Jan 202018
 

KORAL, sistem peperangan elektronika Turki terlihat di perbatasan Suriah. ©Defence Blog

JakartaGreater.com – Electronic Warfare (EW) System atau disebut juga sebagai Sistem Peperangan Elektronika (Pernika) terbaru buatan Turki, yang disebut KORAL, kini telah terlihat di dekat perbatasan Turki-Suriah.

Dilansir dari laman Defence Blog, Angkatan Bersenjata Turki telah menyebarkan sistem pernika KORAL baru atau sistem jamming disepanjang perbatasan Turki-Suriah di sekitar kota Afrin Utara.

Sistem pernika KORAL terpasang pada truk, yang dikembangkan serta diproduksi oleh Aselsan untuk Angkatan Bersenjata Turki. Sistem KORAL ini dapat mencari, mencegat, menganalisis, mengklasifikasi dan menemukan arah berbagai jenis sinyal radar mulai dari sinyal radar konvensional hingga sinyal radar yang kompleks.

Sistem KORAL yang lengkap, terdiri dari 4 (empat) Electronic Support Systems (ED) dan sebuah Electronic Attack System (ET), dipasang pada 2 (dua) buah truk militer 8×8. Masing-masing kendaraan dapat diletakkan terpisah hingga sejauh 500 meter, karena saling berkomunikasi melalui kabel serat optik.

KORAL, sistem peperangan elektronika buatan Turki. ©ASELSAN

 

Sistem KORAL dioperasikan oleh 2 operator di dalam Operation Control Unit (OCU), 1 operator Electronic Support untuk fungsi deteksi dan analisis sinyal serta 1 operator untuk fungsi jamming. Selain itu, Supervisi di OCU bertugas menangani koordinasi dan komunikasi dengan sistem serta komando KORAL lainnya.

OCU menggabungkan 3 (tiga) konsol multifungsi untuk mencapai peran tersebut. OCU mematuhi standar NATO dan juga mendukung perlindungan NBC.

Menurut informasi terkini, Turki mempersiapkan sebuah operasi militer ke Afrin di Suriah Utara sebagai bagian dari perluasan Operasi Perisai Efrat Turki, tujuan yang di nyatakan untuk menargetkan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) dan mendorong pasukan Kurdi keluar dari kantong mereka di Suriah Utara.

Tentang KORAL

KORAL adalah pernika berbasis darat yang dikembangkan untuk mengunci dan menipu radar yang tidak bersahabat. Sistem ini dirancang dan diproduksi oleh Aselsan, sebuah perusahaan pertahanan asal Turki yang memproduksi sistem elektronik untuk Angkatan Bersenjata Turki.

Sistem KORAL dikembangkan di bawah proyek Land Based Stand-off Jammer System yang dimulai pada tahun 2009 lalu.

Fitur:

  • Satu unit operasional mencakup empat Koral Electronic Support Systems (ED) dan satu Electronic Attack System (ET), masing-masing dipasang pada platform truk 8×8
  • Dapat mencari, mencegat, menganalisis, mengklasifikasi dan menemukan arah beberapa jenis sinyal radar konvensional dan kompleks.
  • Memiliki kemampuan untuk mengunci, menipu dan melumpuhkan radar yang bermusuhan.
  • Memiliki jangkauan operasi 100 km
Bagikan Artikel :

  10 Responses to “Turki Terlihat Kerahkan Sistem Pernika Terbaru di Perbatasan Suriah”

  1. woof woof woof..

  2. Batu leutik alias koral

  3. Mantap jg, cocok PT.LEN kerjasama R&D dgn Aselsan.

  4. Salut…!
    Semenjak ditariknya patriot oleh Amerika Cs, Turki tidak mengendurkan system payung udaranya, terbukti dengan pembelian S400 dan system pertahanan udara buatan dalam negrinya dapat mengisi gap yang dirasa kosong.
    Semoga Indonesia dapat berbrnah diri untuk meningkatkan payung udaranya untuk mengupgrade minimalnya ke lavel medium.

  5. tester….multi….!!!

  6. Wah kalau mau nonton TV disitu pasti betapa sulitnya…

  7. hebat

  8. koral batu koral, bisa nih TNI beli

  9. Bagusjuaga ini barang seprtinya klo ditawarkan ke RI bakalan minat.

 Leave a Reply