Turret untuk Tank Medium Pindad

54
323
Turret Cockerill CT-CV 105 CMI Defence, Belgia
Turret Cockerill CT-CV 105 CMI Defence, Belgia

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pagi ini di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Menurut JK, keduanya sempat membahas peningkatan kerjasama industri pertahanan dan akan segera merealisasikan join industri antara Indonesia dengan Turki.

“Kemarin sudah dibicarakan dengan Pak Jokowi tentang hal itu (alutsista), tentu bagaimana dan komisi perdagangan kita sudah bicarakan. Nanti kita akan realisasi join industri,” kata JK usai bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu (1/8).

JK mengatakan, dalam realisasi join industri tersebut, Indonesia akan menggandeng PT Pindad (Persero), BUMN produsen alat-alat militer dan komersial. Kendati demikian, ia masih belum mengetahui perusahaan alat militer Turki yang akan terlibat dalam rencana kerjasama ini.

Sebelumnya, menurut Direktur Utama Pindad Silmy Karim, PT Pindad menggandeng sejumlah negara untuk pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kerja sama ini dilakukan dengan sejumlah negara seperti Jerman, Turki dan Belgia.

Turret 90mm CMI Defence
Turret 90mm CMI Defence

Dengan perusahaan Jerman, Pindad akan bekerja sama dengan Rheinmetall untuk memproduksi amunisi tank. Sedangkan, dengan FNSS Turki mengembangkan pembuatan tank kelas sedang, dan dengan Belgia bekerja sama dengan Cockerell Maintenance & Ingeniere SA Defence (CMI) memproduksi sistem senjata atau turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm.

Diharapkan kerjasama ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri, namun juga dapat dilakukan transfer teknologi.

Republika.co.id

54 KOMENTAR

  1. @ Bung Sengkuni
    Desain tank medium Pindad memang sudah dri awal drancang untuk mengakomodasikan turrent CMI Cockerill CT-CV 105 HP atau OTO Melara HITFACT, sesuai dgn persyaratan awal dmana bobot tank tidak boleh lebih dari 30 ton ini tentu menyesuaikan dgn kondisi geografis Indonesia….
    Memang smpai saat ini blum ad kputusan final mengenai turrent tank medium pindad namun diantara dua kandidat CMI Cockerill CT-CV 105HP Dan OTO Melara HITFACT, bsar kemungkinan pindad akan memilih CMI Cockerill CT-CV 105HP mengingat pengalaman kerja sama Pindad dgn CMI dalam melisensi perakitan kanon CSE90LP untuk Panser Kanon Badak. Sehingga bsa dikatakan CMI sudah memiliki pijakan yang cukup baik dalam pertarungan bisnis alutsista di Indonesia…..
    salam

  2. Kalo Indonesia bisa buat badak..kenapa kog tidal dimodifikasi di madder untuk canonnya…casingnya 2and kan ga masalah…beli bisa lebih murah…soalnya bekas..maaf Karena untuk keperluan di darat bukan udara atau lautan..saya yakin madder dikasih canon 120 Dr NATO atau 125 Dr Russia…lebih Dari cukup Dan..maximal,menurut saya…

  3. Ass, selmt malam warga jkt greatr! Sy pembca setia web ini, dan ini merupkan komentar pertama saya,! Seblumnya maaf diluar topic, sy mau bertannya kepada sesepuh PSU oerlikon skyshild kita ad berapa? Awalnya sy kira cuma ad di jawa, tpi ternyata tdi siang sy melihat sendiri iring2ngan PSU tersbut meluntas di Jl.pettarani. Makassar sebnyak 4 unit sekitar pukul 11:30 siang tadi yg dikawal oleh paskhas.
    Mohon pencerahannya.