Nov 112018
 

Model UAV Anka di Indo Defence 2018

Jakarta – Jakartagreater.com – Turkish Aerospace membuat pernyataan di Indo Defence tahun ini dengan membawa model skala penuh dari UAV Anka. Perusahaan sedang mengejar penjualan sistem ekspor ke Angkatan Bersenjata Indonesia dan jika berhasil ini akan mewakili penjualan ekspor pertama Anka.

Berbicara kepada Shephard, Tamer Ozmen, VP pemasaran di Turkish Aerospace, mengatakan bahwa perusahaan sedang β€˜menunggu kematangan sistem’ sebelum mengusulkan untuk mengekspor ke pelanggan, dirilis Shephardmedia.com, 9-11-2018.

UAV Anka kini telah beroperasi di Angkatan Bersenjata Turki selama lebih dari dua tahun. Varian yang dioperasikan termasuk serang ringan, SIGINT dan ISR. Turki menggunakan sistem dengan bom pintar berpandu laser yang bisa membawa empat unit.

Secara total 41 Anka UAV berada di bawah kontrak dengan Kementerian Pertahanan Turki dan Kementerian Dalam Negeri dengan lebih banyak unit yang diharapkan akan dipesan. Ozmen mengatakan bahwa request for proposal (RfP) dari Indonesia meminta baik varian ISR maupun yang dipersenjatai dari UAV.

Model UAV Anka di Indo Defence 2018

“Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan juga telah menyatakan minat yang kuat,” Ozmen mencatat. Perusahaan telah memiliki hubungan yang kuat dengan Indonesia dalam pengembangan Anka dan Ozmen mengatakan bahwa pengujian terowongan angin dilakukan di negara kepulauan tersebut.

Perusahaan Turkish Aerospace tertarik menyoroti proposal transfer teknologi untuk Indonesia dan telah memiliki beberapa diskusi teknis dengan Jakarta setelah hari industri yang diadakan pada bulan Agustus 2018, dengan catatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan bertindak sebagai mitra industri.

PTDI dan TAI menandatangani perjanjian kerangka kerja pada bulan Juli 2017 tentang kerjasama penerbangan. “Ada fokus yang kuat pada transfer teknologi … mereka adalah [Turki] sepuluh sampai 15 tahun yang lalu,” Ozmen berkomentar.

Ke depan, Ozmen mengatakan bahwa Turkish Aerospace telah bekerja sama dengan Indonesia mengenai pengembangan UAV masa depan yang akan mengikuti dari Anka.

Model UAV Anka di Indo Defence 2018

UAV generasi berikutnya akan memiliki kemampuan muatan yang meningkat dan akan menjadi pesawat bermesin ganda. Ozmen ingin menyoroti bahwa ini adalah pengembangan berkelanjutan dan tidak akan selesai untuk beberapa tahun mendatang.

UAV baru sedang dikembangkan terutama untuk Turki. The Anka MALE UAV telah mengumpulkan lebih dari 10.000 jam terbang hingga saat ini dan menyelesaikan operasi dalam konflik aktif sepertiΒ  yang terjadi di Suriah.

Uav ini memiliki lebar sayap 17,5 m, panjang 8,6 m dan ketinggian 3,25 m. Ini dapat tetap dalam penerbangan hingga 24 jam dan memiliki langit-langit layanan hingga 30.000 kaki. Perusahaan juga telah melakukan uji coba berawak tanpa awak dari UAV dengan helikopter T129 Atak.

Bagikan:

  20 Responses to “Turki Tawarkan Transfer Teknologi UAV Anka ke Indonesia”

  1.  

    Mending dgn Turkey lbh jelas kerjasamanya!

  2.  

    gak pelit ,jelas,mudah di percaya, top deh turky drp yang lain

    •  

      bener… lagipula UAV <ALE ANKA ini toh pengembangannya dilakukan bersama dengan indonesia tepatnya dengan fasilitas terowongan angin yang ada disini.

      termasuk dengan seri anka terbaru serta UAV jenis terbaru yang besar.

  3.  

    Bagaimana dengan teknologi satelit yg terintegrasi dengan UAV Anka? Anka tidak bergerak sendiri, 24 jam itu dipandu satelit. Faktanya sampai saat ini kita belum memiliki satelit militer.

  4.  

    terlalu ambisius, kebanyakan wacana….
    drone buat patroli saja belum diakuisisi…..

  5.  

    Kasihan mereka, udah mempromosiin gede-gede kitanya malah nolak beli drone cina, rusia atau eropa yang tanpa TOT lagi. Klo pemerintah pintar & cerdas pasti akan milih anka. Udah bisa TOT, mau diajak kerjasama, nego pun bisa. Kurang apa lagi nih

  6.  

    Silahkan di pilih pak menhan,katanya TNI lagi butuh drone pengintai sama radar.
    Plus tot lg.

  7.  

    dari jaman sblm jd prmimpin nmr 1
    gembar gembor akan ada 3 drone utk 3 wilayak indonesia yg skan terbang seminggu sekali.
    sampai saat ini jg blm terbukti.
    barat,tengah,timor indonesia
    itu cm alat politik keg mobil ezem…….

    •  

      apa perlu POLRI utk memeriksa yg bersangkutan? tapi menurut saya pasti beliau akan lolos, alasan POLRI adalah “niatnya kan baik”, jd tidak ada unsur sengaja, terus yg bakal diincar oleh POLRI adalah yg menyampaikan kabar tersebut (mengungkit kembali) hayooooo…. hati-hati ya bung πŸ˜† wkwkwkwk, beginilah cara rezim saat ini bekerja

  8.  

    Kita patut mengambil contoh pada perkembangan tank medium. Jadi baiknya ambil saja. Apa lagi teknologi inti dari UAV tsb dari Turki sendiri. Tidak seperti KFX teknologi intinya dari negara lain.

  9.  

    setuju kerja sama dgn turki, udah tot, lgsg produksi banyak drone. mudah upgrade. daripada beli2 drone KW dr cina dan barat yg mahal2.. takut drone cina dibeli TN I, malah diremote kenal friend foe. tidak akan bisa menghancurkan serangan militer cina yg invasi ke LCS

  10.  

    Apakah kita siap TOT kalau kebanyakan ToT sementara daya serap ToT kurang sama aja susah…?

  11.  

    OOT, membuka mata mengenai salah satu “proyek strategis” pemerintah πŸ˜€ tapi apa benar itu strategis? trus faktanya gimana? (mendukung boleh, tapi harus punya otak)

    Bandara Internasional Kertajati yang telah selesai dibangun, diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan warga Indonesia, warga Jawa Barat dan warga Majalengka.

    Nilai investasi untuk pembangunannya ditaksir sebesar Rp 4,8 triliun. Tentu saja, ada tugas berat yang menanti di depan agar keberadaannya bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat.

    Rp 4,8 T itu setara dengan $ 324 juta, andai anggaran itu dialokasikan utk proyek yg benar-benar strategis kira-kira bagaimana ya? misalnya proyek Midget kmrn, saya rasa uang sebanyak itu pasti berlebih, dan sisanya pun dapat dipakai untuk proyek yg lain lagi… sebagai contoh misalnya utk produksi massal Tank Harimau πŸ˜€ wah bisa dapat berapa itu utk pembelian tahap pertama πŸ˜€ hehehehe…

    Tapi melihat realita saat ini saya merasa cukup sayang πŸ˜€ uang yg ditanam serasa tak tepat sasaran πŸ˜€ kecuali hanya utk mereka-mereka (pengusaha konstruksi dan proyek lainnya aja)…

    πŸ˜€

  12.  

    Bekerja sama dan bisa alih teknologi itu bagus juga bisa menambah ilmu dan menyempurnakan drone di litbang kita, bagus utk pengintaian memantau keamanan, kalau sehari2 tetap difungsikan pada radar biar ngirit bbm nya … πŸ˜€

 Leave a Reply