Turki Secara Resmi Dukung Indonesia

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi (Kemenlu RI)

Ankara – Turki secara resmi telah memberikan dukungannya kepada Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020.

“Turki telah memberikan dukungan untuk DK ke kita. Sudah. Done. Untuk 2019-2020,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Ankara, dirlis Antara, Kamis, 6/7/3017.

Dukungan Turki ini membuat Indonesia semakin optimis karena sudah terkumpul sejumlah dukungan dari berbagai negara untuk Indonesia mendapatkan tempat sebagai anggota tidak tetap di DK PBB.

“Saingan hanya Maladewa, kemungkinannya kita optimistis. Insya Allah kerja keras terus,” ujar Retno.

“Saya optimis mempertimbangkan angka, tapi saya tidak bisa (rinci) satu persatu kita hitung,” tambahnya.

Namun Menlu Retno menegaskan akan terus bekerja keras agar bisa membuahkan hasil yang baik bagi bangsa.

Kerja Sama Perangi Terorisme

Indonesia dan Turki juga menjalin kerjasama untuk memerangi terorisme termasuk Foreign Terrorist Fighters (FTF).

Hal ini disampaikan Menlu Retno LP Marsudi, setelah pertemuan bilateral dengan Pemerintah Turki yang diwakili Menteri Dalam Negeri Turki, di Ankara.

“Semangatnya sama dalam artian kerja sama memerangi terorisme. Semangat itu terus kita gunakan,” kata Retno.

Pemerintah Turki menyadari negaranya seperti sebuah laboratorium yang mempunyai tantangan besar dalam konteks pemberantasan terorisme.

“Kita lihat perlawannya Turki begitu besarnya, karena letaknya berdekatan dengan Suriah. Selain harus mengelola FTF yang mencoba masuk ke Suriah melalui Turki, negara itu juga harus menangani orang yang akan masuk dari Suriah ke Turki. Perlawananya jauh lebih besar Turki ini,” ujar Retno.

Indonesia dan Turki sepaham untuk memperbesar kerja sama penanganan terorisme dan radikalisme.

Hal itu ditindaklanjuti oleh Presiden kedua negara dalam pertemuan bilateral yang diadakan 6 Juli 2017 di Ankara.

Kedua negara sepaham semakin diperlukannya peran negara-negara Islam, demokratis, dan moderat, untuk berada di garis terdepan menghadapi radikalisme dan terorisme.