Jun 162018
 

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli, mengecam permintaan AS untuk membatalkan kesepakatan membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia sebagai sebuah bentuk “pemerasan”, menurut laporan kantor berita Anadolu pada hari Kamis.

“Permintaan seperti itu dari AS telah melampaui norma-norma diplomasi dan hubungan perdagangan yang diizinkan. Memaksakan permintaan ini tidak dapat diterima. Situasi dapat dikarakterisasi sebagai bentuk pemerasan”, kata Menteri Pertahanan Turki.

Canikli juga mengatakan bahwa Turki “memenuhi semua komitmennya” dan mengharapkan Amerika Serikat akan dapat engirimkan jet tempur generasi kelima F-35 pesanan Turki tepat waktu.

Portal web Defense News melaporkan sebelumnya pada hari Kamis, bahwa Washington tetap melanjutkan rencana untuk memberikan F-35, jet tempur generasi ke-5 pertama ke Turki pada tanggal 21 Juni, meskipun mereka tidak puas dengan keputusan Ankara untuk membeli sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dari Rusia.

Asisten Deputi Menteri Pertahanan AS untuk Pertahanan Eropa dan NATO Thomas Goffus bahkan mengatakan pada panel think-tank di Atlantic Council, Washington di hari Rabu bahwa pembelian sistem rudal S-400 oleh Turki “tidak membantu” dan preferensi kami adalah bahwa mereka jangan membeli S-400 tersebut.

Namun, terlepas dari semua peringatan itu, tampaknya Departemen Pertahanan AS tidak memiliki rencana untuk mencegah Turki mendapatkan F-35 pertamanya atau membatasi penggunaannya di Luke AFB, tulis Defense News.