Turki Sukses Terbangkan UAV MALE

22
105

image

2/2/2015 – Turki Aerospace Industries (TAI) menyelesaikan penerbangan perdana UAV Anka Blok B pada tanggal 30 Januari. Menurut TAI penerbangan perdana ini termasuk menguji tingkat luas jelajah otonom, dengan take-off, landing, dan sejumlah penerbangan model autopilot.

Anka B adalah generasi kedua dari UAV medium altitude long endurance (MALE) buatan Turki yang merupakan produksi versi standar. 10 UAV Anka Blok B telah dipesan pada bulan Oktober 2013 untuk militer Turki.

Dikenal juga sebagai Anka-S, Anka B memiliki muatan yang lebih besar dibandingkan pendahulunya Anka Blok A. UAV ini memiliki perangkat baru new high-definition (HD) electro optical infrared (EOIR) yang memuat laser designator/laser rangefinder, Aselsan/MilSOFT synthetic aperture radar (SAR), satellite communications (SATCOM), encrypted datalink dan moda flight control computer buatan dalam negeri.

Turki mengumumkan pada Juli 2012 bahwa mereka akan mengembangkan UAV anka versi bersenjata. Sementara Anka A tidak bersenjata, tidak jelas apakah pesawat Block B akan mampu membawa persenjataan – baik saat ini maupun di kemudian hari.

Penerbangan pertama dari produksi-standar UAV Anka B membutuhkan waktu empat tahun setelah Prototype pertama Anka terbang pada bulan Desember 2010.

Program UAV Anka telah mengalami beberapa masalah, termasuk kecelakaan pesawat pertama pada bulan September 2012 dan beberapa masalah dengan payload Anka A, tapi sekarang tampaknya UAV ini bergerak maju sesuai dengan yang direncanakan bahwa pengiriman ke Angkatan Udara Turki akan dilakukan tahun 2016. 10 unit Anka B dijadwalkan akan dikirim ke militer Turki pada tahun 2018.

UAV Anka adalah salah satu produk utama dari rencana pembangunan alutsista buatan dalam negeri Turki, yang lebih dari satu dekade diawasi oleh Undersecretariat for Defence Industries. Melalui lembaga ini Turki tampak berhasil membuat dirinya menjadi mandiri lebih luas untuk teknologi pertahanan, dengan tujuan tambahan membangun Turki menjadi eksportir utama teknologi pertahanan.

Dalam mengembangkan dan produksi UAV Anka, Turki telah memposisikan diri sebagai satu-satunya negara Eropa yang memiliki produksi UAV MALE. Mengingat UAV medium altitude long endurance (MALE) saat ini sangat dicari oleh militer, maka jenis UAV ini bisa sukses di pasar ekspor. Hal ini terutama berlaku di pasar Timur Tengah, di mana karena berbagai alasan Amerika Serikat tidak mau mengekspor UAV MALE dan user Timur Tengah tidak mau membeli produk Israel. (Janes.com).

22 KOMENTAR

    • kayaknya beda bung, Anka-B Turki vs Wulung : panjang 8m vs 4.3m, sayap 17m vs 6.3 m, tinggi 3.4m vs 1.3 m, combat radius 200km vs ?, range 4800 km vs 120 km, payload 200 kg vs 25 kg, berat bodi 1.6 ton vs 60 kg, sehingga UAV Turki ke depan memungkinkan bawa senjata, sementara Wulung paling pol bawa kamera…..mohon koreksi kalau saya salah

  1. Ini modelnya sangar mirip buatan israel. Indonesia punya koq kecil kerempeng ringkih, gak bisa jauh..etc…keliatannya indonesia ini ada yg batas2in dlm segala produksinya…kenapa yah? Sy merasa antek2 negara2 yg ingin terus menontrol indonesia…ada dimana2 di dpr, keuangan, perdagangan, dll…ini semua karena pejabat2 kita gampang di suap sama cia…kamprettt

  2. Yang jadi pertanyaan bagi pengembang Indonesia dimana riset sudah lama, sudah punya beberapa produk yg berhasil diujicoba bahkan dipakai, mengapa tdk membuat langsung seperti punya negara lain, sepertinya begitu senang berkutat dengan resize minimal. Hal ini tdk hanya pada UAV tapi juga program Roket.

  3. Semoga dlm perkembangan teknologi militer di Indonesia paham “tak ada rotan akar pun jadi” dlm mendesign produk/kemampuan tempur dan setiap aspeknya.. Trust dari pemerintah kepada ilmuwan” negara harus terus di prioritaskan begitu karena jarak perkembangan iptek dunia sudah bergerak cepat tiap menit,tiap jam,bulan dan tahun. Semoga prinsip “tak ada rotan akar pun jadi” berubah menjadi “ANDA PERCAYA,KAMI BISA!!!!”