May 122017
 

Sebuah render 3D ilustrasi peluncuran rudal jarak jauh buatan Roketsan Turki

Kepada stasiun berita “A Haber” Turki, pada hari kedua Pameran Industri Pertahanan Dunia ke-13 (IDEF’17), Menteri Pertahanan Nasional Turki, Fikri Isik berkata bahwa eksperimen pertama rudal Bora (Khan) telah berhasil dilakukan di sebelah utara kota Sinop, seperti di lansir dari Daily Sabah.

Memberikan rincian lebih lanjut, Menteri Isik menyebut bahwa rudal Bora (Khan) memiliki jangkauan 280 kilometer, “Rudal ini telah tiba pada tujuan di Laut Hitam saat kita berbicara, Turki sekarang telah memproduksi rudal sendiri. Kita sangat yakin dapat melakukan yang lebih baik”. Bora dalam bahasa Turki berarti “badai”.

Industri dibawah Sekretariat Pertahanan telah mengerjakan proyek tersebut sejak 2009 lalu, dan kontraktor pertahanan Roketsan Turki telah menanggung semua biaya pengembangan dan produksi sistem rudal tersebut.

Mengenai rudal tersebut, situs resmi Industri Pertahanan NegaraTurki menyatakan bahwa rancangan dan kualifikasi sistem rudal darat-ke-darat (SSM) jarak jauh tersebut ditujukan untuk membangun infrastruktur dan produksi massal yang diperlukan.

Menurut standar dan kesepakatan internasional, ketika jarak jangkauan sistem rudal tersebut melebihi 100 kilometer, maka data ini harus dibagikan pada pihak berwenang internasional yang kompeten seperti NATO.

Pengungkapan informasi publik biasanya tak perlu dilakukan sebelum produsen/perusahaan mengirimkan sistem rudal kepada angkatan bersenjata yang bersangkutan.

Rudal Bora sebelumnya telah diperkenalkan pada bulan Februari lalu di ajang International Defense Exhibition and Conference (IDEX) 2017 yang diselenggarakan di Dubai, merupakan pameran industri pertahanan terbesar di Timur Tengah.

Meskipun rudal tersebut dikenal sebagai rudal Bora di Turki, namun dalam promosi di ajang internasional untuk pasar ekspor rudal ini dikenal sebagai rudal Khan. Rudal SSM tersebut memiliki diameter 610 mm dan berbobot 2.500 kilogram.

Bagikan Artikel:

  15 Responses to “Turki Uji Coba Rudal SSM Jarak Jauh Buatan Dalam Negeri”

  1. Mantappp bosss,, kapan kapan tot ya bos turky

  2. kerjasamakah bentar lg…. ?

  3. mr. gabus eh mr. gabris mana ya?
    wkwkwk…

  4. BO…BO…BOR..BONUS pengembangan bersama tank medium

  5. Nih ada yg lebih menarik,, xixixxixixixi

    ISTANBUL — Turkish and German naval specialists signed May 10 a letter of intent to cooperate on a contract to build variant of the Type-214 diesel-electric submarines for the Indonesian Navy.

    http://www.defensenews.com/articles/turkish-german-firms-eye-indonesian-sub-contract

    The deal was signed at the IDEF’17 defense and aerospace exhibition in Istanbul between STM, a Turkish government-controlled defense engineering company and Germany’s ThyssenKrupp Marine Systems.

    “We are bringing together our resources with the aim of designing and constructing submarines for Indonesia,” STM and TKMS official said during a ceremony.

    Through the joint venture with STM, TKMS is partnering with Turkey’s Golcuk shipyard, the production site for the Piri Reis, the first of a batch of six Type-214 submarines being built for the Turkish Navy. The Type 214 is a derivation of the Type-209 SSK built by Germany’s Howaldtswerke-Deutsche Werft, or HDW. The Type-214 features design innovations from the HDW Type-212. It displaces 1,700 tons (surface) and has eight torpedo tubes which can deploy heavyweight torpedoes — such as the Atlas Elektronik SeaHake — and anti-ship missiles, such as the Harpoon and Exocet.

    Under a contract worth €2.5 billion (U.S. $2.7 billion), six Type-214 submarines are being built for the Turkish Navy. Some of the subsystems will be locally built.

    For instance, Turkish military electronics specialist Aselsan, a government-controlled company, will provide electronic support measures and sensor systems for the submarine program. Military software specialist Havelsan, another government-controlled company, will build an integrated command and control suite.

    According to the Turkish-German letter of intent, the first one or two of the planned submarines for the Indonesian Navy will be built at a Turkish shipyard. The follow-on platforms would be built in Indonesia.

    • Nah Maknnya Tadi Saya Bilang Di Artikel Lain. Saya Harus Segera Nawari Kartu AS (Ayam Lunak Atau Yg Lain) Supaya Bisa Menjegal Itu LOI Seperti A-400 Dulu…

      • bung jimmy harus lebih agresip lagi. saya bantu bung jimmy pake bakso satu ember biar nawarinya lebih semangat ..jg ssmpai kalah sama sales amatiran….ayo semangat.. ayo kawan kawan bantu bung jimmy..hihihihi ..

    • Dipilih-dipilih…
      U-214 = > $450jt dapet TOT
      A26 => $475jt dapet TOT
      LADA CLASS => $450jt 5 tahun lg AKAN dapet TOT..

      xixixiixixixi…..
      #kipas-kipas…

  6. Turky semakin aktif memoles industri alutsistanya..
    Kemandirian memang berharga, Smoga Lapan menyusul

  7. borooooong

  8. Menyalip dalam tikungan…

  9. Belajar sama Turkey muridnya mbah kasel Jerman, dr Korsel murid satu lg apa gak lengkap dpt TOTnya? Klu Rudal sekelas inikan R-Han sdh ada tgl moles seeker dan sistem lainnya biar lbh sempurna agar benar jd Rudal mumpuni! Dulu Turkey terkenal dgn Otoman yg mempunya pasukan arteleri meriam terkuat diZamannya, bakal mengulang sejarah nih Turkey!

  10. TOT MBT juga dong.

 Leave a Reply