Turki Siap Lancarkan Operasi Baru di Suriah

4
28
dok. Tank Turki di perbatasan Turki dan Suriah. (@ VOA)

Moskow, Jakartagreater.com  – Ankara sepenuhnya siap untuk melancarkan operasi militer baru di Suriah, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin 8-4-2019 sebelum berangkat ke Moskow. Menurut Erdogan, ia akan membahas masalah ini dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin, dirilis TASS pada Senin 8-4-2019.

“Kami sepenuhnya siap. Kami telah membuat semua persiapan yang diperlukan di daerah-daerah di sepanjang perbatasan Suriah. Saya akan membahasnya pada pertemuan bilateral (dengan Putin),” kata Erdogan, seperti dikutip oleh saluran NTV.

Turki telah melakukan 2 operasi militer di Suriah yang dijuluki Olive Branch dan Euphrates Shield. Sebagai hasilnya, zona keamanan dibuat antara kota perbatasan Azaz dan Jarabulus, di saat yang sama kota Afrin telah diduduki.

Ankara terus mempertahankan sejumlah besar pasukan di sepanjang perbatasan dan mengatakan pada tahun 2018 bahwa pihaknya siap untuk melancarkan operasi militer di Suriah Utara terhadap unit-unit Kurdi, yang dianggapnya sebagai kelompok-kelompok teroris.

4 KOMENTAR

  1. Tegakan Kedaulatan Diseluruh Dunia Masing – Masing….Kedaulatan Negara adalah Sebuah Harga Diri Suatu Bangsa Dan Tidak Bisa Ditawar Tawar Lagi…Negara Lain Yg Suka mengusik dan Memecah Belah Negara Lain dengan Alasan dan Dalih Apapun Harus Dilawan….Acungan Jempol 2 ( Dua ) Buat Turki…Sudah Saatnyu TURKI Harus Merangkul Semua Saudara Di Timur Tengah agar Bersatu dan saling Membantu….Jangan Mau Dipecah Belah Lagi….Yg Rugi Bangsa Arab yang Tertawa ISRAEL….Seandainya Seluruh Bangsa ARAB Bersatu…Aku Yakin ISRAEL akan Hengkang Dari Timur Tengah

  2. Kelompok Kurdi adalah kelompok lintas negara di wilayah sana yang ingin mendirikan negara merdeka. Kurdi sendiri adalah dukungan AS. Tapi posisi agak aneh, karena Turki menggempur Kurdi di wilayahnya Suriah dan berkoordinasi dengan Rusia. Apakah Turki sekarang sudah berkoalisi dengan Suriah (musuh AS)?

  3. Tujuan Turki adalah melemahkan kekuatan militer Kurdi saja, karena Kurdi sendiri ingin merdeka di wilayah Turki, juga di Irak dan juga di Suriah. Jadi Turki tidak menyerang pasukan pemerintah Suriah, tetapi melumpuhkan kekuaatan militer Kurdi saja.