinjaman Turki untuk kesepakatan tersebut.

Kozhin juga mengatakan bahwa Rusia melihat “tidak ada hambatan” untuk memberi sistem rudal canggih tersebut kepada anggota NATO.

Sistem S-400 diperkenalkan pada tahun 2007 dan dapat membawa tiga jenis rudal berbeda yang mampu menghancurkan target darat dan udara, termasuk rudal balistik dan jelajah.

Sistem pertahanan udara jarak jauh ini dapat melacak dan melibatkan hingga 300 target secara bersamaan dan memiliki layanan ketinggian hingga 27 kilometer (17 mil).

Sejauh ini Rusia hanya menjual sistem S-400 kepada dua negara lainnya. Tahun lalu, China dan India telah menandatangani kesepakatan antar pemerintah atau G-to-G untuk mendapat empat resimen sistem S-400 buatan Rusia, dan pengiriman sistem pertahanan udara baru itu diperkirakan akan dimulai pada 2020.

Turki akan menjadi negara anggota NATO pertama yang akan memiliki sistem rudal S-400 tersebut jika negara tersebut mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk pengadaannya.

Menteri Pertahanan Turki juga mengatakan bahwa Turki telah meluncurkan proyek sistem pertahanan udara sendiri dan keputusan tersebut dibuat untuk bekerjasama dengan Prancis dan Italia.

“Kami sekarang juga membahas kerjasama dengan Amerika Serikat”, tambah menteri pertahanan Turki.

Turki telah berinvestasi secara signifikan di industri pertahanan baru-baru ini dalam upaya menghasilkan persenjataan buatan dalam negeri untuk meminimalkan ketergantungan pada negara lain.

Bagikan:

  4 Responses to “Turki – Rusia Selesaikan Rincian Teknis S-400”

  1.  

    Indonesia kapan punya ya

  2.  

    SIAP SIAP DI PELAJARI KELEMAHANNYA SM UNCLE ASU.

  3.  

    Apa AS NATO gak uring2an nanti? Atau bs2 dibedel untuk melihat teknologi kuncinya.

  4.  

    di cari s-300 bekas buat rntokin brung emprit yg mkan padi saya

 Leave a Reply