Nov 062014
 
Eurofighter  Typhoon

Eurofighter Typhoon

London – Produsen pesawat tempur asal Inggris, Eurofighter, tengah mengkaji kemungkinan perakitan varian jet Typhoon di Indonesia. Empat negara yang tergabung dalam konsorsium Eurofighter dikabarkan mendukung rencana yang akan dibicarakan dalam pameran Pertahanan Indo Defence 2014.

Kepala Eksekutif Eurofighter Alberto Gutierrez mengatakan konsorsiumnya sudah siap bekerja sama dengan industri penerbangan Indonesia mengenai pengembangan kemampuan Typhoon. Dalam waktu dekat, perusahaan itu akan melakukan pembicaraan terkait dengan hal apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Thypoon.

Sebelumnya, Alberto mengaku sudah beberapa kali berdialog mengenai rencana ini dengan Kementerian Pertahanan. “Tapi sekarang terlalu dini untuk didetailkan,” kata dia seperti dikutip dari Defencenews, Selasa, 4 November 2014.

Perakitan akhir jet Typhoon oleh industri penerbangan Indonesia merupakan salah satu perjanjian panjang antara kedua belah pihak. Pada Januari 2014, Indonesia mengirimkan surat kepada Eurofighter, Saab Swedia, Boeing F/A-18, Lockheed Martin F16, Dassault Rafale, dan produsen Sukhoi untuk meminta mereka memberikan informasi mengenai produk jet tempur. Hal ini berkaitan dengan rencana Indonesia untuk menganti pesawat tempur F-5 secara bertahap.

Berbekal dana US$ 1 miliar, Indonesia akan mendatangkan 16 pesawat tempur secara bertahap. Karena itu, Indonesia membutuhkan kontraktor pertahanan sebagai mitra perusahaan lokal yang akan turut merakit pesawat-pesawat tersebut. Permintaan ini direspons oleh Eurofighter, namun perusahaan ini menunggu sikap pemerintahan baru.(tempo.co.id)

  172 Responses to “Typhoon Bakal Dirakit di Indonesia”

  1.  

    Ada satu kalimat indah dalam dunia perdagangan/pemasaran yaitu “barang yg baik akan mampu menjual dirinya sendiri”. Nah kl lihat produsen pespur ini qo menurut sy terlalu menggebu2 menawarkan diri dng berbagai iming2 dll. Perasaan pabrikan perpur yg lain (flanker family) qo sprtinya tenang2 sj atau wajar dlm memberikan penawaran. So… secara kualitas dll silakan warjager menilai sndri. Tp kl sy pribadi sih jelas lebih bijaksana kl menhan memilih SU 35. ????

  2.  

    Sekutu amerika di eropa disuruh mamarika buat ngedekatin indonesia,. Khawatir takut gabung ama china en rusia keknya.. bisa dibayangin 3 negara berpenduduk terbanyak gabung plus india.. bikin pengaruhnya didunia bisa jatuh..

  3.  

    Ah itu mah buat ngelindungin anaknya mamih elli, si sonotan dan sonora supaya pespur mereka tetep lebih unggul dari kita, makanya salesnya ngotot banget sampai jualan di pinggir jalan, mungkin untuk membentuk opini publik dan mendapat dukungan masyarakat. Oke lah, kita ambil karena butuh si ToTe dan skema DELTA adalah kompromi yg paling baik. Dan sy yakin TNI sudah dua langkah lebih maju dari kita2 ini 😉

  4.  

    awas jebakan dari baraaat ….. tuh yonhap nongol minta gong….

  5.  

    kita cuma bisa berandai andai toch Kemenhan lah yg menentukan 😛
    jikalau yg terpilih si tipun itu sudah menjadi keputusan terbaik yg penuh pertimbangan
    apalagi PT.DI sangat merekomendasikan pembelian tipun ini…
    jadi ambil Tipun syukur,SU 35 Alhamdulillah,Rafale terima kasih

  6.  

    Eurofighter Typhoon atau SAAB Gripen E siapa yang berani beri ToT lebih besar itulah yang paling pantas untuk Indonesia

  7.  

    Sekarang sukhoinya siap gak? Kita butuhnya sekarang bkn 5 atau 10 tahun lagi…sy jg setuju dgn sukhoi bahkan gak usah yg 35, yg 30 jg boleh…tanpa tot pun sy setuju demi kedaulatan negara…

    Teman teman jg hrs sadar,sales yg full ammo ya typhoon dan gripen…baik dr sisi TOT,commonality dan connecting dgn alutsista AU yg kita miliki,politis dan besaran offset…kalau sdh bahas ini sales rusiastroong pasti mundur teratur…

    Seperti yg pernah saya bilang kita tdk hidup hanya untuk hari ini…kita hrs bs buat sendiri…india yg sdh beli ratusan aja rusia ogah kasih tot sampe banting stir beli rafale…apalagi kita yg bisanya ngeteng…

  8.  

    Strategi yang diharapkan kita untuk memproduksi Pesawat tempur sebenarnya ada di Plan A Proyek KFX/IFX bersama Korsel, sedangkan pengadaan Typhoon sebagai pengganti F-5 berikut bonus ToT adalah sebagai Plan B yg juga nantinya u/ mengcover teknologi yg perlu ditambahkan bila diperlukan pd proyek KFX/IFX tsb! … sedangkan rencana pengadaan SU-35 baru sebuah opsi yg belum diputuskan oleh Menhan guna penyeimbang bagi pespur2 Gen 5 yg akan muncul dikawasan Utara-Selatan NKRI.

  9.  

    ini lagi komen ga mikir…..ktnya merakit gampang ha..ha..ha.

 Leave a Reply