Turki Serukan Perundingan Sengketa Negara Arab – Qatar

Turkish female special forces police (PÖH) (im.haberturk.com/ commons.wikimedia.org)

Ankara – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu 5/6/2017 menyatakan merasa sedih atas keretakan hubungan Qatar dengan negara-negara lain Arab, dan menyerukan perundingan untuk menyelesaikannya.

“Kami melihat ketenangan di kawasan Teluk sebagai kesatuan dan kesetiakawanan kami,” ujar Cavusoglu dalam jumpa pers.

“Tentu saja, negara memiliki beberapa masalah, tapi pembicaraan harus dilakukan dalam setiap keadaan agar masalah dapat diselesaikan secara damai. Kami sedih melihat gambaran saat ini dan akan memberikan dukungan apa pun untuk pemulihannya,” ujar Cavusoglu.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin, dengan menuduhnya mendukung “terorisme” dan membuka keretakan terburuk dalam bertahun-tahun di antara beberapa negara terkuat di dunia Arab tersebut.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan kesetiakawanan kawasan diperlukan lebih daripada sebelumnya dalam masa ketidakpastian dan kemelut mendalam di berbagai negara di kawasan tersebut.

“Turki siap melakukan apa pun dibutuhkan untuk menemukan penyelesaian dalam waktu singkat atas ketidaksepakatan di antara negara persaudaraan tersebut,” katanya dalam pernyataan.

Indonesia Dorong Rekonsiliasi

Pemerintah Indonesia mendorong empat negara Arab yang memutuskan hubungan dengan Qatar untuk menggunakan dialog dan rekonsiliasi dalam penyelesaian masalah demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Indonesia mengharapkan semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dan rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, 5/6/2017.

Empat negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Pemerintah Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir dalam sebuah pernyataan menyampaikan keputusan tersebut.

Pemutusan hubungan diplomatik itu disebabkan hubungan Qatar dengan Iran dan dukungan kedua negara itu terhadap kelompok-kelompok teroris yang dianggap bertujuan untuk mengacaukan wilayah Teluk.

Arab Saudi menuduh Qatar mendukung kelompok teroris yang didukung Iran, seperti kelompok Ikhwanul Muslimin, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al-Qaeda.

Selanjutnya, keempat negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar menutup akses ke negara Teluk tersebut. Keempat negara tersebut juga akan menangguhkan perjalanan udara dan laut dari dan ke Qatar.

Selain itu, Arab Saudi juga akan menutup penyeberangan darat dengan negara tetangganya itu.

Terkait situasi politik di kawasan Timur Tengah itu, Pemerintah Indonesia menyatakan prihatin.

“Indonesia dengan prihatin mengikuti secara dekat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini,” ujar Arrmanatha.

Pemerintah Indonesia kembali menekankan agar semua negara menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing-masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain.

“Indonesia mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam memerangi terorisme dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan global,” ucap Arrmanatha.

Antara/Reuters

Tinggalkan komentar