Des 282018
 

Sistem S-400 Rusia. (Russian MOD)

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meyakinkan duta besar Rusia untuk Ankara, Alexei Yerkhov, bahwa Turki tidak akan memberi Amerika Serikat kesempatan untuk mempelajari sistem rudal anti-pesawat S-400, kata sumber di Kementerian Luar Negeri Turki, dilaporkan oleh Sputniknews, dirilis Ruaviation.com, 27/12/2018.

“Menteri kami meyakinkan duta besar Rusia bahwa tidak ada pembicaraan bahwa Turki akan memberi Amerika Serikat peluang untuk mempelajari sistem pertahanan udara S-400,” kata sumber itu.

Cavusoglu dalam cuitannya pada hari Rabu mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Yerkhov, tetapi tidak memberikan rincian tentang agenda tersebut.

Baru-baru ini, Bloomberg mengutip dua sumber yang melaporkan bahwa Turki diduga menawarkan Amerika Serikat untuk mengeksplorasi sistem pertahanan udara S-400, yang akan diberikan Rusia dalam waktu dekat berdasarkan kontrak.

Pada gilirannya, setelah laporan itu, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dengan tegas menolak laporan yang mengklaim bahwa Ankara telah menyarankan teknisi AS dapat mempelajari sistem rudal S-400 buatan Rusia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membenarkan bahwa Ankara telah menyelesaikan kesepakatan S-400 dan akan membeli sistem rudal dari Rusia “tanpa pertanyaan”.

Desember lalu, Ankara menandatangani perjanjian pinjaman dengan Moskow untuk pengiriman sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia ke Turki. Sergey Chemezov, kepala eksekutif perusahaan pertahanan milik negara Rusia, Rostec, mengatakan sekitar empat batalion S-400 senilai $ 2,5 miliar dapat dipasok, dengan 55 persen dari jumlah kontrak yang ditanggung oleh pinjaman Rusia.

 Posted by on Desember 28, 2018