Jul 092017
 

Drone Anka S Turkish Aerospace Industries, Turki (MoD Turkey)

Ankara – Sebelum mengakhiri kunjungan kenegaraannya di Turki, Presiden Joko Widodo bertemu dengan Chief Excecutive Officer (CEO) tiga perusahaan industri strategis di Turki untuk membahas perluasan investasi di Indonesia.

Pertemuan “one on one” dengan para CEO digelar di Hotel JW Marriot, Ankara, sesaat sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri kunjungan kenegaraannya di Turki, Kamis 6/7/2017 sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

“Di dalam one on one ada tiga CEO yang melakukan pertemuan dengan Presiden,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dilansir ANTARA, 7/7/2017.

Tiga CEO perusahaan itu meliputi CEO Karadeniz Holding, Hitay Energy Holding, dan Turkish Aerospace Industries.

Karadeniz Holding sedang mengembangkan kerja sama dengan PT PAL untuk “joint production” power ship atau kapal pemasok listrik.

“Hitay Energy Holding untuk bicara masalah kegiatan mereka di bidang investasi geothermal,” ujarnya.

Adapun pertemuan dengan CEO Turkish Aerospace Industries membahas soal perluasan kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk pengembangan pesawat CN generasi terbaru.

“Dan kemudian untuk joint development antara PT DI dengan Turkish Aerospace Industries dalam pengembangan pesawat CN 235, kemudian pengembangan pesawat untuk CN 245, pengembangan pesawat tanpa awak, drone kelas medium altitude long endurance untuk patroli perbatasan,” katanya.

Presiden dalam kesempatan itu juga menghadiri forum bisnis yang dihadiri para calon investor dan investor yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia. Hadir dalam forum itu Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani serta beberapa pengusaha asal Indonesia.

Proram Industri Pesawat Jarak Menengah N-245, merupakan salah satu proyek strategis nasional melalui penetapan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

 Posted by on July 9, 2017