Turki Tidak Bisa Tinggalkan S-400 untuk Beli Patriot

Ankara, Jakartagreater.com  – Ankara tidak akan meninggalkan sistem pertahanan udara S-400 Rusia untuk membeli sistem Rudal anti-pesawat Patriot Amerika, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki menggemakan pernyataan pada November 2019 bahwa Turki bersedia membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan AS tetapi tidak akan setuju untuk membuang sistem S-400 Rusia yang telah dibeli, dirilis Sputniknews.com pada Selasa 10-12-2019.

“Kami tidak bisa menolak S-400 untuk membeli Patriot. Halaman ini ditutup. Tetapi jika AS menawarkan kami kondisi yang sesuai, kami akan membeli sistem mereka. Karena kami ingin mendiversifikasi sistem pertahanan udara kami, “kata Erdogan di saluran televisi TRT.

Menurut presiden Turki, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada KTT NATO di London menyatakan keterkejutannya bahwa Turki, sebagai anggota NATO, membeli S-400. “Saya menjawab:” Apakah saya perlu bertanya kepada Anda apa yang harus dibeli dan dari siapa? ‘”Kata Erdogan.

Bulan lalu, Turki mulai menguji radar S-400 terhadap Jet tempur F-16 buatan Amerika. Sistem S-400 telah dipasok oleh Rusia sejak pertengahan Juli 2019 dan diharapkan akan beroperasi penuh pada April 2020. AS percaya bahwa S-400 tidak kompatibel dengan standar keamanan NATO dan menekan Ankara untuk mengeluarkannya dari layanan.

Itu menangguhkan partisipasi Turki dalam program F-35 pada bulan Juli 2019 dan mengancam akan menghapus negara itu sepenuhnya dari proyek tempur siluman generasi kelima.

4 pemikiran pada “Turki Tidak Bisa Tinggalkan S-400 untuk Beli Patriot”

  1. Tampaknya Turki mendapat informasi rahasia mengenai kemampuan S-400 untuk mendeteksi siluman, makanya mati-matian menolak membuang sistem paling canggih ini, sistem yang bukan kaleng-kaleng seperti Patriot yang dilecehkan drone murahan.

Tinggalkan komentar