Apr 222019
 

File:S-400 Triumf From Wikimedia Commons, the free media repositoryhttps:

Washington, Jakartagreater.com –  Sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem militer NATO aktif, ujar Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar di Washington pada hari Senin 15-4-2019, dirilis Sputniknews.com.

“Sistem ini tidak akan terintegrasi baik dengan sistem NATO maupun dengan sistem lain yang entah bagaimana terhubung ke sistem (militer) nasional NATO,” kata menteri itu dalam konferensi tahunan AS-Turki di Washington.

Dia berjanji bahwa keputusan itu tidak akan mengubah komitmen Turki terhadap Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO). Menteri Turki juga menyatakan harapan bahwa negara-negara NATO lainnya juga akan menjaga komitmen mereka kepada Turki.

“Pengadaan S-400 bukan masalah,” kata Hulusi Akar. “Kami percaya bahwa semua perselisihan dapat dan harus diselesaikan.” Mengomentari diskusi teknis dengan Amerika Serikat, menteri mencatat bahwa Turki siap untuk mengatasi kekhawatiran atas pengadaan Ankara sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

“Kami siap untuk terlibat dalam diskusi teknis untuk mengatasi kekhawatiran AS tentang pengadaan S-400,” kata Hulusi Akar menambahkan bahwa langkah Turki untuk memperoleh pembelian S-400 adalah “keputusan nasional.”.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah awal bulan ini, Pentagon mengumumkan bahwa Washington menghentikan pengiriman dan aktivitas dengan Turki pada program Jet tempur F-35 atas keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara S-400. Pada Desember 2017, Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman untuk pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke Ankara.

Kerjasama Rusia-Turki pada pengiriman S-400 telah dikritik oleh NATO dan Amerika Serikat, yang telah mengutip masalah keamanan dan ketidakmampuan integrasi antara S-400 dan sistem pertahanan udara NATO.

Ankara, pada bagiannya, telah mengatakan bahwa pembelian peralatan militer adalah urusan kedaulatannya dan mengesampingkan kemungkinan meninggalkan kesepakatan dengan Moskow. Pengiriman S-400 pertama diharapkan dikirim ke Ankara pada bulan Juli 2019.

  7 Responses to “Turki Setuju S-400 Tidak Diintegrasikan dengan Sistem NATO”

  1.  

    KARENA TERLALU HEBAT DAN SULIT DI TANDINGI ……….SISTEM NATO CUCUOK DI TEMPAT KAN DI ALAM DUNIA LAIN………… HAHAHAAA

  2.  

    Beberapa Kecanggihan sistem rudal anti-serangan udara S-400 yaitu :
    1. Pengembangan Lebih Lanjut Dari S-300 Sistem rudal S-400 Triumf merupakan rudal anti serangan udara yang dikembangkan sejak tahun 1990an oleh Almaz Central Design Bureau dan merupakan versi lanjutan dari sistem pertahanan udara rudal dari darat ke udara S-300 dan mulai masuk dalam layanan militer Rusia sejak tahun 2007.
    2. Sistem Radar Yang Terintegrasi
    S-400 Triumf merupakan sistem pertahanan udara yang terdiri dari radar multifungsi, sistem pendeteksi mandiri, rudal anti-serangan udara, tabung peluncur dan kendaraan komando. S-400 mampu menembakkan empat jenis rudal, tergantung target yang dihadapi, untuk memberikan pertahanan berlapis. Satu unit S-400 dapat mendeteksi target dari jarak 600 kilometer, mampu melesat dengan kecepatan hingga 14 kali kecepatan suara dan mampu menghancurkan 36 sasaran baik berupa jet tempur, drone hingga rudal secara simultan. Sistem pertahanan ini diklaim dua kali lebih efektif dari pendahulunya, S-300….https://militerhebatdunia.blogspot.com/2018/12/kehebatan-s-400-triumf-sistem-rudal.html

  3.  

    Langkah Cerdas Turki….Karena Dikhawatirkan Seluruh Timur Tengah Jadi Incaran ISRAEL…Belajar Dari Pengalaman….Siapapun yg Dekat Dengan USA, Tidak menjamin selalu Abadi..Kalo Tidak Cocok Dg Kepentingan USA…Pasti disingkirkan….Saran Dari saya…Rangkul semua Saudara Timur Tengah agar bersatu padu….

  4.  

    Penolakan AS & NATO terhadap S400 triumps turki, sebenarnya adalah lebih merupakan upaya untuk menjaga, melindungi & menjamin level superioritas Israel dari dari negara2 arab.

    Jadi ketika AS begitu getol menolak S400 turki, sebenarnya adalah upaya AS menyuarakan kepentingan Israel..!!

    •  

      Betul sekali Mas Budi Prasetiyo…..Ambisi Israel Kedepan…Semua Negara Timur Tengah , Baik Turki , Mesir , UEA dan Lain Sebagainya harus Tunduk kepada Israel…Tidak boleh Negara Timur Tengah Pertahananny melebihi Israel…Kalo Melebihi Israel , itu Dianggap Ancaman…Contohnya Suriyah , Iran ….Saran dari saya Perkuat Pertahanananya di ambil saja dari RUSIA

  5.  

    Sederhana… NATO lebih kawatir daripada mereka lebih penasaran… kalau penasaran mereka bakalan berusaha melacak sistem S-400… sepertinya mereka paham kalau lebih mudah sistem Russia mempelajari jaringan blok barat daripada sebaliknya

  6.  

    dua negara itu selalu memakai trik kotor.isro dan amer
    sama2 negara real dajjal yg menghalalkan segala cara utk mengadu domba suatu negara sambil dengan memakai jubah layaknya malaikat yg selalu mendengungkan HAM burger nya.
    coba di liat di youtube.yg paling getol manjatuhkan BOM di suatu negara itu negara mana kl bukan si amer dan kutu busuknya.